<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahasiswi Makassar Tuntut Ruang Menyusui</title><description>Ratusan mahasiswa di Kota Makassar yang tergabung dalam Korps HMIwati Sulselbar menggelar unjuk rasa di Monumen Mandala memperingati Hari Ibu se-dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/22/340/287236/mahasiswi-makassar-tuntut-ruang-menyusui</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/22/340/287236/mahasiswi-makassar-tuntut-ruang-menyusui"/><item><title>Mahasiswi Makassar Tuntut Ruang Menyusui</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/22/340/287236/mahasiswi-makassar-tuntut-ruang-menyusui</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/22/340/287236/mahasiswi-makassar-tuntut-ruang-menyusui</guid><pubDate>Selasa 22 Desember 2009 12:33 WIB</pubDate><dc:creator>Andi Aisyah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/22/340/287236/uxKQRieGWC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dok. Koran Seputar Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/22/340/287236/uxKQRieGWC.jpg</image><title>Dok. Koran Seputar Indonesia</title></images><description>MAKASSAR &amp;ndash; Ratusan mahasiswa di Kota Makassar yang tergabung dalam Korps HMIwati Sulselbar menggelar unjuk rasa di Monumen Mandala memperingati Hari Ibu se-dunia.
&amp;nbsp;
Dalam peringatan Hari Ibu kali ini, mereka menyuarakan beberapa tuntutan di antaranya agar pemerintah dapat menyediakan ruangan khusus menyusui dan penitipan anak di tempat bekerja.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami menuntut ruang khusus menyusui dan penitipan anak agar kasih sayang ibu kepada anaknya tetap diberikan di setiap kesempatan,&amp;rdquo; ujar koordinator aksi Asriyani kepada wartawan, selasa (22/12/2009).
&amp;nbsp;
Selain itu, mereka juga menuntut kepada pemerintah agar terus mengeluarkan kebijakan yang meguntungkan kaum perempuan terutama para ibu. Salah satunya program reproduksi kaum ibu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini harus dilakukan karena angka kematian ibu masih sangat tinggi bahkan setiap tahunnya selalu meningkat,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;
Aksi ini diwarnai dengan pembagian karangan bunga kepada para pengendara yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Beberapa peserta aksi juga nampak mengenakan pakaian adat Sulsel, baju bodo, sebagai simbol perempuan memiliki hak yang sama dengan lelaki.
&amp;nbsp;
Kendati berjalan tertib, aksi ini tetap mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Sekira pukul 11.00 Wita, aksi pun berakhir dengan damai.</description><content:encoded>MAKASSAR &amp;ndash; Ratusan mahasiswa di Kota Makassar yang tergabung dalam Korps HMIwati Sulselbar menggelar unjuk rasa di Monumen Mandala memperingati Hari Ibu se-dunia.
&amp;nbsp;
Dalam peringatan Hari Ibu kali ini, mereka menyuarakan beberapa tuntutan di antaranya agar pemerintah dapat menyediakan ruangan khusus menyusui dan penitipan anak di tempat bekerja.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami menuntut ruang khusus menyusui dan penitipan anak agar kasih sayang ibu kepada anaknya tetap diberikan di setiap kesempatan,&amp;rdquo; ujar koordinator aksi Asriyani kepada wartawan, selasa (22/12/2009).
&amp;nbsp;
Selain itu, mereka juga menuntut kepada pemerintah agar terus mengeluarkan kebijakan yang meguntungkan kaum perempuan terutama para ibu. Salah satunya program reproduksi kaum ibu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini harus dilakukan karena angka kematian ibu masih sangat tinggi bahkan setiap tahunnya selalu meningkat,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;
Aksi ini diwarnai dengan pembagian karangan bunga kepada para pengendara yang melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar. Beberapa peserta aksi juga nampak mengenakan pakaian adat Sulsel, baju bodo, sebagai simbol perempuan memiliki hak yang sama dengan lelaki.
&amp;nbsp;
Kendati berjalan tertib, aksi ini tetap mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Sekira pukul 11.00 Wita, aksi pun berakhir dengan damai.</content:encoded></item></channel></rss>
