<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengibaran Bendera Sobek, DPRD Riau Diultimatum Meminta Maaf</title><description>Kasus pengibaran Merah Putih sobek dan kumal oleh DPRD Riau berbuntut panjang. LBH Bahtera Juang Bangsa Dewan Gedung Juang 45 Riau mensomasi Dewan Sekwan Riau Nazief Soesila Dharma.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/26/340/288384/pengibaran-bendera-sobek-dprd-riau-diultimatum-meminta-maaf</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/26/340/288384/pengibaran-bendera-sobek-dprd-riau-diultimatum-meminta-maaf"/><item><title>Pengibaran Bendera Sobek, DPRD Riau Diultimatum Meminta Maaf</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/26/340/288384/pengibaran-bendera-sobek-dprd-riau-diultimatum-meminta-maaf</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/26/340/288384/pengibaran-bendera-sobek-dprd-riau-diultimatum-meminta-maaf</guid><pubDate>Sabtu 26 Desember 2009 20:06 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/26/340/288384/q1QEMJ4X65.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: Banda Haruddin)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/26/340/288384/q1QEMJ4X65.jpg</image><title>(foto: Banda Haruddin)</title></images><description> PEKANBARU - Kasus pengibaran Merah Putih sobek dan kumal oleh DPRD Riau berbuntut panjang.  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bahtera Juang Bangsa Dewan Gedung Juang 45 Riau mensomasi Sekertaris Dewan (Sekwan) Riau Nazief Soesila Dharma sekaligus menuntut meminta maaf kepada rakyat.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Ketua LBH Bahtera Juang Bangsa Riau Ketua Syamsul Djaafar  yang menyampaikan hal tersebut j menambahkan dalam surat somasi nomor 012/LBH.GD/Som/XII/2009 yang resmi di layakankan ke Sekwan DPRD Riau 24 Desember lalu menegaskan mengultimatum meminta maaf dalam waktu sepekan.
&amp;nbsp;
Jika tanggapan mereka tidak di gubris, lanjut Syamsul pihaknya bersama masyarakat akan melakukan upaya lebih jauh yakni membawanya ke ranah hukum.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami beri batas waktu sampai Rabu depan untuk dia meminta maaf atas membiarkan bendera Merah Putih yang dibiarkan koyak begitu lama berkibar, sekaligus pernyataanya yang tidak bertanggung jawab&amp;rdquo; tegasnya kepada okezone Sabtu (26/12/2009).
&amp;nbsp;
Selain itu katanya pihaknya juga nantinya akan meminta kepada DPRD Riau melakukan hearing atas sikaf aragon Sekwan yang tidak peka terhadap simbol bangsa.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Apalagi saat pengebaran itu banyak tamu negara seperti  Wapres Boediono dan para Gubernur se Indonesia datang dan melintas di DPRD Riau, betapa malunya Riau jika dilihat oleh mereka. Sekwan harus bertanggung jawab,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp; 
Selain melayangkan somasi, pihak para pejuang Riau juga siap membuka posko kepada masyarakat luas  untuk bergabung untuk menuntut Sekwan meminta maaf&amp;rdquo; Kita buka posko pengaduan di kantor kita, kita persilahkan siapa saja untuk bergabung dengan kita,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded> PEKANBARU - Kasus pengibaran Merah Putih sobek dan kumal oleh DPRD Riau berbuntut panjang.  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bahtera Juang Bangsa Dewan Gedung Juang 45 Riau mensomasi Sekertaris Dewan (Sekwan) Riau Nazief Soesila Dharma sekaligus menuntut meminta maaf kepada rakyat.&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Ketua LBH Bahtera Juang Bangsa Riau Ketua Syamsul Djaafar  yang menyampaikan hal tersebut j menambahkan dalam surat somasi nomor 012/LBH.GD/Som/XII/2009 yang resmi di layakankan ke Sekwan DPRD Riau 24 Desember lalu menegaskan mengultimatum meminta maaf dalam waktu sepekan.
&amp;nbsp;
Jika tanggapan mereka tidak di gubris, lanjut Syamsul pihaknya bersama masyarakat akan melakukan upaya lebih jauh yakni membawanya ke ranah hukum.&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami beri batas waktu sampai Rabu depan untuk dia meminta maaf atas membiarkan bendera Merah Putih yang dibiarkan koyak begitu lama berkibar, sekaligus pernyataanya yang tidak bertanggung jawab&amp;rdquo; tegasnya kepada okezone Sabtu (26/12/2009).
&amp;nbsp;
Selain itu katanya pihaknya juga nantinya akan meminta kepada DPRD Riau melakukan hearing atas sikaf aragon Sekwan yang tidak peka terhadap simbol bangsa.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Apalagi saat pengebaran itu banyak tamu negara seperti  Wapres Boediono dan para Gubernur se Indonesia datang dan melintas di DPRD Riau, betapa malunya Riau jika dilihat oleh mereka. Sekwan harus bertanggung jawab,&amp;rdquo; pungkasnya.&amp;nbsp; 
Selain melayangkan somasi, pihak para pejuang Riau juga siap membuka posko kepada masyarakat luas  untuk bergabung untuk menuntut Sekwan meminta maaf&amp;rdquo; Kita buka posko pengaduan di kantor kita, kita persilahkan siapa saja untuk bergabung dengan kita,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
