<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jumlah Transmigran Capai 8.875 Keluarga</title><description>Tahun ini jumlah transmigran mencapai 8.875 keluarga atau 94,26 persen. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mendekati 85,69 persen.
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/04/337/290874/jumlah-transmigran-capai-8-875-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/01/04/337/290874/jumlah-transmigran-capai-8-875-keluarga"/><item><title>Jumlah Transmigran Capai 8.875 Keluarga</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/04/337/290874/jumlah-transmigran-capai-8-875-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/01/04/337/290874/jumlah-transmigran-capai-8-875-keluarga</guid><pubDate>Senin 04 Januari 2010 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Neneng Zubaidah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/04/337/290874/zjMLG4qFO9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dok. Koran Seputar Indonesia</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/04/337/290874/zjMLG4qFO9.jpg</image><title>Dok. Koran Seputar Indonesia</title></images><description>JAKARTA - Tahun ini jumlah transmigran mencapai 8.875 keluarga atau 94,26 persen. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mendekati 85,69 persen.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi (P4Trans) Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) Harry Heriawan Saleh mengatakan, jumlah itu terdiri dari transmigran umum dan swakarsa mandiri dengan pola usaha tanaman pangan sebanyak 7.745 keluarga.
&amp;nbsp;
Selain itu juga ditambah dengan transmigrasi swakarsa dengan mata pencaharian berkebun dan mengelola hutan sebanyak 1.400 keluarga.
&amp;nbsp;
Sementara investasi pembangunan transmigrasi sepanjang 2009 ini mencapai Rp696.70 milyar. Jumlah itu menghasilkan output kepada perekonomian kawasan transmigrasi se-Indonesia sebanyak Rp1.532,04 milyar atau 0,02347 persen.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jumlah ini masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan produk domestik bruto indonesia sebesar Rp6.528.405,82 milyar,&amp;rdquo; jelasnya, Senin (4/1/2010).
&amp;nbsp;
Harry mengakui, angka nominal 8.875 keluarga tersebut memang sungguh kecil jika dibandingkan dengan jumlah animo masyarakat yang ingin bertransmigrasi yang jumlahnya berkisar 200.000 keluarga. Tetapi, kalau dilihat dari pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan pajak tidak langsung yang  dihasilkan dari program pemindahan masyarakat ke daerah lain ini terbilang  cukup signifikan.
&amp;nbsp;
Harry menambahkan, investasi pembangunan transmigrasi 2009 dijadikan sebagai simulasi kebijakan investasi pada sektor padi untuk pola usaha tanaman pangan; investasi sektor kelapa sawit untuk pola usaha perkebunan, dan investasi sektor bangunan untuk pembangunan infrastruktur yang menopang pembangunan transmigrasi apapun pola usahanya. Selanjutnya, tambahnya, diikuti dengan perubahan output kawasan transmigrasi tahun 2009.
&amp;nbsp;
Sejalan dengan pertambahan pendapatan masyarakat, maka  penambahan tenaga kerja yang tercipta dari 22 sektor pembangunan transmigrasi tahun 2009 pun makin banyak. Harry menjelaskan, total lapangan kerja yang tercipta oleh tiga sektor dari total 22 sektor yakni padi, sektor kelapa sawit dan sektor konstruksi  sebesar 11.574 orang (58,90 %), jika dirincikan sebagai berikut penambahan lapangan kerja dari sektor padi sebanyak 5,037  orang, sektor kelapa sawit 1,570 orang dan sektor  konstruksi sebanyak 4,967 orang.
&amp;nbsp;
Adapun  kenaikan lapangan kerja dari 19 sektor lainnya seperti properti, hotel, dan restoran yang merupakan dampak tidak langsung  sebanyak 8.053  orang (41,10  persen).
&amp;nbsp;
Sementara penarikan pajak tidak langsung  dari pembangunan transmigrasi yang merupakan akumulasi  sektor padi, sektor kelapa sawit, dan sektor konstruksi secara  bersamaan  mencapai  sebesar Rp9,033 milyar.</description><content:encoded>JAKARTA - Tahun ini jumlah transmigran mencapai 8.875 keluarga atau 94,26 persen. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mendekati 85,69 persen.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Direktorat Jenderal Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi (P4Trans) Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) Harry Heriawan Saleh mengatakan, jumlah itu terdiri dari transmigran umum dan swakarsa mandiri dengan pola usaha tanaman pangan sebanyak 7.745 keluarga.
&amp;nbsp;
Selain itu juga ditambah dengan transmigrasi swakarsa dengan mata pencaharian berkebun dan mengelola hutan sebanyak 1.400 keluarga.
&amp;nbsp;
Sementara investasi pembangunan transmigrasi sepanjang 2009 ini mencapai Rp696.70 milyar. Jumlah itu menghasilkan output kepada perekonomian kawasan transmigrasi se-Indonesia sebanyak Rp1.532,04 milyar atau 0,02347 persen.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jumlah ini masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan produk domestik bruto indonesia sebesar Rp6.528.405,82 milyar,&amp;rdquo; jelasnya, Senin (4/1/2010).
&amp;nbsp;
Harry mengakui, angka nominal 8.875 keluarga tersebut memang sungguh kecil jika dibandingkan dengan jumlah animo masyarakat yang ingin bertransmigrasi yang jumlahnya berkisar 200.000 keluarga. Tetapi, kalau dilihat dari pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, dan pajak tidak langsung yang  dihasilkan dari program pemindahan masyarakat ke daerah lain ini terbilang  cukup signifikan.
&amp;nbsp;
Harry menambahkan, investasi pembangunan transmigrasi 2009 dijadikan sebagai simulasi kebijakan investasi pada sektor padi untuk pola usaha tanaman pangan; investasi sektor kelapa sawit untuk pola usaha perkebunan, dan investasi sektor bangunan untuk pembangunan infrastruktur yang menopang pembangunan transmigrasi apapun pola usahanya. Selanjutnya, tambahnya, diikuti dengan perubahan output kawasan transmigrasi tahun 2009.
&amp;nbsp;
Sejalan dengan pertambahan pendapatan masyarakat, maka  penambahan tenaga kerja yang tercipta dari 22 sektor pembangunan transmigrasi tahun 2009 pun makin banyak. Harry menjelaskan, total lapangan kerja yang tercipta oleh tiga sektor dari total 22 sektor yakni padi, sektor kelapa sawit dan sektor konstruksi  sebesar 11.574 orang (58,90 %), jika dirincikan sebagai berikut penambahan lapangan kerja dari sektor padi sebanyak 5,037  orang, sektor kelapa sawit 1,570 orang dan sektor  konstruksi sebanyak 4,967 orang.
&amp;nbsp;
Adapun  kenaikan lapangan kerja dari 19 sektor lainnya seperti properti, hotel, dan restoran yang merupakan dampak tidak langsung  sebanyak 8.053  orang (41,10  persen).
&amp;nbsp;
Sementara penarikan pajak tidak langsung  dari pembangunan transmigrasi yang merupakan akumulasi  sektor padi, sektor kelapa sawit, dan sektor konstruksi secara  bersamaan  mencapai  sebesar Rp9,033 milyar.</content:encoded></item></channel></rss>
