<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Limbah Solar Rugikan Petambak Marunda</title><description>Sedikitnya 17,5 hektare dari 20 hektarÂ  milik puluhan petambak udang di wilayah Marunda, Jakarta Utara, tercemar limbah solar. Akibatnya setiap petambak merugi rata-rata Rp1-5 juta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/08/338/282711/limbah-solar-rugikan-petambak-marunda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/08/338/282711/limbah-solar-rugikan-petambak-marunda"/><item><title>Limbah Solar Rugikan Petambak Marunda</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/08/338/282711/limbah-solar-rugikan-petambak-marunda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/08/338/282711/limbah-solar-rugikan-petambak-marunda</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2009 03:02 WIB</pubDate><dc:creator>Isfari Hikmat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/07/338/282711/XS9dlO9Eeh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">beritajakarta.com</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/07/338/282711/XS9dlO9Eeh.jpg</image><title>beritajakarta.com</title></images><description>JAKARTA - Sedikitnya 17,5 hektare dari 20 hektarÂ  milik puluhan petambak udang di wilayah Marunda, Jakarta Utara, tercemar limbah solar. Akibatnya setiap petambak merugi rata-rata Rp1-5 juta.  Oncim (40), salah seorang nelayan tambak mengaku usia udangnya yang mati sudah berusia hampir panen. &amp;quot;Meski bibit ini diberikan pemerintah namun biaya pakannya cukup besar,&amp;quot; ungkapnya. Oncim mengaku tambaknya yang paling luas terkena pencemaran, yakni tujuh hektare.   Menurut Ketua Nelayan Marunda Muhammad Aslik pencemaran ini sering terjadi setiap ada rob yang disertai hujan. &amp;quot;Kadang limbah minyak sayur kadang solar,&amp;quot; ungkapnya. Namun hingga saat ini sumber pencemaran tersebut tidak dapat terdeteksi. </description><content:encoded>JAKARTA - Sedikitnya 17,5 hektare dari 20 hektarÂ  milik puluhan petambak udang di wilayah Marunda, Jakarta Utara, tercemar limbah solar. Akibatnya setiap petambak merugi rata-rata Rp1-5 juta.  Oncim (40), salah seorang nelayan tambak mengaku usia udangnya yang mati sudah berusia hampir panen. &amp;quot;Meski bibit ini diberikan pemerintah namun biaya pakannya cukup besar,&amp;quot; ungkapnya. Oncim mengaku tambaknya yang paling luas terkena pencemaran, yakni tujuh hektare.   Menurut Ketua Nelayan Marunda Muhammad Aslik pencemaran ini sering terjadi setiap ada rob yang disertai hujan. &amp;quot;Kadang limbah minyak sayur kadang solar,&amp;quot; ungkapnya. Namun hingga saat ini sumber pencemaran tersebut tidak dapat terdeteksi. </content:encoded></item></channel></rss>
