<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Williardi Diminta Kompol Helmi Bentuk Tim Sipil</title><description>Sidang lanjutan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Sigid Haryo Wibisono kembali digelar di pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/12/2009). Sidang menghadirkan saksi mahkota Williardi Wizar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/08/339/282805/williardi-diminta-kompol-helmi-bentuk-tim-sipil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/08/339/282805/williardi-diminta-kompol-helmi-bentuk-tim-sipil"/><item><title>Williardi Diminta Kompol Helmi Bentuk Tim Sipil</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/08/339/282805/williardi-diminta-kompol-helmi-bentuk-tim-sipil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/08/339/282805/williardi-diminta-kompol-helmi-bentuk-tim-sipil</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2009 10:14 WIB</pubDate><dc:creator>Frida Astuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/08/339/282805/bjUtYtKxWj.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/08/339/282805/bjUtYtKxWj.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Sigid Haryo Wibisono kembali digelar di pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/12/2009). Sidang menghadirkan saksi mahkota Williardi Wizar.  Dalam kesaksiannya, Williardi mengaku diperintah oleh anggota tim penyelidik Nasrudin, Kompol Helmi Santika, untuk mencari tim untuk mem-back up tim bentukan Kapolri yang dipimpin oleh Kombes Chairul Anwar.&amp;quot;Pak Helmy meminta saya untuk mencari tim sipil yang bisa memantau 1 x 24 jam untuk menemani tim Kapolri,&amp;quot; ujar Williardi di persidangan. Helmi, kata dia, juga meminta dicarikan informan untuk mendampingi tim ini.Williardi mengaku, tidak mau bertanya lebih jauh mengenai permintaan Helmi tersebut, karena dia percaya pada tim resmi yang sudah dibentuk oleh Kapolri.   &amp;quot;Yang dikatakan oleh beliau (Helmi) adalah tugas negara terkait narkoba dan KPK,&amp;quot; katanya.Setelah permintaan itu, Williardi mengaku diberi sebuah amplop coklat dan diberitahu bahwa isi amplop tersebut adalah ada foto dan alamat Nasrudin.&amp;quot;Saya tidak membuka dan tidak menayakan apapun. Saya beranggapan tim yang dibentuk Kapolri benar-benar ada. Saat itu di rumah Sigid hanya 20 menit dan waktu itu Antasari tidak ada. Lalu saya kembali membawa amplop coklat itu,&amp;quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dengan terdakwa Sigid Haryo Wibisono kembali digelar di pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/12/2009). Sidang menghadirkan saksi mahkota Williardi Wizar.  Dalam kesaksiannya, Williardi mengaku diperintah oleh anggota tim penyelidik Nasrudin, Kompol Helmi Santika, untuk mencari tim untuk mem-back up tim bentukan Kapolri yang dipimpin oleh Kombes Chairul Anwar.&amp;quot;Pak Helmy meminta saya untuk mencari tim sipil yang bisa memantau 1 x 24 jam untuk menemani tim Kapolri,&amp;quot; ujar Williardi di persidangan. Helmi, kata dia, juga meminta dicarikan informan untuk mendampingi tim ini.Williardi mengaku, tidak mau bertanya lebih jauh mengenai permintaan Helmi tersebut, karena dia percaya pada tim resmi yang sudah dibentuk oleh Kapolri.   &amp;quot;Yang dikatakan oleh beliau (Helmi) adalah tugas negara terkait narkoba dan KPK,&amp;quot; katanya.Setelah permintaan itu, Williardi mengaku diberi sebuah amplop coklat dan diberitahu bahwa isi amplop tersebut adalah ada foto dan alamat Nasrudin.&amp;quot;Saya tidak membuka dan tidak menayakan apapun. Saya beranggapan tim yang dibentuk Kapolri benar-benar ada. Saat itu di rumah Sigid hanya 20 menit dan waktu itu Antasari tidak ada. Lalu saya kembali membawa amplop coklat itu,&amp;quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
