<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boni Hargens: SBY Takut dengan Publik</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai memiliki penyakit ketakutan terhadap gerakan rakyat pada 9 Desember mendatang. Hal ini terbukti dari penyataannya yang terlontar dua hari kemarin.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/06/339/282239/boni-hargens-sby-takut-dengan-publik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/06/339/282239/boni-hargens-sby-takut-dengan-publik"/><item><title>Boni Hargens: SBY Takut dengan Publik</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/06/339/282239/boni-hargens-sby-takut-dengan-publik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/06/339/282239/boni-hargens-sby-takut-dengan-publik</guid><pubDate>Minggu 06 Desember 2009 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>K. Yudha Wirakusuma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/06/339/282239/k5zI5cVilD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">calegindonesia.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/06/339/282239/k5zI5cVilD.jpg</image><title>calegindonesia.com</title></images><description>  JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai memiliki penyakit ketakutan terhadap gerakan rakyat pada 9 Desember mendatang. Hal ini terbukti dari penyataannya yang terlontar dua hari kemarin.  &amp;quot;Ketakutan SBY menyimpan phobia publika, karena takut dengan publik,&amp;quot; ujar aktivis kompak Boni Hargens kepada wartawan di Cafe Dukun, Jakarta, Minggu (6/12/2009).  Lebih lanjut Boni juga menambahkan, SBY tidak konsisten dengan pernyataannya yang menyebutkan bahwa dirinya adalah pemimpin yang demokratis.  &amp;quot;Di satu sisi dia mengatakan sangat menghargai demokrasi, namun di sisi lain dia bantah pernyataannya dengan mengatakan akan ada yang menunggangi. Padahal unjuk rasa apapun sah di negara demokrasi,&amp;quot; tandasnya.  Sebagaimana diketahui, ribuan orang dikabarkan akan turun ke jalan guna memperingati Hari Anti-Korupsi Sedunia pada 9 Desember mendatang. Sayangnya, beberapa kalangan menilai bahwa aksi tersebut tidak murni dan ditunggangi pihak tertentu.    </description><content:encoded>  JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai memiliki penyakit ketakutan terhadap gerakan rakyat pada 9 Desember mendatang. Hal ini terbukti dari penyataannya yang terlontar dua hari kemarin.  &amp;quot;Ketakutan SBY menyimpan phobia publika, karena takut dengan publik,&amp;quot; ujar aktivis kompak Boni Hargens kepada wartawan di Cafe Dukun, Jakarta, Minggu (6/12/2009).  Lebih lanjut Boni juga menambahkan, SBY tidak konsisten dengan pernyataannya yang menyebutkan bahwa dirinya adalah pemimpin yang demokratis.  &amp;quot;Di satu sisi dia mengatakan sangat menghargai demokrasi, namun di sisi lain dia bantah pernyataannya dengan mengatakan akan ada yang menunggangi. Padahal unjuk rasa apapun sah di negara demokrasi,&amp;quot; tandasnya.  Sebagaimana diketahui, ribuan orang dikabarkan akan turun ke jalan guna memperingati Hari Anti-Korupsi Sedunia pada 9 Desember mendatang. Sayangnya, beberapa kalangan menilai bahwa aksi tersebut tidak murni dan ditunggangi pihak tertentu.    </content:encoded></item></channel></rss>
