<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Amankan Upal Sebesar Rp800 Juta</title><description>Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kota Cirebon, berhasil membongkar jaringan pengedar uang palsu. Enam tersangka pengedar berhasil diamankan petugas dengan membawa uang palsu senilai Rp800 juta.</description><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/28/340/288861/polisi-amankan-upal-sebesar-rp800-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2009/12/28/340/288861/polisi-amankan-upal-sebesar-rp800-juta"/><item><title>Polisi Amankan Upal Sebesar Rp800 Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2009/12/28/340/288861/polisi-amankan-upal-sebesar-rp800-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2009/12/28/340/288861/polisi-amankan-upal-sebesar-rp800-juta</guid><pubDate>Senin 28 Desember 2009 23:05 WIB</pubDate><dc:creator>Tantan Sulton Bukhawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2009/12/28/340/288861/OFosAVIsPz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolresta Cirebon AKBP Ary Laksmana memperlihatkan uang palsu.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2009/12/28/340/288861/OFosAVIsPz.jpg</image><title>Kapolresta Cirebon AKBP Ary Laksmana memperlihatkan uang palsu.</title></images><description>CIREBON - Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kota Cirebon, berhasil membongkar jaringan pengedar uang palsu. Enam tersangka pengedar berhasil diamankan petugas dengan membawa uang palsu senilai Rp800 juta.
&amp;nbsp;
Berdasarkan informasi, pengungkapan jaringan uang palsu (upal) berawal dari informasi adanya uang palsu masuk ke wilayah Kota Cirebon. Dari informasi itu, petugas berusaha memancing para tersangka yang akan melakukan transaksi di wilayah Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, pada Sabtu malam lalu.
&amp;nbsp;
Di tempat itu, petugas berhasil mengamankan enam orang tersangka masing-masing, FB (32), warga Jakarta, Rus (35), warga Banyumas, Sub alias Ed (30), warga Banyumas, dan Win (30), warga Jakarta.
Mereka merupakan pengedar yang datang dari daerah Jawa Timur. Sementara dua orang lainnya yang berhasil diamankan, AL (30), warga Banyuwangi dan AH (40), waga Banyumas, merupakan pemesan yang rencananya bakal menyebarkan upal tersebut di wilayah Cirebon dan Jakarta.
&amp;nbsp;
Namun, sat mereka melakukan transaksi di sebuah hotel yang berada di sekitar Terminal Harjamukti, petugas menggerebeg dan mengamankan mereka.
&amp;nbsp;
Dari tangan para tersangka, petugas berhasil mengamankan Rp800 juta upal dalam bentuk pecahan Rp100 ribu, dan sebuah kendaraan minibus. Petugas masih melakukan pengembangan terkait adanya jaringan pengedar uang palsu yang bakal disebarkan mejelang Tahun Baru 2010.
&amp;nbsp;
Kapolres kota Cirebon AKBP Ary Laksmana, dalam  jumpa pers mengatakan enam orang tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolres Kota Cirebon. Pihaknya, masih memeriksan dan melakukan pengembangan terkait adanya jaringan dan tempat pembuatan upal tersebut.
&amp;nbsp;
Upal ini, rencananya bakal mereka sebarkan pada malam tahun baru mendatang. Untuk peredarannya, mereka mempokuskan di wilayah Jakarta. &quot;Tidak tertutup kemungkinan wilayah Cirebon juga merupakan target peredaran mereka,&quot; tegas Ary.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Ary menegaskan, ke enam tersangka diancam Pasal 264 jo Pasal 265 tentang pemalsuan dan pengedar dengan ancaman hukuman selama 15 tahun. Untuk memastikan keaslian uang tersebut, pihaknya mendatangkan ahli dari Bank Indonesia (BI) cabang Cirebon.
&amp;nbsp;
Saat ditanya daerah produksi uang tersebut, Ary mengaku, saat ini masih melakukan pengembangan dan pencarian lokasi pencetakan. Namun, dia menduga uang tersebut didatangkan dari wilayah Jawa Tengah.
&amp;nbsp;
&quot;Kami sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian Jeteng terkait pencarian temat pembuatan uang ini dan para tersangka lainnya. Bahkan, satu orang tersangka saat ini sedang dibawa petugas kami untuk menunjukan asal muasal uang tersebut,&quot; papar Ary.
&amp;nbsp;
Menurut Ary, para tersangka membeli uang tersebut dengan perbandingan 4-1, atau dari upal sebesar Rp800 juta tersebut dibeli tersangka senilai Rp200 juta.
