<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>CICAK Gelar Pameran Lukisan Antikorupsi</title><description>Gerakan Cinta Indonesia Cinta Anti-Korupsi (CICAK) menggelar pameran lukisan, karikatur, dan foto-foto bertema antikorupsi di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/18/339/286405/cicak-gelar-pameran-lukisan-antikorupsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/18/339/286405/cicak-gelar-pameran-lukisan-antikorupsi"/><item><title>CICAK Gelar Pameran Lukisan Antikorupsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/18/339/286405/cicak-gelar-pameran-lukisan-antikorupsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/18/339/286405/cicak-gelar-pameran-lukisan-antikorupsi</guid><pubDate>Jum'at 18 Desember 2009 18:20 WIB</pubDate><dc:creator>Frida Astuti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/18/339/286405/iWLcy6Bcey.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/18/339/286405/iWLcy6Bcey.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Gerakan Cinta Indonesia Cinta Anti-Korupsi (CICAK) menggelar pameran lukisan, karikatur, dan foto-foto bertema antikorupsi di Blitz Megaplex,  Grand Indonesia, Jakarta.&amp;ldquo;Pergerakan dan perjuangan melawan korupsi tidak harus dilakukan dengan demonstrasi. CICAK percaya bahwa kampanye antikorupsi bisa lebih efektif dan strategis apabila dilakukan melalui seni dan budaya,&amp;rdquo; demikian dilansir aktivis CICAK dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (18/12/2009).Beberapa seniman lukis besar seperti Herry Dim, Isa Perkasa, dan Tisna Sanjaya turut berpartisipasi dalam pameran yang digelar, Jumat hingga Minggu mendatang ini.Selain foto, sejumlah karikatur bertema antikorupsi juga bakal dipamerkan. Sejumlah karikaturis besar seperti Ismail Kribo (kompas) dan Dwi Koen (Panji Koming) juga bakal melelang karyanya.Hasil lelang akan disumbangkan untuk gerakan antikorupsi. Salah satu yang dilelang adalah poster jumbo yang bertuliskan &amp;ldquo;mafia peradilan adalah penghancur keadilan&quot; yang dipatok dengan harga Rp30 juta.Menurut Sekjen Transparansi Internasional Indonesia Teten Masduki, yang membuka pameran, acara ini ditujukan agar masyarakat lebih mengenal bahaya laten korupsi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini tujuannya agar kita lebih memasyarakat. (Menjelaskan) betapa korupsi itu sudah merajalela dan harus diberantas. Dan ini juga sebagai upaya sosialisasi,&quot; ujar Teten.</description><content:encoded>JAKARTA - Gerakan Cinta Indonesia Cinta Anti-Korupsi (CICAK) menggelar pameran lukisan, karikatur, dan foto-foto bertema antikorupsi di Blitz Megaplex,  Grand Indonesia, Jakarta.&amp;ldquo;Pergerakan dan perjuangan melawan korupsi tidak harus dilakukan dengan demonstrasi. CICAK percaya bahwa kampanye antikorupsi bisa lebih efektif dan strategis apabila dilakukan melalui seni dan budaya,&amp;rdquo; demikian dilansir aktivis CICAK dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (18/12/2009).Beberapa seniman lukis besar seperti Herry Dim, Isa Perkasa, dan Tisna Sanjaya turut berpartisipasi dalam pameran yang digelar, Jumat hingga Minggu mendatang ini.Selain foto, sejumlah karikatur bertema antikorupsi juga bakal dipamerkan. Sejumlah karikaturis besar seperti Ismail Kribo (kompas) dan Dwi Koen (Panji Koming) juga bakal melelang karyanya.Hasil lelang akan disumbangkan untuk gerakan antikorupsi. Salah satu yang dilelang adalah poster jumbo yang bertuliskan &amp;ldquo;mafia peradilan adalah penghancur keadilan&quot; yang dipatok dengan harga Rp30 juta.Menurut Sekjen Transparansi Internasional Indonesia Teten Masduki, yang membuka pameran, acara ini ditujukan agar masyarakat lebih mengenal bahaya laten korupsi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini tujuannya agar kita lebih memasyarakat. (Menjelaskan) betapa korupsi itu sudah merajalela dan harus diberantas. Dan ini juga sebagai upaya sosialisasi,&quot; ujar Teten.</content:encoded></item></channel></rss>
