<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Draf Buku Hilang, Sejarawan Asal Bandung Syok</title><description>Sejarawan asal Bandung, Ahmad Mansyur Suryanegara syok setelah mengetahui draft buku &amp;quot;Api Sejarah&amp;quot; jilid 2 miliknya raib. Dia sempat tertegun dan bertanya-tanya siapa yang mengambil draf buku setebal 600 halaman itu.  </description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/13/339/284558/draf-buku-hilang-sejarawan-asal-bandung-syok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/13/339/284558/draf-buku-hilang-sejarawan-asal-bandung-syok"/><item><title>Draf Buku Hilang, Sejarawan Asal Bandung Syok</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/13/339/284558/draf-buku-hilang-sejarawan-asal-bandung-syok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/13/339/284558/draf-buku-hilang-sejarawan-asal-bandung-syok</guid><pubDate>Minggu 13 Desember 2009 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Gin Gin Tigin Ginulur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/13/339/284558/N2y61bEehZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ahmad Mansyur Suryanegara (Foto: Gin Gin Tigin Ginulur/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/13/339/284558/N2y61bEehZ.jpg</image><title>Ahmad Mansyur Suryanegara (Foto: Gin Gin Tigin Ginulur/okezone)</title></images><description>BANDUNG - Sejarawan asal Bandung, Ahmad Mansyur Suryanegara syok setelah mengetahui draft buku &amp;quot;Api Sejarah&amp;quot; jilid 2 miliknya raib. Dia sempat tertegun dan bertanya-tanya siapa yang mengambil draf buku setebal 600 halaman itu.Draf buku &amp;quot;Api Sejarah&amp;quot; sendiri hilang pada saat Ahmad Mansyur menggelar diskusi mengenai bukunya dengan pelajar Islam di Gedung Djoeang Sukabumi, Rabu (9/12/2009). Begitu acara selesai, draf buku yang dia susun dari tahun 2008-2009 itu pun raib.&amp;quot;Saya sempat tertegun setelah mengetahui draf buku itu hilang. Saya lantas berpikir, siapa yang mengambil buku saya. Sebab bagi saya, itu adalah karya intelektual yang sangat pribadi,&amp;quot; kata Ahmad kepada wartawan di kediamannya Jalan Saturnus Kompleks Margahayu Raya, Minggu (13/12/2009).Ahmad kemudian menduga, hilangnya draf buku itu terjadi saat acara penandatanganan buku &amp;quot;Api Sejarah&amp;quot; jilid I. Saat itu, kata dia, draf buku api sejarah jilid 2 disimpan di atas meja.&amp;quot;Begitu selesai penandatanganan, saya lihat draf buku saya hilang. Saya tanya panitia, ada yang lihat draf buku saya diambil oleh seorang anak muda, berambut tebal tapi tidak gondrong,&amp;quot; kata Ahmad.Bersama panitia, Ahmad langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Hingga saat ini, kata dia, polisi masih terus menyelidiki kasus hilangnya draf buku tersebut.  </description><content:encoded>BANDUNG - Sejarawan asal Bandung, Ahmad Mansyur Suryanegara syok setelah mengetahui draft buku &amp;quot;Api Sejarah&amp;quot; jilid 2 miliknya raib. Dia sempat tertegun dan bertanya-tanya siapa yang mengambil draf buku setebal 600 halaman itu.Draf buku &amp;quot;Api Sejarah&amp;quot; sendiri hilang pada saat Ahmad Mansyur menggelar diskusi mengenai bukunya dengan pelajar Islam di Gedung Djoeang Sukabumi, Rabu (9/12/2009). Begitu acara selesai, draf buku yang dia susun dari tahun 2008-2009 itu pun raib.&amp;quot;Saya sempat tertegun setelah mengetahui draf buku itu hilang. Saya lantas berpikir, siapa yang mengambil buku saya. Sebab bagi saya, itu adalah karya intelektual yang sangat pribadi,&amp;quot; kata Ahmad kepada wartawan di kediamannya Jalan Saturnus Kompleks Margahayu Raya, Minggu (13/12/2009).Ahmad kemudian menduga, hilangnya draf buku itu terjadi saat acara penandatanganan buku &amp;quot;Api Sejarah&amp;quot; jilid I. Saat itu, kata dia, draf buku api sejarah jilid 2 disimpan di atas meja.&amp;quot;Begitu selesai penandatanganan, saya lihat draf buku saya hilang. Saya tanya panitia, ada yang lihat draf buku saya diambil oleh seorang anak muda, berambut tebal tapi tidak gondrong,&amp;quot; kata Ahmad.Bersama panitia, Ahmad langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Hingga saat ini, kata dia, polisi masih terus menyelidiki kasus hilangnya draf buku tersebut.  </content:encoded></item></channel></rss>
