<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>10 Warga Blitar Tewas Terserang DBD</title><description>Sedikitnya 481 warga Kabupaten Blitar, mulai bulan Januari hingga Desember 2009, menjadi korban gigitan nyamuk aedes aegypti.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/22/340/287092/10-warga-blitar-tewas-terserang-dbd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/22/340/287092/10-warga-blitar-tewas-terserang-dbd"/><item><title>10 Warga Blitar Tewas Terserang DBD</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/22/340/287092/10-warga-blitar-tewas-terserang-dbd</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/22/340/287092/10-warga-blitar-tewas-terserang-dbd</guid><pubDate>Selasa 22 Desember 2009 00:29 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>&amp;nbsp;
BLITAR - Sedikitnya 481 warga Kabupaten Blitar, mulai bulan Januari hingga Desember 2009, menjadi korban gigitan nyamuk aedes aegypti.
&amp;nbsp;
Dari jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) itu, 10 di antaranya meninggal dunia.
&amp;nbsp;
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Kuspardani, satu pasien meninggal pada Senin (21/12/2009). Korban berasal dari Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan.
&amp;nbsp;
&quot;Silakan hubungi kabid saja,&quot; ujar Kuspardani yang mengaku tengah berada di luar kota.
&amp;nbsp;
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Hari Purwanto yang dikonfirmasi terpisah juga mengaku tengah berada di  Surabaya. Hari mengatakan jika mayoritas penderita DBD adalah anak-anak.
&amp;nbsp;
Dibanding tahun 2008, jumlah kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Blitar, menurut Hari  tidak jauh beda. &quot;Untuk korban yang meninggal dunia juga tidak jauh beda,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Sekretaris Dinkes Kabupaten Blitar Indarti menambahkan, dalam kasus ini pihaknya telah melakukan tindakan, termasuk di antaranya melakukan fogging di daerah yang menjadi endemis DBD.
&amp;nbsp;
Sementara menanggapi hal ini anggota DPRD Kabupaten Blitar dari Partai Amanat Nasional M Anshori meminta dinas terkait untuk serius melakukan penanganan. Jangan sampai apa yang dijanjikan dinas hanyalah lip service semata. &quot;Sebab ini menyangkut kesehatan masyarakat. Jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah keadaan sudah genting,&quot; ujarnya singkat.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>&amp;nbsp;
BLITAR - Sedikitnya 481 warga Kabupaten Blitar, mulai bulan Januari hingga Desember 2009, menjadi korban gigitan nyamuk aedes aegypti.
&amp;nbsp;
Dari jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) itu, 10 di antaranya meninggal dunia.
&amp;nbsp;
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Kuspardani, satu pasien meninggal pada Senin (21/12/2009). Korban berasal dari Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan.
&amp;nbsp;
&quot;Silakan hubungi kabid saja,&quot; ujar Kuspardani yang mengaku tengah berada di luar kota.
&amp;nbsp;
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Hari Purwanto yang dikonfirmasi terpisah juga mengaku tengah berada di  Surabaya. Hari mengatakan jika mayoritas penderita DBD adalah anak-anak.
&amp;nbsp;
Dibanding tahun 2008, jumlah kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Blitar, menurut Hari  tidak jauh beda. &quot;Untuk korban yang meninggal dunia juga tidak jauh beda,&quot; paparnya.
&amp;nbsp;
Sekretaris Dinkes Kabupaten Blitar Indarti menambahkan, dalam kasus ini pihaknya telah melakukan tindakan, termasuk di antaranya melakukan fogging di daerah yang menjadi endemis DBD.
&amp;nbsp;
Sementara menanggapi hal ini anggota DPRD Kabupaten Blitar dari Partai Amanat Nasional M Anshori meminta dinas terkait untuk serius melakukan penanganan. Jangan sampai apa yang dijanjikan dinas hanyalah lip service semata. &quot;Sebab ini menyangkut kesehatan masyarakat. Jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah keadaan sudah genting,&quot; ujarnya singkat.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
