<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pansus Century Berakhir Antiklimaks?</title><description>Baru tiga hari ditetapkan terbentuk, Panitia Khusus Hak Angket Kasus Century sudah diragukan sejumlah pihak. Hak Angket Cantury disinyalir akan mengalami nasib yang sama seperti pendahulu-pendahulunya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/07/339/282332/pansus-century-berakhir-antiklimaks</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/07/339/282332/pansus-century-berakhir-antiklimaks"/><item><title>Pansus Century Berakhir Antiklimaks?</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/07/339/282332/pansus-century-berakhir-antiklimaks</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/07/339/282332/pansus-century-berakhir-antiklimaks</guid><pubDate>Senin 07 Desember 2009 08:16 WIB</pubDate><dc:creator>Amirul Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/07/339/282332/pDdkex7lBJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/07/339/282332/pDdkex7lBJ.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Baru tiga hari ditetapkan terbentuk, Panitia Khusus Hak Angket Kasus Century sudah diragukan sejumlah pihak. Hak Angket Cantury disinyalir akan mengalami nasib yang sama seperti pendahulu-pendahulunya. Indikasi ini semakin kuat ketika melihat komposisi pimpinan pansus yang ditetapkan tiga hari lalu.&amp;quot;Melihat komposisi pimpinan pansus dan kuatnya kepentingan fraksi, besar kemungkinan kasus Century akan berakhir antiklimaks,&amp;quot; ungkap pengamat politik dari LSI, BUrhanudin Muhtadi dalam pesan singkatnya kepada okezone, Senin (7/12/2009).Burhan menambahkan, sejak awal dirinya pesimis akan nasib Pansus Angket Cenyury. &amp;quot;Bahkan jika Gayus (PDIP) yang memimpin pansus, bukan berarti lepas dari inflitrasi politik,&amp;quot; tegasnya.Politik kartel yang telah menangkiti kepartian kita menjadi salah satu penyebabnya. Masing-masing partai memegang kartu truf lawan politik masing-masing partai. Ia mencontohkan, PDIP saat ini masih menghadapi kasus dugaan suap mantan Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom terhadap elit-elit partai berlambang moncong putih ini.&amp;quot;Belum lagi kasus lama (penjualan) Indosat, VLCC maupun Inpers Megawati nomor 8 Tahun 2002 yang membuat sedikitnya sepuluh tersangka BLBI di SP3,&amp;quot; terangnya.Partai Golkar pun setali tiga uang. Banyak kasus lama yang melibatkan partai dan elit partai yang potensial jadi alat barter kasus. &amp;quot;Skandal keuangan yang melibatkan makelar politik ini dilakukan banyak partai. Biasanya mereka akan diam jika ada distribusi rante yang adil sesuai proporsi di DPR,&amp;quot; tambah pria berkaca mata ini.&amp;quot;Paling banter Pansus Century berhenti di kambing hitam atau sekedar dilihat sebagai perkara perdata. Semoga kekhawatiran ini tidak terjadi,&amp;quot; pungkasnya.   </description><content:encoded>JAKARTA - Baru tiga hari ditetapkan terbentuk, Panitia Khusus Hak Angket Kasus Century sudah diragukan sejumlah pihak. Hak Angket Cantury disinyalir akan mengalami nasib yang sama seperti pendahulu-pendahulunya. Indikasi ini semakin kuat ketika melihat komposisi pimpinan pansus yang ditetapkan tiga hari lalu.&amp;quot;Melihat komposisi pimpinan pansus dan kuatnya kepentingan fraksi, besar kemungkinan kasus Century akan berakhir antiklimaks,&amp;quot; ungkap pengamat politik dari LSI, BUrhanudin Muhtadi dalam pesan singkatnya kepada okezone, Senin (7/12/2009).Burhan menambahkan, sejak awal dirinya pesimis akan nasib Pansus Angket Cenyury. &amp;quot;Bahkan jika Gayus (PDIP) yang memimpin pansus, bukan berarti lepas dari inflitrasi politik,&amp;quot; tegasnya.Politik kartel yang telah menangkiti kepartian kita menjadi salah satu penyebabnya. Masing-masing partai memegang kartu truf lawan politik masing-masing partai. Ia mencontohkan, PDIP saat ini masih menghadapi kasus dugaan suap mantan Deputi Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom terhadap elit-elit partai berlambang moncong putih ini.&amp;quot;Belum lagi kasus lama (penjualan) Indosat, VLCC maupun Inpers Megawati nomor 8 Tahun 2002 yang membuat sedikitnya sepuluh tersangka BLBI di SP3,&amp;quot; terangnya.Partai Golkar pun setali tiga uang. Banyak kasus lama yang melibatkan partai dan elit partai yang potensial jadi alat barter kasus. &amp;quot;Skandal keuangan yang melibatkan makelar politik ini dilakukan banyak partai. Biasanya mereka akan diam jika ada distribusi rante yang adil sesuai proporsi di DPR,&amp;quot; tambah pria berkaca mata ini.&amp;quot;Paling banter Pansus Century berhenti di kambing hitam atau sekedar dilihat sebagai perkara perdata. Semoga kekhawatiran ini tidak terjadi,&amp;quot; pungkasnya.   </content:encoded></item></channel></rss>
