<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jerry Protes Kebagian Tahanan Sel Tikus</title><description>Saat bersaksi dalam sidang terdakwa Williardi Wizar, Jerry Hermawan Lo yang juga terdakwa dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, sempat protes mengenai ruang tahanan.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/10/339/283657/jerry-protes-kebagian-tahanan-sel-tikus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/10/339/283657/jerry-protes-kebagian-tahanan-sel-tikus"/><item><title>Jerry Protes Kebagian Tahanan Sel Tikus</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/10/339/283657/jerry-protes-kebagian-tahanan-sel-tikus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/10/339/283657/jerry-protes-kebagian-tahanan-sel-tikus</guid><pubDate>Kamis 10 Desember 2009 11:15 WIB</pubDate><dc:creator>Frida Astuti</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }    JAKARTA - Saat bersaksi dalam sidang terdakwa Williardi Wizar, Jerry Hermawan Lo yang juga terdakwa dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, sempat protes mengenai ruang tahanan.  &amp;quot;Pak Willi (Williardi Wizar) di dalam sel sendiri, Pak Sigit (Haryo Wibisono) di sel sendiri, Pak Antasari juga sendiri, tapi kenapa saya digabung di sel dengan para eksekutor. Tidak adil itu. kenapa saya!&amp;quot; ujar Jerry di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2009).  Mendengar protes ini, hakim anggota malah menganggap Jerry telah berlaku tidak sesuai aturan dalam arti tidak menjawab pertanyaan sesuai substansi yang ditanyakan hakim anggota.  Sidang pun menjadi sedikit memanas lantaran dari kedua belah pihak terdengar intonasi suara yang meninggi. Namun hal ini berhasil diredam.  Lebih lanjut Jerry menuturkan, sejak dirinya ditahan terhitung telah delapan bulan lamanya, kehidupan keluarga dan perekonomiannya hancur.  &amp;quot;Perusahaan saya sudah hancur dan keluarga saya sudah berantakan. Saya tidak tahu lagi harus bagaimana Pak, karena saya hanya mengenalkan teman saya kepada teman saya yang lain lantas saya dipenjara di sel tikus,&amp;quot; pungkasnya.  Hal ini menurut dia dapat merusak citranya sebagai pengusaha.  </description><content:encoded>     Normal   0         false   false   false                             MicrosoftInternetExplorer4          st1:*{behavior:url(#ieooui) }    JAKARTA - Saat bersaksi dalam sidang terdakwa Williardi Wizar, Jerry Hermawan Lo yang juga terdakwa dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, sempat protes mengenai ruang tahanan.  &amp;quot;Pak Willi (Williardi Wizar) di dalam sel sendiri, Pak Sigit (Haryo Wibisono) di sel sendiri, Pak Antasari juga sendiri, tapi kenapa saya digabung di sel dengan para eksekutor. Tidak adil itu. kenapa saya!&amp;quot; ujar Jerry di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (10/12/2009).  Mendengar protes ini, hakim anggota malah menganggap Jerry telah berlaku tidak sesuai aturan dalam arti tidak menjawab pertanyaan sesuai substansi yang ditanyakan hakim anggota.  Sidang pun menjadi sedikit memanas lantaran dari kedua belah pihak terdengar intonasi suara yang meninggi. Namun hal ini berhasil diredam.  Lebih lanjut Jerry menuturkan, sejak dirinya ditahan terhitung telah delapan bulan lamanya, kehidupan keluarga dan perekonomiannya hancur.  &amp;quot;Perusahaan saya sudah hancur dan keluarga saya sudah berantakan. Saya tidak tahu lagi harus bagaimana Pak, karena saya hanya mengenalkan teman saya kepada teman saya yang lain lantas saya dipenjara di sel tikus,&amp;quot; pungkasnya.  Hal ini menurut dia dapat merusak citranya sebagai pengusaha.  </content:encoded></item></channel></rss>
