<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Susno: Markus Ada Tergantung Siapa Nahkodanya</title><description>Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji menyambut baik usaha serius pemerintah untuk memberantas makelar kasus (Markus).</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/06/339/291430/susno-markus-ada-tergantung-siapa-nahkodanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/01/06/339/291430/susno-markus-ada-tergantung-siapa-nahkodanya"/><item><title>Susno: Markus Ada Tergantung Siapa Nahkodanya</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/06/339/291430/susno-markus-ada-tergantung-siapa-nahkodanya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/01/06/339/291430/susno-markus-ada-tergantung-siapa-nahkodanya</guid><pubDate>Rabu 06 Januari 2010 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Ajat M Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/06/339/291430/wG3HyQD9z1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Komjen Pol Susno Duadji (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/06/339/291430/wG3HyQD9z1.jpg</image><title>Komjen Pol Susno Duadji (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji menyambut baik usaha serius pemerintah untuk memberantas makelar kasus (Markus).&quot;Itu usaha yang bagus dari pemerintah. Markus harus dicabut. Markus itu kan tergantung yang siapa yang mengemudikan perahu tersebut,&quot; kata perwira tinggi Polri yang kini menjadi staf ahli Kapolri itu usai pelantikan Wakapolri baru di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2010).Dia mencurigai bahwa markus justru ada di sekitar lembaga penegak hukum. &amp;ldquo;Jangan-jangan markus justru ada di sekitar kita. Berkeliaran kok enggak diketahui,&amp;rdquo; ucap Susno.Nama Susno menjadi perbincangan setelah muncul dugaan keterlibatannya menerbitkan surat kuasa terkait pencairan dana miliaran rupiah milik Budi Sampoerna di Bank Century. Susno dicurigai menerima imbalan sebesar Rp1 miliar, meski kemudian dibantahnya.Tak hanya itu, nama Susno kembali menjadi perbincangan karena disebut-sebut terkait dengan kasus Anggoro Widjojo, buronan KPK untuk kasus pengadaan sistem komunikasi radio terpadu (SKRT). Susno pernah menemui Anggoro di Singapura. Padahal saat itu, Anggoro sudah ditetapkan sebagai tersangka.Nama Susno semakin mencuat setelah Mahkamah Konstitusi memperdengarkan rekaman dari telepon selular adik Anggoro, yakni Anggodo Widjojo. Dalam rekaman itu, disebut-sebut nama Susno terkait dengan rencana kriminalisasi KPK.Susno kemudian sempat nonaktif dari jabatannya sebagai Kabareskrim, menyusul pemeriksaan oleh tim bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengungkap kasus dugaan suap pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Saat itu desakan agar Susno dicopot dari jabatannya semakin menguat.(ton)</description><content:encoded>JAKARTA - Mantan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duadji menyambut baik usaha serius pemerintah untuk memberantas makelar kasus (Markus).&quot;Itu usaha yang bagus dari pemerintah. Markus harus dicabut. Markus itu kan tergantung yang siapa yang mengemudikan perahu tersebut,&quot; kata perwira tinggi Polri yang kini menjadi staf ahli Kapolri itu usai pelantikan Wakapolri baru di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2010).Dia mencurigai bahwa markus justru ada di sekitar lembaga penegak hukum. &amp;ldquo;Jangan-jangan markus justru ada di sekitar kita. Berkeliaran kok enggak diketahui,&amp;rdquo; ucap Susno.Nama Susno menjadi perbincangan setelah muncul dugaan keterlibatannya menerbitkan surat kuasa terkait pencairan dana miliaran rupiah milik Budi Sampoerna di Bank Century. Susno dicurigai menerima imbalan sebesar Rp1 miliar, meski kemudian dibantahnya.Tak hanya itu, nama Susno kembali menjadi perbincangan karena disebut-sebut terkait dengan kasus Anggoro Widjojo, buronan KPK untuk kasus pengadaan sistem komunikasi radio terpadu (SKRT). Susno pernah menemui Anggoro di Singapura. Padahal saat itu, Anggoro sudah ditetapkan sebagai tersangka.Nama Susno semakin mencuat setelah Mahkamah Konstitusi memperdengarkan rekaman dari telepon selular adik Anggoro, yakni Anggodo Widjojo. Dalam rekaman itu, disebut-sebut nama Susno terkait dengan rencana kriminalisasi KPK.Susno kemudian sempat nonaktif dari jabatannya sebagai Kabareskrim, menyusul pemeriksaan oleh tim bentukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mengungkap kasus dugaan suap pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Saat itu desakan agar Susno dicopot dari jabatannya semakin menguat.(ton)</content:encoded></item></channel></rss>
