<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Budayakan Antikorupsi dengan Kantin Kejujuran</title><description>Upaya pemberantasan korupsi di negeri ini, tidak hanya dalam aspek hukum semata, melainkan juga pembentukan moral. Budaya malu ditumbuhkan jika melakukan perbuatan yang tidak jujur untuk mengeruk keuntungan pribadi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/10/340/283563/budayakan-antikorupsi-dengan-kantin-kejujuran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/10/340/283563/budayakan-antikorupsi-dengan-kantin-kejujuran"/><item><title>Budayakan Antikorupsi dengan Kantin Kejujuran</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/10/340/283563/budayakan-antikorupsi-dengan-kantin-kejujuran</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/10/340/283563/budayakan-antikorupsi-dengan-kantin-kejujuran</guid><pubDate>Kamis 10 Desember 2009 04:10 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Roqib</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/10/340/283563/P2aHS2vcee.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/10/340/283563/P2aHS2vcee.jpg</image><title>(Foto: Koran SI)</title></images><description>  MADIUN - Upaya pemberantasan korupsi di negeri ini, tidak hanya dalam aspek hukum semata, melainkan juga pembentukan moral. Budaya malu ditumbuhkan jika melakukan perbuatan yang tidak jujur untuk mengeruk keuntungan pribadi.   Pembentukan moral yang menjunjung tinggi kejujuran harus dikenalkan sejak usia dini, seperti yang dilakukan di SMP Negeri 7, Kota Madiun, Jawa Timur. Sekolah itu memiliki cara sederhana untuk memberi keteladanan bersikap jujur itu. Yakni, dengan Kantin Kejujuran.  Tempatnya sederhana dengan menjual jajanan mulai bakso, siomay, batagor, mie goreng, kue basah, dan kering aneka macam.  Seperti namanya, disediakan dua kotak tertulis &amp;quot;uang pembelian&amp;quot; dan &amp;quot;uang pengembalian&amp;quot;. Pada jam istirahat, siswa siswi berbaju putih dan biru, langsung menyerbu kantin. Tak ada yang berbuat curang, mengambil pengembalian secara berlebih, atau mengambil kue atau uang yang bukan haknya.  Siti Mufida, siswi kelas 8, mengaku paling suka jika jam istirahat datang ke kantin lalu membeli batagor atau siomay. Satu porsi batagor atau siomay harganya Rp2.000. &amp;quot;Beli di kantin ini, ya mengambil sendiri, terus uangnya ditaruh di kotak pembelian itu. Kalau lebih, ya mengambil sendiri,&amp;quot; ujar siswi berjilbab ini.  Siti menuturkan banyak pelajaran yang bisa diambil dari Kantin Kejujuran. Di antaranya belajar jujur pada diri sendiri dan orang lain. &amp;quot;Meskipun tidak diawasi, kami belajar untuk bersikap jujur. Mengambil sesuatu yang bukan hak kami itu tidak baik. Selain itu, jujur itu ternyata juga mudah dan indah,&amp;quot; ungkapnya.  Para penjual di Kantin Kejujuran ini adalah warga yang tinggal di dekat sekolah. Anto, salah seorang penjual siomay mengaku sudah satu tahun lebih berjualan di Kantin Kejujuran ini dan tidak pernah mengalami rugi. &amp;quot;Saya percaya sama anak anak di sini. Saya jualan di sini, tidak pernah ada yang mengambil uang yang bukan haknya,&amp;quot; ucapnya.  Dia mengaku, dari hasil penjualan siomay bisa mendapat uang Rp270.000 dalam sehari.  Kepala SMP Negeri 7 Kota Madiun, Theresia Enny Yuniati, mengatakan, Kantin Kejujuran ini mulai berdiri sejak Desember 2008 lalu. &amp;quot;Sampai sekarang, saya belum pernah mendapatkan laporan ada kantin yang mengalami kerugian,&amp;quot; paparnya.  Dia mengaku, Kantin Kejujuran ini berdiri sebetulnya untuk menumbuhkan dan melatih sikap jujur pada siswa. &amp;quot;Generasi inilah yang akan membawa perubahan dan kemajuan bagi bangsa Indonesia ke depan,&amp;quot; harapnya.</description><content:encoded>  MADIUN - Upaya pemberantasan korupsi di negeri ini, tidak hanya dalam aspek hukum semata, melainkan juga pembentukan moral. Budaya malu ditumbuhkan jika melakukan perbuatan yang tidak jujur untuk mengeruk keuntungan pribadi.   Pembentukan moral yang menjunjung tinggi kejujuran harus dikenalkan sejak usia dini, seperti yang dilakukan di SMP Negeri 7, Kota Madiun, Jawa Timur. Sekolah itu memiliki cara sederhana untuk memberi keteladanan bersikap jujur itu. Yakni, dengan Kantin Kejujuran.  Tempatnya sederhana dengan menjual jajanan mulai bakso, siomay, batagor, mie goreng, kue basah, dan kering aneka macam.  Seperti namanya, disediakan dua kotak tertulis &amp;quot;uang pembelian&amp;quot; dan &amp;quot;uang pengembalian&amp;quot;. Pada jam istirahat, siswa siswi berbaju putih dan biru, langsung menyerbu kantin. Tak ada yang berbuat curang, mengambil pengembalian secara berlebih, atau mengambil kue atau uang yang bukan haknya.  Siti Mufida, siswi kelas 8, mengaku paling suka jika jam istirahat datang ke kantin lalu membeli batagor atau siomay. Satu porsi batagor atau siomay harganya Rp2.000. &amp;quot;Beli di kantin ini, ya mengambil sendiri, terus uangnya ditaruh di kotak pembelian itu. Kalau lebih, ya mengambil sendiri,&amp;quot; ujar siswi berjilbab ini.  Siti menuturkan banyak pelajaran yang bisa diambil dari Kantin Kejujuran. Di antaranya belajar jujur pada diri sendiri dan orang lain. &amp;quot;Meskipun tidak diawasi, kami belajar untuk bersikap jujur. Mengambil sesuatu yang bukan hak kami itu tidak baik. Selain itu, jujur itu ternyata juga mudah dan indah,&amp;quot; ungkapnya.  Para penjual di Kantin Kejujuran ini adalah warga yang tinggal di dekat sekolah. Anto, salah seorang penjual siomay mengaku sudah satu tahun lebih berjualan di Kantin Kejujuran ini dan tidak pernah mengalami rugi. &amp;quot;Saya percaya sama anak anak di sini. Saya jualan di sini, tidak pernah ada yang mengambil uang yang bukan haknya,&amp;quot; ucapnya.  Dia mengaku, dari hasil penjualan siomay bisa mendapat uang Rp270.000 dalam sehari.  Kepala SMP Negeri 7 Kota Madiun, Theresia Enny Yuniati, mengatakan, Kantin Kejujuran ini mulai berdiri sejak Desember 2008 lalu. &amp;quot;Sampai sekarang, saya belum pernah mendapatkan laporan ada kantin yang mengalami kerugian,&amp;quot; paparnya.  Dia mengaku, Kantin Kejujuran ini berdiri sebetulnya untuk menumbuhkan dan melatih sikap jujur pada siswa. &amp;quot;Generasi inilah yang akan membawa perubahan dan kemajuan bagi bangsa Indonesia ke depan,&amp;quot; harapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
