<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kuburan Keluarga Dibongkar Paksa</title><description>Empat kuburan milik keluarga Jannatun (43) di Dusun Campor, Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, dibongkar paksa oleh ahli warisnya sendiri.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/16/340/285791/kuburan-keluarga-dibongkar-paksa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/16/340/285791/kuburan-keluarga-dibongkar-paksa"/><item><title>Kuburan Keluarga Dibongkar Paksa</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/16/340/285791/kuburan-keluarga-dibongkar-paksa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/16/340/285791/kuburan-keluarga-dibongkar-paksa</guid><pubDate>Rabu 16 Desember 2009 21:10 WIB</pubDate><dc:creator>Subairi (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>Â 
SUMENEP - Empat kuburan milik keluarga Jannatun (43) di Dusun Campor, Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, dibongkar paksa oleh ahli warisnya sendiri.
Â 
Empat kuburan tersebut berada di atas lahan milik Nahrawi (41), warga setempat. &quot;Berhubung pemilik lahan tidak ikhlas, kami sekeluarga sepakat untuk membongkar dan memindahkannya ke tempat lain,&quot; kata ahli waris kuburan, Jannatun, Rabu (16/12/2009).
Â 
Jannatun mengaku belum tahu alasan keberatan dari pihak pemilik lahan kuburan. Hanya saja sebelum terjadi pembongkaran, dia mengaku sempat terjadi ketegangan antara keluarga Jannatun dengan pemilik lahan kuburan.
Â 
Sementara itu, dari informasi yang beredar dari beberapa warga, kejadian tersebut berawal dari penutupan aliran air yang dilakukan oleh Jannatun. Akibatnya, beberapa sawah milik warga sekitar tidak mendapat air dan tanaman padinya terancam mati.
Â 
Kesal akibat tidak bisa bercocok tanam, salah satu pemilik sawah yang juga pemilik lahan kuburan, mendatangi Jannatun dan meminta agar aliran air segera dibuka. Berhubung permintaaanya tidak digubris, akhirnya Nahrawi meminta agar empat kuburan yang ada di lahannya segera dibongkar.
Â 
&quot;Mungkin merasa tersinggung, akhirnya keluarga membongkar sendiri kuburan yang berada di lahan Pak Nahrawi,&quot; ungkap Zn (25), warga Desa Campor Barat, Keecamatan Ambunten.
Â 
Kapolsek Ambunten AKP Sumaryono mengatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut. Dalam waktu dekat, dia akan memanggil aparat desa serta warga yang bersengketa. Alasannya, bila kasus ini tidak segera difasilirasi bisa berpotensi memunculkan masalah yang lebih besar.
Â 
&quot;Paling tidak sebagai langkah antisipasi, biar persoalannya tidak terus berkepanjangan,&quot; tambahnya.
Â </description><content:encoded>Â 
SUMENEP - Empat kuburan milik keluarga Jannatun (43) di Dusun Campor, Desa Campor Barat, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, dibongkar paksa oleh ahli warisnya sendiri.
Â 
Empat kuburan tersebut berada di atas lahan milik Nahrawi (41), warga setempat. &quot;Berhubung pemilik lahan tidak ikhlas, kami sekeluarga sepakat untuk membongkar dan memindahkannya ke tempat lain,&quot; kata ahli waris kuburan, Jannatun, Rabu (16/12/2009).
Â 
Jannatun mengaku belum tahu alasan keberatan dari pihak pemilik lahan kuburan. Hanya saja sebelum terjadi pembongkaran, dia mengaku sempat terjadi ketegangan antara keluarga Jannatun dengan pemilik lahan kuburan.
Â 
Sementara itu, dari informasi yang beredar dari beberapa warga, kejadian tersebut berawal dari penutupan aliran air yang dilakukan oleh Jannatun. Akibatnya, beberapa sawah milik warga sekitar tidak mendapat air dan tanaman padinya terancam mati.
Â 
Kesal akibat tidak bisa bercocok tanam, salah satu pemilik sawah yang juga pemilik lahan kuburan, mendatangi Jannatun dan meminta agar aliran air segera dibuka. Berhubung permintaaanya tidak digubris, akhirnya Nahrawi meminta agar empat kuburan yang ada di lahannya segera dibongkar.
Â 
&quot;Mungkin merasa tersinggung, akhirnya keluarga membongkar sendiri kuburan yang berada di lahan Pak Nahrawi,&quot; ungkap Zn (25), warga Desa Campor Barat, Keecamatan Ambunten.
Â 
Kapolsek Ambunten AKP Sumaryono mengatakan akan menindaklanjuti kasus tersebut. Dalam waktu dekat, dia akan memanggil aparat desa serta warga yang bersengketa. Alasannya, bila kasus ini tidak segera difasilirasi bisa berpotensi memunculkan masalah yang lebih besar.
Â 
&quot;Paling tidak sebagai langkah antisipasi, biar persoalannya tidak terus berkepanjangan,&quot; tambahnya.
Â </content:encoded></item></channel></rss>