&amp;nbsp;
Kasi Muda II Bank Indonesia Cabang Cirebon, Maman Hernaman, dalam kesempatan itu mengaku, dari ciri-ciri fisik uang sebesar Rp800 juta itu dinyatakan palsu. Pembuatan uang tersebut tergolong kasar. Pasalnya dengan kasat mata uang tersebut sudah bisa dipastikan palsu.
&amp;nbsp;
Uang palsu ini tegolong mudah diidentifikasi, dari warnanya saja sudah pudar, nomor seri sama, bahan uang terbuat dari kertas HVS yang halus, optikal variabel hanya satu warna dan banyak lagi ciri lain, papar Maman.</description><content:encoded>CIREBON - Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Kota Cirebon, berhasil membongkar jaringan pengedar uang palsu. Enam tersangka pengedar berhasil diamankan petugas dengan membawa uang palsu senilai Rp800 juta.
&amp;nbsp;
Berdasarkan informasi, pengungkapan jaringan uang palsu (upal) berawal dari informasi adanya uang palsu masuk ke wilayah Kota Cirebon. Dari informasi itu, petugas berusaha memancing para tersangka yang akan melakukan transaksi di wilayah Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, pada Sabtu malam lalu.
&amp;nbsp;
Di tempat itu, petugas berhasil mengamankan enam orang tersangka masing-masing, FB (32), warga Jakarta, Rus (35), warga Banyumas, Sub alias Ed (30), warga Banyumas, dan Win (30), warga Jakarta.
Mereka merupakan pengedar yang datang dari daerah Jawa Timur. Sementara dua orang lainnya yang berhasil diamankan, AL (30), warga Banyuwangi dan AH (40), waga Banyumas, merupakan pemesan yang rencananya bakal menyebarkan upal tersebut di wilayah Cirebon dan Jakarta.
&amp;nbsp;
Namun, sat mereka melakukan transaksi di sebuah hotel yang berada di sekitar Terminal Harjamukti, petugas menggerebeg dan mengamankan mereka.
&amp;nbsp;
Dari tangan para tersangka, petugas berhasil mengamankan Rp800 juta upal dalam bentuk pecahan Rp100 ribu, dan sebuah kendaraan minibus. Petugas masih melakukan pengembangan terkait adanya jaringan pengedar uang palsu yang bakal disebarkan mejelang Tahun Baru 2010.
&amp;nbsp;
Kapolres kota Cirebon AKBP Ary Laksmana, dalam  jumpa pers mengatakan enam orang tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolres Kota Cirebon. Pihaknya, masih memeriksan dan melakukan pengembangan terkait adanya jaringan dan tempat pembuatan upal tersebut.
&amp;nbsp;
Upal ini, rencananya bakal mereka sebarkan pada malam tahun baru mendatang. Untuk peredarannya, mereka mempokuskan di wilayah Jakarta. &quot;Tidak tertutup kemungkinan wilayah Cirebon juga merupakan target peredaran mereka,&quot; tegas Ary.
&amp;nbsp;
Lebih lanjut Ary menegaskan, ke enam tersangka diancam Pasal 264 jo Pasal 265 tentang pemalsuan dan pengedar dengan ancaman hukuman selama 15 tahun. Untuk memastikan keaslian uang tersebut, pihaknya mendatangkan ahli dari Bank Indonesia (BI) cabang Cirebon.
&amp;nbsp;
Saat ditanya daerah produksi uang tersebut, Ary mengaku, saat ini masih melakukan pengembangan dan pencarian lokasi pencetakan. Namun, dia menduga uang tersebut didatangkan dari wilayah Jawa Tengah.
&amp;nbsp;
&quot;Kami sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian Jeteng terkait pencarian temat pembuatan uang ini dan para tersangka lainnya. Bahkan, satu orang tersangka saat ini sedang dibawa petugas kami untuk menunjukan asal muasal uang tersebut,&quot; papar Ary.
&amp;nbsp;
Menurut Ary, para tersangka membeli uang tersebut dengan perbandingan 4-1, atau dari upal sebesar Rp800 juta tersebut dibeli tersangka senilai Rp200 juta.
&amp;nbsp;
Kasi Muda II Bank Indonesia Cabang Cirebon, Maman Hernaman, dalam kesempatan itu mengaku, dari ciri-ciri fisik uang sebesar Rp800 juta itu dinyatakan palsu. Pembuatan uang tersebut tergolong kasar. Pasalnya dengan kasat mata uang tersebut sudah bisa dipastikan palsu.
&amp;nbsp;
Uang palsu ini tegolong mudah diidentifikasi, dari warnanya saja sudah pudar, nomor seri sama, bahan uang terbuat dari kertas HVS yang halus, optikal variabel hanya satu warna dan banyak lagi ciri lain, papar Maman.</content:encoded></item></channel></rss>
