<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peduli Prita Kian Meluas</title><description>Aksi kepedulian untuk meringankan beban Prita Mulyasari yang dijatuhi hukuman membayar denda Rp204 juta kepada Rumah Sakit Omni Internasional,Tangerang Selatan, kian meluas.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/07/338/282319/peduli-prita-kian-meluas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/07/338/282319/peduli-prita-kian-meluas"/><item><title>Peduli Prita Kian Meluas</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/07/338/282319/peduli-prita-kian-meluas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/07/338/282319/peduli-prita-kian-meluas</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2009 06:32 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/07/338/282319/ve26D2kd2m.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/07/338/282319/ve26D2kd2m.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Aksi kepedulian untuk meringankan beban Prita Mulyasari yang dijatuhi hukuman membayar denda Rp204 juta kepada Rumah Sakit Omni Internasional,Tangerang Selatan, kian meluas.Posko Koin Peduli Prita di beberapa tempat makin ramai dikunjungi anggota masyarakat yang menyumbangkan uang recehan mereka untuk ibu dua anak ini. Sejumlah publik figur pun mulai memberi perhatian maupun sumbangan kepada Prita.Selain Yenny Wahid dan Fahmi Idris, sejumlah selebriti seperti Slank, Titi DJ, Widi â€~AB Three', dan Mona Ratuliu telah menyampaikan komitmen memberi dukungan. Slank di Titi DJ bahkan siap tampil dalam konser amal peduli Prita untuk menggalang dana. Pengumpulan uang koin yang dimulai sejak Jumat lalu pun terus bertambah.Hingga kemarin posko Koin Peduli Prita telah mengumpulkan sumbangan sebanyak Rp1.893.100. Permintaan warga yang ingin membuka posko Koin Peduli Prita juga semakin banyak, terutama di luar Jabodetabek seperti Yogyakarta, Medan, Aceh, Bandung, dan Surabaya. Prita mengaku terkejut, terharu, sekaligus senang dengan masih tingginya kepedulian masyarakat terhadap nasib yang dia alami. Prita menduga, perhatian publik untuk kasusnya sudah mulai memudar.&amp;quot;Saya pikir sih tak ada lagi perhatian.Tidak tahunya,masyarakat diam-diam tetap mengamati proses hukum yang sedang berjalan ini,&amp;quot; kata Prita kepada harian Seputar Indonesiakemarin. Prita sangat terharu dengan banyaknya ibu rumah tangga yang bersedia menyisihkan uang belanja sehari-hari untuk membantunya. Keprihatinan ini menunjukkan bahwa orang kecil itu selalu ditindas. Mudah-mudahan dengan terkumpulnya uang koin ini, membuat penegak hukum membuka mata dan hatinya.&amp;quot;Saya dari awal sudah bilang berulang kali, kalau saya benar-benar tidak bermaksud untuk mencemarkan nama baik RS Omni Internasional karena saya hanya bermaksud untuk komplain saja. Dan,itu saya rasa wajar karena saya pasien mereka,&amp;quot; tegasnya.Koordinator Posko Koin Peduli Prita, Ade Novita, mengungkapkan bahwa sejak dimulainya aksi ini sudah banyak orang yang menghubunginya dan menyatakan keinginan untuk bergabung dan mengirimkan bantuan dari kota mereka masing-masing.&amp;quot;Kami bukan berdiri sebagai sebuah lembaga.Karenanya,kalau ada teman dari kami yang ingin membantu, kami juga harus mengoordinasikannya terlebih dahulu. Ini kami lakukan agar tidak ada oknum-oknum yang menyalahgunakan bantuan ini,&amp;quot; jelas Ade di Posko Koin Peduli Prita, Jalan Taman Margasatwa, Kompleks PWR RT 11/05 No 60,Jati Padang,Jakarta Selatan.Salah seorang penggagas Posko Koin Peduli Prita, Ghozan Fulvian, juga mengatakan kalau pihaknya menyadari aksi empati sebagian masyarakat ini tidaklah dinaungi sebuah lembaga. &amp;quot;Ini gerakan masyarakat umum.Tapi, ngerinya dimanfaatkan orang lain. Yang pasti kami tidak memberikan nomor rekening untuk pengumpulan dana. Kalau sampai ada yang memberikan nomor rekening,berarti itu ilegal,&amp;quot; tegasnya.Ghozan juga berharap, masyarakat yang ingin menyumbang dipersilakan langsung datang ke posko ini. Posko Koin Peduli Prita ini sebenarnya dibentuk anggota milis &amp;quot;Sehat&amp;quot; di internet yang menjadi tempat bertukar pendapat dan berbagi pikiran untuk orang-orang yang ingin mengetahui dan peduli akan masalah kesehatan.Prita yang kemarin ditemui di rumahnya, Jalan Kurcica 3 Blok DG-8/3,Bintaro,Pondok Aren,Kota Tangerang Selatan, belum tahu berapa koin yang sudah dikumpulkan.Prita belum menerima terlebih dahulu sumbangan masyarakat. Sebab, persoalan hukum belum selesai. &amp;quot;Saya kan sedang kasasi ke Mahkamah Agung. Jadi, saya tunda dulu menerima tanda keprihatinan itu,&amp;quot; katanya. Dalam kasasinya Prita menggugat balik RS Omni Internasional Tangerang sebesar Rp1 triliun.   </description><content:encoded>JAKARTA - Aksi kepedulian untuk meringankan beban Prita Mulyasari yang dijatuhi hukuman membayar denda Rp204 juta kepada Rumah Sakit Omni Internasional,Tangerang Selatan, kian meluas.Posko Koin Peduli Prita di beberapa tempat makin ramai dikunjungi anggota masyarakat yang menyumbangkan uang recehan mereka untuk ibu dua anak ini. Sejumlah publik figur pun mulai memberi perhatian maupun sumbangan kepada Prita.Selain Yenny Wahid dan Fahmi Idris, sejumlah selebriti seperti Slank, Titi DJ, Widi â€~AB Three', dan Mona Ratuliu telah menyampaikan komitmen memberi dukungan. Slank di Titi DJ bahkan siap tampil dalam konser amal peduli Prita untuk menggalang dana. Pengumpulan uang koin yang dimulai sejak Jumat lalu pun terus bertambah.Hingga kemarin posko Koin Peduli Prita telah mengumpulkan sumbangan sebanyak Rp1.893.100. Permintaan warga yang ingin membuka posko Koin Peduli Prita juga semakin banyak, terutama di luar Jabodetabek seperti Yogyakarta, Medan, Aceh, Bandung, dan Surabaya. Prita mengaku terkejut, terharu, sekaligus senang dengan masih tingginya kepedulian masyarakat terhadap nasib yang dia alami. Prita menduga, perhatian publik untuk kasusnya sudah mulai memudar.&amp;quot;Saya pikir sih tak ada lagi perhatian.Tidak tahunya,masyarakat diam-diam tetap mengamati proses hukum yang sedang berjalan ini,&amp;quot; kata Prita kepada harian Seputar Indonesiakemarin. Prita sangat terharu dengan banyaknya ibu rumah tangga yang bersedia menyisihkan uang belanja sehari-hari untuk membantunya. Keprihatinan ini menunjukkan bahwa orang kecil itu selalu ditindas. Mudah-mudahan dengan terkumpulnya uang koin ini, membuat penegak hukum membuka mata dan hatinya.&amp;quot;Saya dari awal sudah bilang berulang kali, kalau saya benar-benar tidak bermaksud untuk mencemarkan nama baik RS Omni Internasional karena saya hanya bermaksud untuk komplain saja. Dan,itu saya rasa wajar karena saya pasien mereka,&amp;quot; tegasnya.Koordinator Posko Koin Peduli Prita, Ade Novita, mengungkapkan bahwa sejak dimulainya aksi ini sudah banyak orang yang menghubunginya dan menyatakan keinginan untuk bergabung dan mengirimkan bantuan dari kota mereka masing-masing.&amp;quot;Kami bukan berdiri sebagai sebuah lembaga.Karenanya,kalau ada teman dari kami yang ingin membantu, kami juga harus mengoordinasikannya terlebih dahulu. Ini kami lakukan agar tidak ada oknum-oknum yang menyalahgunakan bantuan ini,&amp;quot; jelas Ade di Posko Koin Peduli Prita, Jalan Taman Margasatwa, Kompleks PWR RT 11/05 No 60,Jati Padang,Jakarta Selatan.Salah seorang penggagas Posko Koin Peduli Prita, Ghozan Fulvian, juga mengatakan kalau pihaknya menyadari aksi empati sebagian masyarakat ini tidaklah dinaungi sebuah lembaga. &amp;quot;Ini gerakan masyarakat umum.Tapi, ngerinya dimanfaatkan orang lain. Yang pasti kami tidak memberikan nomor rekening untuk pengumpulan dana. Kalau sampai ada yang memberikan nomor rekening,berarti itu ilegal,&amp;quot; tegasnya.Ghozan juga berharap, masyarakat yang ingin menyumbang dipersilakan langsung datang ke posko ini. Posko Koin Peduli Prita ini sebenarnya dibentuk anggota milis &amp;quot;Sehat&amp;quot; di internet yang menjadi tempat bertukar pendapat dan berbagi pikiran untuk orang-orang yang ingin mengetahui dan peduli akan masalah kesehatan.Prita yang kemarin ditemui di rumahnya, Jalan Kurcica 3 Blok DG-8/3,Bintaro,Pondok Aren,Kota Tangerang Selatan, belum tahu berapa koin yang sudah dikumpulkan.Prita belum menerima terlebih dahulu sumbangan masyarakat. Sebab, persoalan hukum belum selesai. &amp;quot;Saya kan sedang kasasi ke Mahkamah Agung. Jadi, saya tunda dulu menerima tanda keprihatinan itu,&amp;quot; katanya. Dalam kasasinya Prita menggugat balik RS Omni Internasional Tangerang sebesar Rp1 triliun.   </content:encoded></item></channel></rss>
