<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rumah Batu Sederhana Keluarga Kudus Nazareth</title><description>Para arkeolog Israel berhasil menemukan puing bebatuan yang diyakini pernah menjadi hunian Yesus selama hidupnya di dunia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/28/18/288595/rumah-batu-sederhana-keluarga-kudus-nazareth</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/28/18/288595/rumah-batu-sederhana-keluarga-kudus-nazareth"/><item><title>Rumah Batu Sederhana Keluarga Kudus Nazareth</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/28/18/288595/rumah-batu-sederhana-keluarga-kudus-nazareth</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/28/18/288595/rumah-batu-sederhana-keluarga-kudus-nazareth</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2009 08:18 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/28/18/288595/rxiqkFKqiM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah batu di Nazareth (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/28/18/288595/rxiqkFKqiM.jpg</image><title>Rumah batu di Nazareth (Foto: Reuters)</title></images><description>NAZARETH - Para arkeolog Israel berhasil menemukan puing bebatuan yang diyakini pernah menjadi hunian Yesus selama hidupnya di dunia.Di bangunan sederhana inilah Yesus pernah tinggal, tumbuh besar, dan melakukan hal-hal luar biasa. Reruntuhan bebatuan dan benda-benda kuno yang ditemukan di Nazareth menguak sebuah penjelasan baru bahwa pada masa Yesus, dusun kecil bernama Nazareth ini terdiri atas sekira 50 petak rumah yang berjajar sejauh empat areal. Ribuan tahun lalu dusun ini didominasi kaum Yahudi yang hidup dalam kesederhanaan.Menurut ketua ekskavasi dari Israel Antiquities Authority, Yardena Alexandre, kelompok Yahudi yang berdiam di Nazareth membangun gua-gua kamuflase untuk berlindung dari invasi pasukan Roma. &amp;rdquo;Tanah liat dan bebatuan kapur yang ditemukan pada situs kuno menunjukkan bahwa reruntuhan ini dahulu pernah berdiri sebagai rumah batu sederhana yang didiami keluarga Yahudi,&amp;rdquo; ujar Alexandre.Bagi umat Kristiani, Nazareth adalah salah satu kota yang dianggap suci. Di tempat inilah malaikat Gabriel mendatangi Ibu Maria dan mewartakan sebuah kabar gembira bahwa wanita ini akan menjadi Ibu Yesus. Selain itu, di kota kecil di utara Israel ini pula Yesus dibesarkan dan melakukan hal-hal lain. Kata Nazareth &amp;ndash;atau Natzrat dalam bahasa Yahudi&amp;ndash; kerap muncul dalam Kitab Perjanjian Baru, tapi tidak pernah disebut dalam Kitab Perjanjian Lama sebab Kitab Perjanjian Lama memuat kisah para nabi sebelum Yesus lahir.Sementara kota Nazareth memegang peran sebagai kawasan tempat tinggal Yesus. Dalam Alkitab, kisah hidup Yesus hanya dikisahkan dalam Perjanjian Baru. Alexandre sangat terkesan dengan hasil penemuan timnya. Ia bahkan mencoba mengkaji kemungkinan yang pernah terjadi di sekitar reruntuhan ini. &amp;rdquo;Bangunan ini bisa jadi adalah tempat Yesus kecil dahulu kerap bermain dengan teman-teman seusianya. Pemikiran ini salah satu yang logis,&amp;rdquo; imbuhnya. Pendeta Jack Karam dari Basilica of The Annunciation membenarkan bahwa puing bebatuan ini merujuk pada tempat Ibu Maria menerima kabar gembira sekaligus mengucapkan kata-kata luar biasanya, &amp;rdquo;Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.&amp;rdquo; Pola bangunan ini tampak lewat penemuan bagian dinding, halaman yang dikelilingi tembok, serta sistem perolehan air yang menunjukkan ada proses pengumpulan air yang tercurah dari bagian atap rumah.Selain itu, Alexandre dan timnya juga menemukan bahwa bangunan ini dahulu memiliki luas 85 meter persegi, bahkan bisa lebih luas dibandingkan prediksinya. Di sela-sela penelitiannya tersembullah pintu masuk ke gua kamuflase kuno (grotto) yang dipercaya pernah digunakan sebagai tempat berlindung bagi kelompok Yahudi. Pada masa itu, pasukan Roma memang sedang gencar menyerang pemberontak Yahudi di Nazareth dan sekitarnya.Grotto ini mampu menampung sedikitnya enam orang selama beberapa jam saja. Namun, pasukan Kerajaan Roma akhirnya keluar dari Nazareth sebelum peperangan berakhir. Keputusan ini hadir setelah mereka menyadari bahwa strategi perang kelompok Yahudi sangat jauh dari yang mereka harapkan. Pasukan Roma memilih untuk mengincar kawasan lain yang kekuatan pasukannya dapat menandingi daya pasukan kerajaannya.Keluarga kudus Nazareth, begitulah Gereja Katolik memberikan sebutan bagi Santo Yosef yang bekerja sebagai tukang kayu, Ibu Maria istrinya, dan putranya Yesus Kristus. Spiritualitas kehidupan keluarga kecil ini tampak lewat kasih yang senantiasa mereka berikan kepada sesama. Pendeta Karam mengingatkan bahwa penemuan ini sepatutnya menjadi refleksi dan kontemplasi bahwa sesungguhnya keluarga kecil yang hidup dalam sebuah rumah sederhana pun dapat melakukan hal-hal besar.