<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belasan Harimau Turun ke Permukiman Warga Riau </title><description>Belasan ekor harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berkeliaran di permukiman warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cinaku, Kabupaten Inhu, Riau.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/23/340/287744/belasan-harimau-turun-ke-permukiman-warga-riau</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/23/340/287744/belasan-harimau-turun-ke-permukiman-warga-riau"/><item><title>Belasan Harimau Turun ke Permukiman Warga Riau </title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/23/340/287744/belasan-harimau-turun-ke-permukiman-warga-riau</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/23/340/287744/belasan-harimau-turun-ke-permukiman-warga-riau</guid><pubDate>Rabu 23 Desember 2009 21:00 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/23/340/287744/HsrQina4cz.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/23/340/287744/HsrQina4cz.jpg</image><title></title></images><description>PEKANBARU - Belasan ekor harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berkeliaran di permukiman warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cinaku, Kabupaten Inhu, Riau. Warga resah, namun sejauh ini belum ada langkah apapun dari pemerihtah setempat.
&amp;nbsp;
Kepala Desa Tanjung Sari, Miswanto mengatakan peristiwa harimau berkeliaran dipermukiman warga sudah terjadi dalam sebulan terakhir. Si datuk, sebutan harimau, kadang berkeliaran di rumah warga secara bergerombol maupun sendiri-sendiri.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Warga sangat resah, harimau itu menampakan di tengah-tengah warga. Kadang kalau sedang istirahat harimau itu mengaum. Kita sudah laporkan ke Pemkab Inhu maupun BKSDA namun belum ada tanggapan,&amp;rdquo; katanya kepada okezone, Rabu (23/12/2009).
&amp;nbsp;
Menurut Miswanto, harimau itu turun kemungkinan disebabkan pembukaan hutan Krumutan yang termasuk hutan marga Satwa yang berada di Kabupaten Inhu dan Kabupaten Inhil oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;RAPP sudah melakukan aksi penebangan hutan diperbatasan Inhu dan Inhil selama 6 bulan terakhir. Mungkin inilah yang menyebabkan keluar harimau ke permukiman karena hutan selama ini tempat mereka hidup dibabat oleh PT RAPP,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Dia bersama masyarakat mengaku sudah melaporkan tindakan RAPP ke Kabupaten Inhu. Namun Pemkab sendiri mengaku tidak mengatahui apakah penebangan kayu hutan dan menggantinya dengan tanaman kayu akasia RAPP itu sudah masuk ke wilayah Kabupaten Inhu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Perambahan kayu PT RAPP kini sudah masuk desa kita. Warga sendiri saja tidak dibolehkan mengambil kayu bakar di hutan itu, jika mengambil warga ditangkap polisi yang kini membekingi operasi RAPP. Namun mereka sendiri bebas menebangi kayu kami. Hingga saat ini kita maupun pemkab belum bisa memastikan tapal batas wilayah Inhu dan Inhil,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Untuk itu dia berharap agar secepatnya pemerintah memberikan solusi untuk menyikapi harimau yang kini menghantui warga. Karena warga takut akan menjadi korban keganasan harimau yang kini kehilangan rumahnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>PEKANBARU - Belasan ekor harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae) berkeliaran di permukiman warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Kuala Cinaku, Kabupaten Inhu, Riau. Warga resah, namun sejauh ini belum ada langkah apapun dari pemerihtah setempat.
&amp;nbsp;
Kepala Desa Tanjung Sari, Miswanto mengatakan peristiwa harimau berkeliaran dipermukiman warga sudah terjadi dalam sebulan terakhir. Si datuk, sebutan harimau, kadang berkeliaran di rumah warga secara bergerombol maupun sendiri-sendiri.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Warga sangat resah, harimau itu menampakan di tengah-tengah warga. Kadang kalau sedang istirahat harimau itu mengaum. Kita sudah laporkan ke Pemkab Inhu maupun BKSDA namun belum ada tanggapan,&amp;rdquo; katanya kepada okezone, Rabu (23/12/2009).
&amp;nbsp;
Menurut Miswanto, harimau itu turun kemungkinan disebabkan pembukaan hutan Krumutan yang termasuk hutan marga Satwa yang berada di Kabupaten Inhu dan Kabupaten Inhil oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;RAPP sudah melakukan aksi penebangan hutan diperbatasan Inhu dan Inhil selama 6 bulan terakhir. Mungkin inilah yang menyebabkan keluar harimau ke permukiman karena hutan selama ini tempat mereka hidup dibabat oleh PT RAPP,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Dia bersama masyarakat mengaku sudah melaporkan tindakan RAPP ke Kabupaten Inhu. Namun Pemkab sendiri mengaku tidak mengatahui apakah penebangan kayu hutan dan menggantinya dengan tanaman kayu akasia RAPP itu sudah masuk ke wilayah Kabupaten Inhu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Perambahan kayu PT RAPP kini sudah masuk desa kita. Warga sendiri saja tidak dibolehkan mengambil kayu bakar di hutan itu, jika mengambil warga ditangkap polisi yang kini membekingi operasi RAPP. Namun mereka sendiri bebas menebangi kayu kami. Hingga saat ini kita maupun pemkab belum bisa memastikan tapal batas wilayah Inhu dan Inhil,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Untuk itu dia berharap agar secepatnya pemerintah memberikan solusi untuk menyikapi harimau yang kini menghantui warga. Karena warga takut akan menjadi korban keganasan harimau yang kini kehilangan rumahnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
