<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Empat Bocah Terlantar Dikirim Ke Panti Sosial</title><description>Seluruh warga di Kampung Sidamukti, Jalan SMP Segar RT 003/01, Sukamaju, Sukmajaya, Depok mengaku tidak sanggup lagi mengurus empat bocah anak pasangan Dadan dan Yanti. Pasalnya, pasutri tersebut hingga kini belum kembali menengok anak-anaknya setelah kabur dari kejaran PJTKI sejak satu pekan lalu.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/25/338/288249/empat-bocah-terlantar-dikirim-ke-panti-sosial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/25/338/288249/empat-bocah-terlantar-dikirim-ke-panti-sosial"/><item><title>Empat Bocah Terlantar Dikirim Ke Panti Sosial</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/25/338/288249/empat-bocah-terlantar-dikirim-ke-panti-sosial</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/25/338/288249/empat-bocah-terlantar-dikirim-ke-panti-sosial</guid><pubDate>Jum'at 25 Desember 2009 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/25/338/288249/ELLC2lrVWZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Marieska VH (okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/25/338/288249/ELLC2lrVWZ.jpg</image><title>Foto: Marieska VH (okezone)</title></images><description>DEPOK - Seluruh warga di Kampung Sidamukti, Jalan SMP Segar RT 003/01, Sukamaju, Sukmajaya, Depok mengaku tidak sanggup lagi mengurus empat bocah anak pasangan Dadan dan Yanti. Pasalnya, pasutri tersebut hingga kini belum kembali menengok anak-anaknya setelah kabur dari kejaran PJTKI sejak satu pekan lalu.
&amp;nbsp;
Penanggungjawab kontrakan Dadan dan Yanti, Edi Sumarno menuturkan, seluruh tetangga selama ini bahu-membahu patungan uang untuk membeli susu bagi putri terakhir Dadan dan Yanti yang masih berusia lima bulan. Bahkan, sejumlah tetangga, kata Edi, ada yang ingin mengadopsi salah satu anak dari bocah-bocah terlantar itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Banyak yang merawat, tapi kalau terus menerus kami tidak sanggup, orangtuanya tidak tanggung jawab. Ada yang mau adopsi tapi tidak saya kasih, karena masih menunggu kedatangan orang tuanya,&amp;rdquo; jelas Edi kepada wartawan, Jumat (25/12/09).
&amp;nbsp;
Karena itu, kata Edi, warga melaporkan kasus tersebut kepada Polsek Sukmajaya dengan mendapatkan solusi untuk mengirim keempat anak tersebut ke panti sosial. Pihak polisi, ujar Edi, akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial kota Depok untuk mengurus kasus tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya beri waktu hinga Senin pagi nanti, kalau orangtuanya tidak kembali, akan kami kirim ke Panti Sosial di Jakarta Timur,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;
Belakangan diketahui, Yanti adalah istri keempat Dadan yang hanya berprofesi sebagai sopir dan menghasilkan lima orang anak. Keempat anak yang ditinggalkan berada di Depok, sedangkan anak lainnya ditinggallan di kampungnya di daerah Banjar Patroman, Cirebon.</description><content:encoded>DEPOK - Seluruh warga di Kampung Sidamukti, Jalan SMP Segar RT 003/01, Sukamaju, Sukmajaya, Depok mengaku tidak sanggup lagi mengurus empat bocah anak pasangan Dadan dan Yanti. Pasalnya, pasutri tersebut hingga kini belum kembali menengok anak-anaknya setelah kabur dari kejaran PJTKI sejak satu pekan lalu.
&amp;nbsp;
Penanggungjawab kontrakan Dadan dan Yanti, Edi Sumarno menuturkan, seluruh tetangga selama ini bahu-membahu patungan uang untuk membeli susu bagi putri terakhir Dadan dan Yanti yang masih berusia lima bulan. Bahkan, sejumlah tetangga, kata Edi, ada yang ingin mengadopsi salah satu anak dari bocah-bocah terlantar itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Banyak yang merawat, tapi kalau terus menerus kami tidak sanggup, orangtuanya tidak tanggung jawab. Ada yang mau adopsi tapi tidak saya kasih, karena masih menunggu kedatangan orang tuanya,&amp;rdquo; jelas Edi kepada wartawan, Jumat (25/12/09).
&amp;nbsp;
Karena itu, kata Edi, warga melaporkan kasus tersebut kepada Polsek Sukmajaya dengan mendapatkan solusi untuk mengirim keempat anak tersebut ke panti sosial. Pihak polisi, ujar Edi, akan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sosial kota Depok untuk mengurus kasus tersebut.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Saya beri waktu hinga Senin pagi nanti, kalau orangtuanya tidak kembali, akan kami kirim ke Panti Sosial di Jakarta Timur,&amp;rdquo; tegasnya.
&amp;nbsp;
Belakangan diketahui, Yanti adalah istri keempat Dadan yang hanya berprofesi sebagai sopir dan menghasilkan lima orang anak. Keempat anak yang ditinggalkan berada di Depok, sedangkan anak lainnya ditinggallan di kampungnya di daerah Banjar Patroman, Cirebon.</content:encoded></item></channel></rss>
