<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditinggal Makan, Uang Rp70 Juta Raib </title><description>Nasib sial menimpa Tata Suganda (40), warga Jalan Cipagalo Girang nomor 11, RT 02/06, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Buahbatu, Bandung. Uang Rp70 juta miliknya raib saat ditinggal makan di rumah makan Jalan Cilawu Garut, Jawa Barat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/04/340/281898/ditinggal-makan-uang-rp70-juta-raib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/04/340/281898/ditinggal-makan-uang-rp70-juta-raib"/><item><title>Ditinggal Makan, Uang Rp70 Juta Raib </title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/04/340/281898/ditinggal-makan-uang-rp70-juta-raib</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/04/340/281898/ditinggal-makan-uang-rp70-juta-raib</guid><pubDate>Jum'at 04 Desember 2009 22:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dede Ibin Muhibbin</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    GARUT - Nasib sial menimpa Tata Suganda (40), warga Jalan Cipagalo Girang nomor 11, RT 02/06, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Buahbatu, Bandung. Uang Rp70 juta miliknya raib saat ditinggal makan di rumah makan Jalan Cilawu Garut, Jawa Barat.    Kejadian raibnya uang tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WIB, yang rencananya oleh korban akan dipakai untuk membayar utang ke PLN Cilawu. Korban merupakan rekanan PT PLN.     Menurut informasi di lokasi kejadian, Tata ditemani adiknya Tatang dan seorang temannya, Diki, berangkat ke Garut dengan tujuan akan membayar hutang ke PLN Cilawu senilai Rp70 juta dengan mengendari mobil Mitsubishi Kuda warna ungu tua dengan nomor polisiÂ  D 1616 TH.    &amp;quot;Uang tersebut di cairkan di Bank Mandiri cabang Garut. Kemudian setelah cair, kami mampir ke Bank Panin dan Bank BNI untuk satu keperluan. Bahkan sebelum kejadian saya sempat membeli beberapa materai di Kantor Pos Cilawu yang berada di daerah Genteng yang jaraknya kurang dari 1 km ke lokasi kantor PLN Cilawu,&amp;quot; kata Tata.    Setelah itu, dirinya bersama tiga temannya istirahat dulu, karena belum makan siang, dan memutuskan untuk mampir dulu di sebuah rumah makan.Â  Namun diakuinya, baru saja mereka duduk, mereka baru sadar kalau uang senilai Rp70 juta yang tersimpan dalam sebuah tas untuk pembayaran utang tersebut tertinggal di jok depan mobil. Maka Tata pun memutuskan untuk mengambilnya dan membawanya ke dalam rumah makan.     Betapa kagetnya dia manakala sampai di depan pintu mobil, dia melihat kaca depan sebelah kiri sudah dalam keadaan pecah. &amp;quot;Saat itu juga saya berteriak memanggil adik dan teman saya yang tengah berada di dalam rumah makan,&amp;quot; terang Tata.    Tak lama kemudian, mereka langsung melaporkan ke Polsek Cilawu yang jaraknya hanya sekitar 400 meter dari TKP. Dalam waktu sekejap, sejumlah petugas langsung mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan.     Saat ditanya kemungkinan ada kendaraan lain yang dicurigai atau membuntuti mobil mereka, kepada petugas, Tata mengaku tidak merasa ada kendaraan lain yang membuntutinya.     &amp;quot;Kami tidak melihat ada kendaraan lain yang membuntuti kami. Makanya kami heran kenapa sampai ada yang tahu kalau kami menyimpan uang di dalam tas dalam mobil tersebut,&amp;quot; tutur Tata.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4             /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;}    GARUT - Nasib sial menimpa Tata Suganda (40), warga Jalan Cipagalo Girang nomor 11, RT 02/06, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Buahbatu, Bandung. Uang Rp70 juta miliknya raib saat ditinggal makan di rumah makan Jalan Cilawu Garut, Jawa Barat.    Kejadian raibnya uang tersebut terjadi sekira pukul 14.30 WIB, yang rencananya oleh korban akan dipakai untuk membayar utang ke PLN Cilawu. Korban merupakan rekanan PT PLN.     Menurut informasi di lokasi kejadian, Tata ditemani adiknya Tatang dan seorang temannya, Diki, berangkat ke Garut dengan tujuan akan membayar hutang ke PLN Cilawu senilai Rp70 juta dengan mengendari mobil Mitsubishi Kuda warna ungu tua dengan nomor polisiÂ  D 1616 TH.    &amp;quot;Uang tersebut di cairkan di Bank Mandiri cabang Garut. Kemudian setelah cair, kami mampir ke Bank Panin dan Bank BNI untuk satu keperluan. Bahkan sebelum kejadian saya sempat membeli beberapa materai di Kantor Pos Cilawu yang berada di daerah Genteng yang jaraknya kurang dari 1 km ke lokasi kantor PLN Cilawu,&amp;quot; kata Tata.    Setelah itu, dirinya bersama tiga temannya istirahat dulu, karena belum makan siang, dan memutuskan untuk mampir dulu di sebuah rumah makan.Â  Namun diakuinya, baru saja mereka duduk, mereka baru sadar kalau uang senilai Rp70 juta yang tersimpan dalam sebuah tas untuk pembayaran utang tersebut tertinggal di jok depan mobil. Maka Tata pun memutuskan untuk mengambilnya dan membawanya ke dalam rumah makan.     Betapa kagetnya dia manakala sampai di depan pintu mobil, dia melihat kaca depan sebelah kiri sudah dalam keadaan pecah. &amp;quot;Saat itu juga saya berteriak memanggil adik dan teman saya yang tengah berada di dalam rumah makan,&amp;quot; terang Tata.    Tak lama kemudian, mereka langsung melaporkan ke Polsek Cilawu yang jaraknya hanya sekitar 400 meter dari TKP. Dalam waktu sekejap, sejumlah petugas langsung mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan.     Saat ditanya kemungkinan ada kendaraan lain yang dicurigai atau membuntuti mobil mereka, kepada petugas, Tata mengaku tidak merasa ada kendaraan lain yang membuntutinya.     &amp;quot;Kami tidak melihat ada kendaraan lain yang membuntuti kami. Makanya kami heran kenapa sampai ada yang tahu kalau kami menyimpan uang di dalam tas dalam mobil tersebut,&amp;quot; tutur Tata.  </content:encoded></item></channel></rss>
