<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Investor China Keukeuh Bikin Subway di Bandung</title><description>Wacana pembangunan jalur kereta bawah tanah atau subway sepanjang 7 kilometer dari Terminal Cicaheum hingga Rumah Sakit Rajawali, Bandung, kembali bergulir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/18/340/286381/investor-china-keukeuh-bikin-subway-di-bandung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/18/340/286381/investor-china-keukeuh-bikin-subway-di-bandung"/><item><title>Investor China Keukeuh Bikin Subway di Bandung</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/18/340/286381/investor-china-keukeuh-bikin-subway-di-bandung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/18/340/286381/investor-china-keukeuh-bikin-subway-di-bandung</guid><pubDate>Jum'at 18 Desember 2009 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Gin Gin Tigin Ginulur</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>BANDUNG - Wacana pembangunan jalur kereta bawah tanah atau subway sepanjang 7 kilometer dari Terminal Cicaheum hingga Rumah Sakit Rajawali, Bandung, kembali bergulir.
&amp;nbsp;
Meski Pemerintah Kota Bandung sudah memaparkan kendala terkait rencana pembangunan subway tersebut, pihak investor China tetap keukeuh membangunnya.
&amp;nbsp;
&quot;Saat ini masih dalam tahap pembicaraan. Kita sudah paparkan mengenai hambatan pembangunan subway tersebut, investor tetap keukeuh ingin membangunnya di Bandung,&quot; kata Wali Kota Bandug Dada Rosada kepada wartawan di Masjid Al Ukuwah Jalan Aceh Bandung, Jumat (18/12/2009).
&amp;nbsp;
Selain hambatan fisik, kata Dada, pihaknya juga masih membicarakan mengenai keuntungan yang didapat dari pembangunan subway tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kita belum tahu nilai investasi dan keuntungan yang diperoleh dalam berapa lama. Apakah satu tahun atau dua tahun,&quot; tandas Dada.
&amp;nbsp;
Berdasarkan informasi, dana pembangunan proyek ini berasal dari pinjaman lunak Pemerintah Republik Rakyat China senilai Rp700 miliar.
&amp;nbsp;
Jalur kereta api bawah tanah ini akan melintas dari Terminal Cicaheum-Gedung Sate-Taman Abdul Rivai-Pasar Ciroyom sampai Rumah Sakit Rajawali.
&amp;nbsp;
Pembangunan jalur kereta bawah tanah ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung. Selain itu, salah satu ciri kota metropolitan adalah kota yang memiliki jalur kereta bawah tanah.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>BANDUNG - Wacana pembangunan jalur kereta bawah tanah atau subway sepanjang 7 kilometer dari Terminal Cicaheum hingga Rumah Sakit Rajawali, Bandung, kembali bergulir.
&amp;nbsp;
Meski Pemerintah Kota Bandung sudah memaparkan kendala terkait rencana pembangunan subway tersebut, pihak investor China tetap keukeuh membangunnya.
&amp;nbsp;
&quot;Saat ini masih dalam tahap pembicaraan. Kita sudah paparkan mengenai hambatan pembangunan subway tersebut, investor tetap keukeuh ingin membangunnya di Bandung,&quot; kata Wali Kota Bandug Dada Rosada kepada wartawan di Masjid Al Ukuwah Jalan Aceh Bandung, Jumat (18/12/2009).
&amp;nbsp;
Selain hambatan fisik, kata Dada, pihaknya juga masih membicarakan mengenai keuntungan yang didapat dari pembangunan subway tersebut.
&amp;nbsp;
&quot;Kita belum tahu nilai investasi dan keuntungan yang diperoleh dalam berapa lama. Apakah satu tahun atau dua tahun,&quot; tandas Dada.
&amp;nbsp;
Berdasarkan informasi, dana pembangunan proyek ini berasal dari pinjaman lunak Pemerintah Republik Rakyat China senilai Rp700 miliar.
&amp;nbsp;
Jalur kereta api bawah tanah ini akan melintas dari Terminal Cicaheum-Gedung Sate-Taman Abdul Rivai-Pasar Ciroyom sampai Rumah Sakit Rajawali.
&amp;nbsp;
Pembangunan jalur kereta bawah tanah ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung. Selain itu, salah satu ciri kota metropolitan adalah kota yang memiliki jalur kereta bawah tanah.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
