<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengungsi Tamil Tewas, Deplu Dinilai Tidak Terbuka</title><description>Departemen Luar Negeri dianggap tidak terbuka soal kematian Jacob Christin, seorang pengungsi Tamil di Pelabuhan Merak Banten, 24 Desember 2009.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/26/337/288334/pengungsi-tamil-tewas-deplu-dinilai-tidak-terbuka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/26/337/288334/pengungsi-tamil-tewas-deplu-dinilai-tidak-terbuka"/><item><title>Pengungsi Tamil Tewas, Deplu Dinilai Tidak Terbuka</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/26/337/288334/pengungsi-tamil-tewas-deplu-dinilai-tidak-terbuka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/26/337/288334/pengungsi-tamil-tewas-deplu-dinilai-tidak-terbuka</guid><pubDate>Sabtu 26 Desember 2009 13:10 WIB</pubDate><dc:creator>Olivia Marietta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/26/337/288334/BBU54trsaQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto:socialistworld.net)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/26/337/288334/BBU54trsaQ.jpg</image><title>(foto:socialistworld.net)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Departemen Luar Negeri dianggap tidak terbuka soal kematian Jacob Christin, seorang pengungsi Tamil di Pelabuhan Merak Banten, 24 Desember 2009.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Deplu tidak berterus terang mengenai kematian seorang pengungsi bernama Jacob,&amp;rdquo; kata aktivis Perhimpunan Rakyat Pekerja, Mahendra, dalam konferensi pers di LBH, Jakarta, Sabtu (26/12/2009).
&amp;nbsp;
Mahendara mengatakan, Jacob meninggal karena gangguan kesehatan, sementara Deplu menyatakan kematiannya normal.
&amp;nbsp;
Di antara pengungsi, kata dia, saat ini ada bayi berumur 8 bulan dan dua perempuan  yang tengah hamil  lebih dari enam bulan.Kondisi kesehatan di sana akan semakin buruk jika tidak segera ditangani secara baik.
&amp;nbsp;
Pemerintah Indonesia dan Australia menurutnya bertanggung jawab untuk mengatasi persoalan itu agar para pengungsi itu diperlakukan secara layak.Untuk mendesak itu, mereka akan melakukan aksi ke Kedubes Australia di Jakarta.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;28 Desember akan mengadakan demo di kedubes Australia,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Ian Rintoul dari Refugee Action Coalition menganggap persoalan pencari suaka di Merak akibat dari konsep Solusi Indonesia, yang digunakan sejumlah pejabat Australia untuk menangani persoalan pengungsi yang akan masuk ke negaranya.
&amp;nbsp;
Pemerintah Australia menyediakan sekira 600 juta dolar Australia untuk melakukan perlindungan perbatasan, di mana Australia meminta pemerintah Indonesia untuk menangkap dan menahan pencari suaka yang akan menuju ke Australia.
&amp;nbsp;
Dia mengaku sudah membicarakan hal itu dengan pemerintah Indonesia namun tidak ada solusi dari pemerintah.Dia berharap dapat membicarakan ini dengan pemerintah Australia.
&amp;nbsp;
Dia juga meminta Deplu, supaya pengungsi tersebut mendapat akomodasi yang cukup dan tidak akan dideportasi ke Srilanka. Dia juga mendesak pemerintah Australia agar ada kepastian tempat tinggal bagi mereka.
&amp;nbsp;
Senada dengan itu, Saradha Rama Nathan dari Tamil Congress,  berharap para pengungsi mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik untuk menghindari kejadian yang dialami Jacob.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Departemen Luar Negeri dianggap tidak terbuka soal kematian Jacob Christin, seorang pengungsi Tamil di Pelabuhan Merak Banten, 24 Desember 2009.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Deplu tidak berterus terang mengenai kematian seorang pengungsi bernama Jacob,&amp;rdquo; kata aktivis Perhimpunan Rakyat Pekerja, Mahendra, dalam konferensi pers di LBH, Jakarta, Sabtu (26/12/2009).
&amp;nbsp;
Mahendara mengatakan, Jacob meninggal karena gangguan kesehatan, sementara Deplu menyatakan kematiannya normal.
&amp;nbsp;
Di antara pengungsi, kata dia, saat ini ada bayi berumur 8 bulan dan dua perempuan  yang tengah hamil  lebih dari enam bulan.Kondisi kesehatan di sana akan semakin buruk jika tidak segera ditangani secara baik.
&amp;nbsp;
Pemerintah Indonesia dan Australia menurutnya bertanggung jawab untuk mengatasi persoalan itu agar para pengungsi itu diperlakukan secara layak.Untuk mendesak itu, mereka akan melakukan aksi ke Kedubes Australia di Jakarta.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;28 Desember akan mengadakan demo di kedubes Australia,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Ian Rintoul dari Refugee Action Coalition menganggap persoalan pencari suaka di Merak akibat dari konsep Solusi Indonesia, yang digunakan sejumlah pejabat Australia untuk menangani persoalan pengungsi yang akan masuk ke negaranya.
&amp;nbsp;
Pemerintah Australia menyediakan sekira 600 juta dolar Australia untuk melakukan perlindungan perbatasan, di mana Australia meminta pemerintah Indonesia untuk menangkap dan menahan pencari suaka yang akan menuju ke Australia.
&amp;nbsp;
Dia mengaku sudah membicarakan hal itu dengan pemerintah Indonesia namun tidak ada solusi dari pemerintah.Dia berharap dapat membicarakan ini dengan pemerintah Australia.
&amp;nbsp;
Dia juga meminta Deplu, supaya pengungsi tersebut mendapat akomodasi yang cukup dan tidak akan dideportasi ke Srilanka. Dia juga mendesak pemerintah Australia agar ada kepastian tempat tinggal bagi mereka.
&amp;nbsp;
Senada dengan itu, Saradha Rama Nathan dari Tamil Congress,  berharap para pengungsi mendapatkan fasilitas kesehatan yang baik untuk menghindari kejadian yang dialami Jacob.</content:encoded></item></channel></rss>
