<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Umat Kristiani Padang Rayakan Natal di Tenda</title><description>Gempa bumi yang mengguncang Sumatera Barat 30 September lalu masih menyisakan kisah pilu bagi warga Kota Padang, terutama umat Kristiani yang harus merayakan Natal di tenda, karena gereja yang selama ini menjadi sarana beribah hancur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/21/340/286861/umat-kristiani-padang-rayakan-natal-di-tenda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/21/340/286861/umat-kristiani-padang-rayakan-natal-di-tenda"/><item><title>Umat Kristiani Padang Rayakan Natal di Tenda</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/21/340/286861/umat-kristiani-padang-rayakan-natal-di-tenda</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/21/340/286861/umat-kristiani-padang-rayakan-natal-di-tenda</guid><pubDate>Senin 21 Desember 2009 11:54 WIB</pubDate><dc:creator>Rus Akbar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/21/340/286861/YUZwoFweZc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Rus Akbar (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/21/340/286861/YUZwoFweZc.jpg</image><title>Foto: Rus Akbar (okezone)</title></images><description>PADANG - Gempa bumi yang mengguncang Sumatera Barat  30 September lalu masih menyisakan kisah pilu bagi warga Kota Padang, terutama umat Kristiani yang harus merayakan Natal di tenda, karena gereja yang selama ini menjadi sarana beribah hancur.
&amp;nbsp;
Inilah yang terjadi di Gereja Katolik Katedral, Santa Theresia, di Jalan Bundo Kanduang, Padang. Sebagian sarana peribadatan hancur pada bagian altar. Seluruh isi gereja dan plakatnya juga berantakan.
&amp;nbsp;
Menurut Uskup Padang MGR Martinus Dogma Situmorang di Keuskupan Padang, untuk memperbaiki gereja yang rusak akibat gempa itu membutuhkan waktu cukup lama.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Kondisinya gereja rusak berat, apalagi gereja-gereja yang di bawah naungan Keuskukpan Padang merupakan gereja tua,&amp;rdquo; ujarnya, Senin (21/12/2009).
Menurut dia, pihaknya akan menyesuaikannya dengan kondisi Natal dengan cara melakukan misa atau ibadah di tenda. Diharapkan, Natal kali ini mendorong penyadaran umat Kristiani terhadap solidaritas antarmanusia.
&amp;nbsp;
Gereja Katedral itu menampung sebanyak 700 umat. Agar tidak terjadi pelimpahan jemaat, keuskupan sudah menetapkan untuk memakai Gereja Santo Yusuf di kawasan Pondok yang biasanya dipakai untuk pernikahaan dan pemakaman. Selain itu, gereja Paroki Santo Fransiskus Asisi di Padang Baru yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman juga tetap dibuka karena kondisi gereja tersebut hanya mengalami rusak ringan.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Untuk gereja Katedral kita akan menambah misa sebanyak  tujuh kali pada 25 Desember mendatang yang sebelumnya hanya lima kali. Sedangkan perayaan malam Natal 24 Desember itu hanya dirayakan satu kali,&amp;rdquo; tandas Martinus.
&amp;nbsp;
Jumlah seluruh jemaat yang ada di bawah naungan Keuskupan Padang termasuk Riau, Kepri, dan Kerinci, mencapai 45 ribu jiwa. &amp;rdquo;Sementara kerugian yang dialami keusukupan Padang termasuk sekolah yang dikelola Keuskupan Padang dan gereja di Sumatera Barat mencapai Rp97 miliar,&amp;rdquo; pungkas Martinus yang juga menjabat Ketua Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) ini.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>PADANG - Gempa bumi yang mengguncang Sumatera Barat  30 September lalu masih menyisakan kisah pilu bagi warga Kota Padang, terutama umat Kristiani yang harus merayakan Natal di tenda, karena gereja yang selama ini menjadi sarana beribah hancur.
&amp;nbsp;
Inilah yang terjadi di Gereja Katolik Katedral, Santa Theresia, di Jalan Bundo Kanduang, Padang. Sebagian sarana peribadatan hancur pada bagian altar. Seluruh isi gereja dan plakatnya juga berantakan.
&amp;nbsp;
Menurut Uskup Padang MGR Martinus Dogma Situmorang di Keuskupan Padang, untuk memperbaiki gereja yang rusak akibat gempa itu membutuhkan waktu cukup lama.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Kondisinya gereja rusak berat, apalagi gereja-gereja yang di bawah naungan Keuskukpan Padang merupakan gereja tua,&amp;rdquo; ujarnya, Senin (21/12/2009).
Menurut dia, pihaknya akan menyesuaikannya dengan kondisi Natal dengan cara melakukan misa atau ibadah di tenda. Diharapkan, Natal kali ini mendorong penyadaran umat Kristiani terhadap solidaritas antarmanusia.
&amp;nbsp;
Gereja Katedral itu menampung sebanyak 700 umat. Agar tidak terjadi pelimpahan jemaat, keuskupan sudah menetapkan untuk memakai Gereja Santo Yusuf di kawasan Pondok yang biasanya dipakai untuk pernikahaan dan pemakaman. Selain itu, gereja Paroki Santo Fransiskus Asisi di Padang Baru yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman juga tetap dibuka karena kondisi gereja tersebut hanya mengalami rusak ringan.
&amp;nbsp;
&amp;rdquo;Untuk gereja Katedral kita akan menambah misa sebanyak  tujuh kali pada 25 Desember mendatang yang sebelumnya hanya lima kali. Sedangkan perayaan malam Natal 24 Desember itu hanya dirayakan satu kali,&amp;rdquo; tandas Martinus.
&amp;nbsp;
Jumlah seluruh jemaat yang ada di bawah naungan Keuskupan Padang termasuk Riau, Kepri, dan Kerinci, mencapai 45 ribu jiwa. &amp;rdquo;Sementara kerugian yang dialami keusukupan Padang termasuk sekolah yang dikelola Keuskupan Padang dan gereja di Sumatera Barat mencapai Rp97 miliar,&amp;rdquo; pungkas Martinus yang juga menjabat Ketua Konfrensi Wali Gereja Indonesia (KWI) ini.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
