<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Jayapura Pendemo &amp; Polisi Malah Menari </title><description> Hari Antikorupsi juga diperingati di Jayapura, Papua. Namun sedikit berbeda mereka tidak mengangkat isu kasus Century, melainkan korupsi dana otonomi khusus. </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/09/340/283292/di-jayapura-pendemo-polisi-malah-menari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/09/340/283292/di-jayapura-pendemo-polisi-malah-menari"/><item><title>Di Jayapura Pendemo &amp; Polisi Malah Menari </title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/09/340/283292/di-jayapura-pendemo-polisi-malah-menari</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/09/340/283292/di-jayapura-pendemo-polisi-malah-menari</guid><pubDate>Rabu 09 Desember 2009 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Nur Rahmatika Adriyati</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>  JAYAPURA - Hari Antikorupsi juga diperingati di Jayapura, Papua. Namun sedikit berbeda mereka tidak mengangkat isu kasus Century, melainkan korupsi dana otonomi khusus.  Aksi berlangsung damai. Pengunjuk rasa dan personel polisi justru terlihat menari bersama. Aksi Hari Antikorupsi di Jayapura digelar di empat titik berbeda. Yaitu Kejaksaan Tinggi Papua, Polda Papua, Kantor Gubernur Papua, serta Kantor DPRP Papua.  Massa yang terdiri dari gabungan organisasi kemahasiswaan ini menuntut pengusutan tuntas temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Papua yang disampaikan ke DPD RI.  Temuan itu berupa penyelewengan penggunaan dana Otonomi Khusus selama delapan tahun sebesar Rp3 triliun oleh pemerintah daerah, baik yang ada di di provinsi, kota, hingga kabupaten di Papua. Selain tuntutan itu, masih ada dugaan korupsi yang dianggap berpotensi merugikan negara.  &amp;quot;Kami mendesak Kapolda dan Kajati Papua untuk mengusut tuntas penyimpangan pengelolaan anggaran legislasi DPRP Periode 2004-2009 sebesar Rp23,9 milliar, karena anggaran sebesar itu tidak sesuai dengan perdasi/perdasus yang dihasilkan,&amp;quot; ujar Rifai Darus salah satu koordinator unjuk rasa, Rabu (9/12/2009).  Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Soeprapto yang menerima langsung pengunjuk rasa di depan Mapolda Papua mengatakan berterima kasih atas dukungan yang diberikan untuk memberantas korupsi, karena itu membuatnya lebih bersemangat.   &amp;quot;Saat ini kami telah menangkap pelaku korupsi di Dinas Pekerjaan Umum senilai Rp1 milliar,&amp;quot; tegasnya.  Dalam menangani kasus korupsi yang ada di Papua, pihaknya akan terus mendalami dan menangkap siapaÂ saja yang terlibat di dalam korupsi ini.  Usai berorasi bersama, seluruh anggota Polda dan massa pengunjuk rasa serta Kapolda Papua menari tarian tradisional Yospan bersama-sama. Polda Papua juga membentangkan spanduk bertuliskan &amp;quot;Terima kasih telah melakukan aksi demo secara damai&amp;quot;.  Sedangkan anggota Polwan membagi-bagikan bunga kepada para pengunjuk rasa. Para demonstran juga membentang spanduk putih sepanjang 30 meter untuk ditandatangani bersama menentang korupsi di Papua, sebagai dukungan terhadap Polda Papua dan Kejati Papua untuk memberantas korupsi.    </description><content:encoded>  JAYAPURA - Hari Antikorupsi juga diperingati di Jayapura, Papua. Namun sedikit berbeda mereka tidak mengangkat isu kasus Century, melainkan korupsi dana otonomi khusus.  Aksi berlangsung damai. Pengunjuk rasa dan personel polisi justru terlihat menari bersama. Aksi Hari Antikorupsi di Jayapura digelar di empat titik berbeda. Yaitu Kejaksaan Tinggi Papua, Polda Papua, Kantor Gubernur Papua, serta Kantor DPRP Papua.  Massa yang terdiri dari gabungan organisasi kemahasiswaan ini menuntut pengusutan tuntas temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Papua yang disampaikan ke DPD RI.  Temuan itu berupa penyelewengan penggunaan dana Otonomi Khusus selama delapan tahun sebesar Rp3 triliun oleh pemerintah daerah, baik yang ada di di provinsi, kota, hingga kabupaten di Papua. Selain tuntutan itu, masih ada dugaan korupsi yang dianggap berpotensi merugikan negara.  &amp;quot;Kami mendesak Kapolda dan Kajati Papua untuk mengusut tuntas penyimpangan pengelolaan anggaran legislasi DPRP Periode 2004-2009 sebesar Rp23,9 milliar, karena anggaran sebesar itu tidak sesuai dengan perdasi/perdasus yang dihasilkan,&amp;quot; ujar Rifai Darus salah satu koordinator unjuk rasa, Rabu (9/12/2009).  Kapolda Papua Irjen Pol Bekto Soeprapto yang menerima langsung pengunjuk rasa di depan Mapolda Papua mengatakan berterima kasih atas dukungan yang diberikan untuk memberantas korupsi, karena itu membuatnya lebih bersemangat.   &amp;quot;Saat ini kami telah menangkap pelaku korupsi di Dinas Pekerjaan Umum senilai Rp1 milliar,&amp;quot; tegasnya.  Dalam menangani kasus korupsi yang ada di Papua, pihaknya akan terus mendalami dan menangkap siapaÂ saja yang terlibat di dalam korupsi ini.  Usai berorasi bersama, seluruh anggota Polda dan massa pengunjuk rasa serta Kapolda Papua menari tarian tradisional Yospan bersama-sama. Polda Papua juga membentangkan spanduk bertuliskan &amp;quot;Terima kasih telah melakukan aksi demo secara damai&amp;quot;.  Sedangkan anggota Polwan membagi-bagikan bunga kepada para pengunjuk rasa. Para demonstran juga membentang spanduk putih sepanjang 30 meter untuk ditandatangani bersama menentang korupsi di Papua, sebagai dukungan terhadap Polda Papua dan Kejati Papua untuk memberantas korupsi.    </content:encoded></item></channel></rss>
