<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Rumah di Pekanbaru Terendam Banjir</title><description>Ratusan rumah warga di Pekanbaru, Riau kini terendam banjir. Banjir musiman saat musim penghujan ini disebabkan meluapnya Sungai Siak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/283036/ratusan-rumah-di-pekanbaru-terendam-banjir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/283036/ratusan-rumah-di-pekanbaru-terendam-banjir"/><item><title>Ratusan Rumah di Pekanbaru Terendam Banjir</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/283036/ratusan-rumah-di-pekanbaru-terendam-banjir</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/08/340/283036/ratusan-rumah-di-pekanbaru-terendam-banjir</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2009 17:05 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/08/340/283036/y5cvSrXf1j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto:Banda H)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/08/340/283036/y5cvSrXf1j.jpg</image><title>(foto:Banda H)</title></images><description>PEKANBARU - Ratusan rumah warga di Pekanbaru, Riau kini terendam banjir. Banjir musiman saat musim penghujan ini disebabkan meluapnya Sungai Siak.  Banjir di Pekanbaru ini terjadi di dua kecamatan langganan banjirÂ yakni Kecamatan Rumbai, dan Rumbai Pesisir. Banjir yang mencapai ketinggian hingga kira 40 Cm ini juga menyebabkan aktivitas mulai terganggu.  Pantauan okezone, Selasa, (8/12/2009) di lokasi sejumlah warga sudah banyak mulai mengevakuasi barang-barang mereka seperti perabotan rumah tangga, dan hewan ternak milik warga.  Meski rumah warga yang umumnya tinggal di bantaran Sungai siak ini mengaku belum berniat untuk mengungsi, mereka beralasan bahwa banjir seperti itu adalah hal yang biasa jika terjadi hujan deras dan musim penghujan.  &amp;quot;Kami belum mau mengungsi, bajir sekarangkan belum begitu parah, karena biasanya banjir nanti bisa menjacapai 1,5 meter,&amp;quot; kata Ardi Yurna.  Namun demikan warga rumbai yang banyak berprofesi sebagai nelayan mengaku tetap waspada akan akan adanya banjir lebih besar yang akan menimpa warga. &amp;quot;Saat ini memang Sungai Siak sedang pasang, kita tetap waspada,&amp;quot; tambah Said Muhammad.  Selain itu warga juga berharap pada Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru agar memperhatikan nasib mereka yang sudah bertahun mengalami musibah tiap tahunnya.  </description><content:encoded>PEKANBARU - Ratusan rumah warga di Pekanbaru, Riau kini terendam banjir. Banjir musiman saat musim penghujan ini disebabkan meluapnya Sungai Siak.  Banjir di Pekanbaru ini terjadi di dua kecamatan langganan banjirÂ yakni Kecamatan Rumbai, dan Rumbai Pesisir. Banjir yang mencapai ketinggian hingga kira 40 Cm ini juga menyebabkan aktivitas mulai terganggu.  Pantauan okezone, Selasa, (8/12/2009) di lokasi sejumlah warga sudah banyak mulai mengevakuasi barang-barang mereka seperti perabotan rumah tangga, dan hewan ternak milik warga.  Meski rumah warga yang umumnya tinggal di bantaran Sungai siak ini mengaku belum berniat untuk mengungsi, mereka beralasan bahwa banjir seperti itu adalah hal yang biasa jika terjadi hujan deras dan musim penghujan.  &amp;quot;Kami belum mau mengungsi, bajir sekarangkan belum begitu parah, karena biasanya banjir nanti bisa menjacapai 1,5 meter,&amp;quot; kata Ardi Yurna.  Namun demikan warga rumbai yang banyak berprofesi sebagai nelayan mengaku tetap waspada akan akan adanya banjir lebih besar yang akan menimpa warga. &amp;quot;Saat ini memang Sungai Siak sedang pasang, kita tetap waspada,&amp;quot; tambah Said Muhammad.  Selain itu warga juga berharap pada Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru agar memperhatikan nasib mereka yang sudah bertahun mengalami musibah tiap tahunnya.  </content:encoded></item></channel></rss>
