<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sodomi 4 Siswa, Pelaku Sering Kirim SMS Mesra ke Korban</title><description>HM, oknum guru SMPN di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang melakukan sodomi terhadap empat siswanya diketahui kerap mengirimkan SMS mesra kepada korbannya. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/282907/sodomi-4-siswa-pelaku-sering-kirim-sms-mesra-ke-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/282907/sodomi-4-siswa-pelaku-sering-kirim-sms-mesra-ke-korban"/><item><title>Sodomi 4 Siswa, Pelaku Sering Kirim SMS Mesra ke Korban</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/282907/sodomi-4-siswa-pelaku-sering-kirim-sms-mesra-ke-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/282907/sodomi-4-siswa-pelaku-sering-kirim-sms-mesra-ke-korban</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2009 12:59 WIB</pubDate><dc:creator>Toni Kamajaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/08/340/282907/uWT1Ea0up0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (foto:ist) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/08/340/282907/uWT1Ea0up0.jpg</image><title>Ilustrasi (foto:ist) </title></images><description>  SUKABUMI - HM, oknum guru SMPN di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang melakukan sodomi terhadap empat siswanya diketahui kerap mengirimkan short missage service (SMS) dengan kata-kata mesra kepada para korbannya.   Pesan pendek ini pula yang memicu terungkapnya kasus prilaku seks menyimpang yang dilakukan oleh HM.  &amp;quot;Pihak keluarga sempat kaget pertamakali melihat bunyi SMS yang dikirim HM kepada keponakan saya,&amp;quot; ujar Tutus Panji Mulyana (40), paman salah satu korban berinisial A.  Berangkat dari bunyi pesan pendek tersebut Tutus akhirnya mengetahui bahwa HM kerap melakukan perbuatan tidak senonoh kepada keponakannya. Berdasarkan pengakuan A, HM kerap melakukan pelecehan seksual mulai dari mencium kemaluan hinga menyodominya.   &amp;quot;Dari keterangan yang diberikan keponakan, HM sudah melakukan hal yang sama kepada lima siswa lainnya. Mereka dikerjai pada saat mengikuti latihan Pencak Silat yang diajarkan HM setiap malam Jumat dan Minggu,&amp;quot; tuturnya.   Kini kondisi A sangat memprihatinkan. Selain malas belajar, juga lebih cendrung murung dan menjadi pemalu.   Kapolsek Cisolok AKP M Nurul T menegaskan sejauh ini hasil penyidikan menunjukan jumlah korban mencapai empat orang. Namun jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.   </description><content:encoded>  SUKABUMI - HM, oknum guru SMPN di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, yang melakukan sodomi terhadap empat siswanya diketahui kerap mengirimkan short missage service (SMS) dengan kata-kata mesra kepada para korbannya.   Pesan pendek ini pula yang memicu terungkapnya kasus prilaku seks menyimpang yang dilakukan oleh HM.  &amp;quot;Pihak keluarga sempat kaget pertamakali melihat bunyi SMS yang dikirim HM kepada keponakan saya,&amp;quot; ujar Tutus Panji Mulyana (40), paman salah satu korban berinisial A.  Berangkat dari bunyi pesan pendek tersebut Tutus akhirnya mengetahui bahwa HM kerap melakukan perbuatan tidak senonoh kepada keponakannya. Berdasarkan pengakuan A, HM kerap melakukan pelecehan seksual mulai dari mencium kemaluan hinga menyodominya.   &amp;quot;Dari keterangan yang diberikan keponakan, HM sudah melakukan hal yang sama kepada lima siswa lainnya. Mereka dikerjai pada saat mengikuti latihan Pencak Silat yang diajarkan HM setiap malam Jumat dan Minggu,&amp;quot; tuturnya.   Kini kondisi A sangat memprihatinkan. Selain malas belajar, juga lebih cendrung murung dan menjadi pemalu.   Kapolsek Cisolok AKP M Nurul T menegaskan sejauh ini hasil penyidikan menunjukan jumlah korban mencapai empat orang. Namun jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.   </content:encoded></item></channel></rss>