</description><content:encoded>NAZARETH - Para arkeolog Israel berhasil menemukan puing bebatuan yang diyakini pernah menjadi hunian Yesus selama hidupnya di dunia.Di bangunan sederhana inilah Yesus pernah tinggal, tumbuh besar, dan melakukan hal-hal luar biasa. Reruntuhan bebatuan dan benda-benda kuno yang ditemukan di Nazareth menguak sebuah penjelasan baru bahwa pada masa Yesus, dusun kecil bernama Nazareth ini terdiri atas sekira 50 petak rumah yang berjajar sejauh empat areal. Ribuan tahun lalu dusun ini didominasi kaum Yahudi yang hidup dalam kesederhanaan.Menurut ketua ekskavasi dari Israel Antiquities Authority, Yardena Alexandre, kelompok Yahudi yang berdiam di Nazareth membangun gua-gua kamuflase untuk berlindung dari invasi pasukan Roma. &amp;rdquo;Tanah liat dan bebatuan kapur yang ditemukan pada situs kuno menunjukkan bahwa reruntuhan ini dahulu pernah berdiri sebagai rumah batu sederhana yang didiami keluarga Yahudi,&amp;rdquo; ujar Alexandre.Bagi umat Kristiani, Nazareth adalah salah satu kota yang dianggap suci. Di tempat inilah malaikat Gabriel mendatangi Ibu Maria dan mewartakan sebuah kabar gembira bahwa wanita ini akan menjadi Ibu Yesus. Selain itu, di kota kecil di utara Israel ini pula Yesus dibesarkan dan melakukan hal-hal lain. Kata Nazareth &amp;ndash;atau Natzrat dalam bahasa Yahudi&amp;ndash; kerap muncul dalam Kitab Perjanjian Baru, tapi tidak pernah disebut dalam Kitab Perjanjian Lama sebab Kitab Perjanjian Lama memuat kisah para nabi sebelum Yesus lahir.Sementara kota Nazareth memegang peran sebagai kawasan tempat tinggal Yesus. Dalam Alkitab, kisah hidup Yesus hanya dikisahkan dalam Perjanjian Baru. Alexandre sangat terkesan dengan hasil penemuan timnya. Ia bahkan mencoba mengkaji kemungkinan yang pernah terjadi di sekitar reruntuhan ini. &amp;rdquo;Bangunan ini bisa jadi adalah tempat Yesus kecil dahulu kerap bermain dengan teman-teman seusianya. Pemikiran ini salah satu yang logis,&amp;rdquo; imbuhnya. Pendeta Jack Karam dari Basilica of The Annunciation membenarkan bahwa puing bebatuan ini merujuk pada tempat Ibu Maria menerima kabar gembira sekaligus mengucapkan kata-kata luar biasanya, &amp;rdquo;Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.&amp;rdquo; Pola bangunan ini tampak lewat penemuan bagian dinding, halaman yang dikelilingi tembok, serta sistem perolehan air yang menunjukkan ada proses pengumpulan air yang tercurah dari bagian atap rumah.Selain itu, Alexandre dan timnya juga menemukan bahwa bangunan ini dahulu memiliki luas 85 meter persegi, bahkan bisa lebih luas dibandingkan prediksinya. Di sela-sela penelitiannya tersembullah pintu masuk ke gua kamuflase kuno (grotto) yang dipercaya pernah digunakan sebagai tempat berlindung bagi kelompok Yahudi. Pada masa itu, pasukan Roma memang sedang gencar menyerang pemberontak Yahudi di Nazareth dan sekitarnya.Grotto ini mampu menampung sedikitnya enam orang selama beberapa jam saja. Namun, pasukan Kerajaan Roma akhirnya keluar dari Nazareth sebelum peperangan berakhir. Keputusan ini hadir setelah mereka menyadari bahwa strategi perang kelompok Yahudi sangat jauh dari yang mereka harapkan. Pasukan Roma memilih untuk mengincar kawasan lain yang kekuatan pasukannya dapat menandingi daya pasukan kerajaannya.Keluarga kudus Nazareth, begitulah Gereja Katolik memberikan sebutan bagi Santo Yosef yang bekerja sebagai tukang kayu, Ibu Maria istrinya, dan putranya Yesus Kristus. Spiritualitas kehidupan keluarga kecil ini tampak lewat kasih yang senantiasa mereka berikan kepada sesama. Pendeta Karam mengingatkan bahwa penemuan ini sepatutnya menjadi refleksi dan kontemplasi bahwa sesungguhnya keluarga kecil yang hidup dalam sebuah rumah sederhana pun dapat melakukan hal-hal besar.</content:encoded></item></channel></rss>
