<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hutan Lindung di Kualapuntian Disulap Jadi Tambak Udang</title><description>Sekira 200 hektare kawasan hutan lindung di tepi Sungai Banyuasin hilang &amp;quot;disulap&amp;quot; jadi areal tambak ikan dan udang. Menghilangnya lahan itu terjadi tepatnya di Desa Bungakarang, Kecamatan Tanjunglago, Kabupaten Banyuasin.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/282801/hutan-lindung-di-kualapuntian-disulap-jadi-tambak-udang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/282801/hutan-lindung-di-kualapuntian-disulap-jadi-tambak-udang"/><item><title>Hutan Lindung di Kualapuntian Disulap Jadi Tambak Udang</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/282801/hutan-lindung-di-kualapuntian-disulap-jadi-tambak-udang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/282801/hutan-lindung-di-kualapuntian-disulap-jadi-tambak-udang</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2009 10:09 WIB</pubDate><dc:creator>Arpan Rachman</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>KUALAPUNTIAN - Sekira 200 hektare kawasan hutan lindung di tepi Sungai Banyuasin hilang &amp;quot;disulap&amp;quot; jadi areal tambak ikan dan udang. Menghilangnya lahan itu terjadi tepatnya di Desa Bungakarang, Kecamatan Tanjunglago, Kabupaten Banyuasin. &amp;quot;Akibat alih fungsi lahan, 380 kepala keluarga terancam kehilangan mata pencarian,&amp;quot; kata Hayadi, Kepala Desa Bungkarang, kepada okezone, Selasa (8/12/2009).Menurut Hayadi, di lokasi tersebut saat ini sedang dikerjakan pembersihan lahan dengan memakai alat berat eskavator tangan-panjang (long-arm). Bukan hanya itu, limbah yang terbuang dari tambak itu juga ditengarai beracun.&amp;quot;Akibatnya penduduk yang berprofesi nelayan tak lagi dapat hasil memadai. Bila dulu di satu titik tangkapan dapat menghasilkan 50 kilogram udang dan ikan, kini tidak lebih 10 kilogram saja,&amp;quot; tukas dia.Di lokasi tambak didapati tak kurang 50 unit tambak. Setiap kolam berukuran 200 x 100 meter. Diduga kuat, pemilik tambak merupakan pengusaha bermodal besar seperti isu yang beredar di kalangan warga.&amp;quot;Padahal petugas dari Balai Penetapan Kawasan Hutan Wilayah II Palembang pernah melakukan survei lahan dan mereka tahu persis bahwa tambak itu termasuk kawasan hutan lindung,&amp;quot; pungkas Hayadi.  </description><content:encoded>KUALAPUNTIAN - Sekira 200 hektare kawasan hutan lindung di tepi Sungai Banyuasin hilang &amp;quot;disulap&amp;quot; jadi areal tambak ikan dan udang. Menghilangnya lahan itu terjadi tepatnya di Desa Bungakarang, Kecamatan Tanjunglago, Kabupaten Banyuasin. &amp;quot;Akibat alih fungsi lahan, 380 kepala keluarga terancam kehilangan mata pencarian,&amp;quot; kata Hayadi, Kepala Desa Bungkarang, kepada okezone, Selasa (8/12/2009).Menurut Hayadi, di lokasi tersebut saat ini sedang dikerjakan pembersihan lahan dengan memakai alat berat eskavator tangan-panjang (long-arm). Bukan hanya itu, limbah yang terbuang dari tambak itu juga ditengarai beracun.&amp;quot;Akibatnya penduduk yang berprofesi nelayan tak lagi dapat hasil memadai. Bila dulu di satu titik tangkapan dapat menghasilkan 50 kilogram udang dan ikan, kini tidak lebih 10 kilogram saja,&amp;quot; tukas dia.Di lokasi tambak didapati tak kurang 50 unit tambak. Setiap kolam berukuran 200 x 100 meter. Diduga kuat, pemilik tambak merupakan pengusaha bermodal besar seperti isu yang beredar di kalangan warga.&amp;quot;Padahal petugas dari Balai Penetapan Kawasan Hutan Wilayah II Palembang pernah melakukan survei lahan dan mereka tahu persis bahwa tambak itu termasuk kawasan hutan lindung,&amp;quot; pungkas Hayadi.  </content:encoded></item></channel></rss>
