<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Nadia: Saya Merasa Diri Saya Perempuan</title><description>Agus Widoyo (sebelumnya disebut Agus Wirdiyanto), yang berubah menjadi perempuan bernama Nadia Ilmira Arkadia, merasa dirinya telah menjadi perempuan sejak lahir.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/25/340/288115/nadia-saya-merasa-diri-saya-perempuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/25/340/288115/nadia-saya-merasa-diri-saya-perempuan"/><item><title>Nadia: Saya Merasa Diri Saya Perempuan</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/25/340/288115/nadia-saya-merasa-diri-saya-perempuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/25/340/288115/nadia-saya-merasa-diri-saya-perempuan</guid><pubDate>Jum'at 25 Desember 2009 09:00 WIB</pubDate><dc:creator>Amirul Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/25/340/288115/cnV4vSqvTL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Nadia Ilmira Arkadia (Foto: Amirul Hasan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/25/340/288115/cnV4vSqvTL.jpg</image><title>Nadia Ilmira Arkadia (Foto: Amirul Hasan/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Agus Widoyo (sebelumnya disebut Agus Wirdiyanto), yang berubah menjadi perempuan bernama Nadia Ilmira Arkadia, merasa dirinya telah menjadi perempuan sejak lahir.Dea, begitu dia ingin disapa, ingin berteriak bahwa dirinya adalah perempuan, meski alat kelamin yang dimilikinya ternyata berbeda.&quot;Ketika aku lahir aku sudah mau mengatakan (jenis kelamin) ini suatu yang salah,&amp;rdquo; ungkapnya saat berbincang dengan beberapa wartawan di Wisma Nusantara, Kamis (24/12/2009) malam.Nadia mengaku, seandainya dia diberikan pilihan untuk menentukan jenis kelamin sejak kecil ia pun akan memilih menjadi perempuan. Menurut Dea, sejak kecil kondisi psikologisnya perempuan, oleh karenanya keadaan fisiknya pun mengikuti.&quot;Kalau laki-laki main bola, saya tidak, makanya kaki saya tidak besar. Saya juga tidak pernah membawa air sehingga tangan saya tidak berotot,&quot; tuturnya.Sejak kecil, aku Dea, dirinya memang bertingkah seperti perempuan. Dirinya lebih sering bermain dengan teman-temannya yang berjenis kelamin perempuan, ia juga lebih sering bermain boneka dan permainan perempuan lainnya. &quot;Perlakuan tidak enak memang ada, tapi tidak ada yang ekstrim,&quot; akunya.&quot;Saya merasa diri saya perempuan dan saya harus melakukan sesuatu layaknya perempuan,&quot; imbuhnya.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri Batang Jawa Tengah mengabulkan permohonan Agus Widoyo untuk mengubah jenis kelamin dari laki-laki menjadi perempuan pada 22 Desember lalu.Berbekal keputusan itu, Dea mendapatkan legalitas sebagai perempuan, sehingga ia bisa mengubah KTP, Ijazah dan Identitas lainnya yang mengungkap jenis kelamin.</description><content:encoded>JAKARTA - Agus Widoyo (sebelumnya disebut Agus Wirdiyanto), yang berubah menjadi perempuan bernama Nadia Ilmira Arkadia, merasa dirinya telah menjadi perempuan sejak lahir.Dea, begitu dia ingin disapa, ingin berteriak bahwa dirinya adalah perempuan, meski alat kelamin yang dimilikinya ternyata berbeda.&quot;Ketika aku lahir aku sudah mau mengatakan (jenis kelamin) ini suatu yang salah,&amp;rdquo; ungkapnya saat berbincang dengan beberapa wartawan di Wisma Nusantara, Kamis (24/12/2009) malam.Nadia mengaku, seandainya dia diberikan pilihan untuk menentukan jenis kelamin sejak kecil ia pun akan memilih menjadi perempuan. Menurut Dea, sejak kecil kondisi psikologisnya perempuan, oleh karenanya keadaan fisiknya pun mengikuti.&quot;Kalau laki-laki main bola, saya tidak, makanya kaki saya tidak besar. Saya juga tidak pernah membawa air sehingga tangan saya tidak berotot,&quot; tuturnya.Sejak kecil, aku Dea, dirinya memang bertingkah seperti perempuan. Dirinya lebih sering bermain dengan teman-temannya yang berjenis kelamin perempuan, ia juga lebih sering bermain boneka dan permainan perempuan lainnya. &quot;Perlakuan tidak enak memang ada, tapi tidak ada yang ekstrim,&quot; akunya.&quot;Saya merasa diri saya perempuan dan saya harus melakukan sesuatu layaknya perempuan,&quot; imbuhnya.Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pengadilan Negeri Batang Jawa Tengah mengabulkan permohonan Agus Widoyo untuk mengubah jenis kelamin dari laki-laki menjadi perempuan pada 22 Desember lalu.Berbekal keputusan itu, Dea mendapatkan legalitas sebagai perempuan, sehingga ia bisa mengubah KTP, Ijazah dan Identitas lainnya yang mengungkap jenis kelamin.</content:encoded></item></channel></rss>
