<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lauching Buku Tandingan George Sepi Politisi</title><description>Buku tandingan Membongkar Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro yang berjudul Hanya Fitnah &amp;amp; Cari Sensasi, George Revisi Buku karya Setiyardi siang ini diluncurkan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/06/339/291497/lauching-buku-tandingan-george-sepi-politisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/01/06/339/291497/lauching-buku-tandingan-george-sepi-politisi"/><item><title>Lauching Buku Tandingan George Sepi Politisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/06/339/291497/lauching-buku-tandingan-george-sepi-politisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/01/06/339/291497/lauching-buku-tandingan-george-sepi-politisi</guid><pubDate>Rabu 06 Januari 2010 14:30 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/06/339/291497/F2ywbq9pFf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Buku tandingan Gurita Cikeas (Foto: dok.okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/06/339/291497/F2ywbq9pFf.jpg</image><title>Buku tandingan Gurita Cikeas (Foto: dok.okezone)</title></images><description>JAKARTA - Buku tandingan Membongkar Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro yang berjudul Hanya Fitnah &amp;amp; Cari Sensasi, George Revisi Buku karya Setiyardi siang ini diluncurkan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Berbeda dengan peluncuran buku Membongkar Gurita Cikeas pekan lalu yang dihadiri politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan dan pengamat politik Boni Hargens, peluncuran buku tandingan ini sepi dari kedatangan politisi.
&amp;nbsp;
Pantauan okezone, di tempat peluncuran, Hotel Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2010), tak satu pun politisi hadir di sana. Tampak pengunjung hanya dari kalangan wartawan dan masyarakat umum.
&amp;nbsp;
Sementara, penulis buku tandingan itu yakni Setiyardi telah hadir di sana. Begitu pula pakar komunikasi Suyanto.
&amp;nbsp;
Sedianya, peluncuran buku ini berlangsung pukul 14.00 WIB namun hingga berita ini diturunkan, belum juga digelar.
&amp;nbsp;
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelak buku ini akan dibagikan secara gratis bagi para pengunjung yang hadir di sana.
&amp;nbsp;
Setiyardi menyoroti dua hal pokok yang menjadi kesalahan fatal George dalam menulis buku Membongkar Gurita Cikeas. Pertama, penggunaan metodologi yang tidak kredibel yakni penggunaan sumber-sumber sekunder seperti koran, majalah, dan internet.
&amp;nbsp;
Kedua, isi buku yang banyak berisi data tidak valid dan tidak diverifikasi sehingga menghasilkan kesimpulan serampangan.
&amp;nbsp;
Selain itu, buku karya George itu diterbitkan sangat tergesa-gesa untuk mengejar momen Century. &amp;ldquo;Belum diverifikasi sudah di-launching,&amp;rdquo; kata Setiyardi saat diwawancarai okezone, kemarin.</description><content:encoded>JAKARTA - Buku tandingan Membongkar Gurita Cikeas karya George Junus Aditjondro yang berjudul Hanya Fitnah &amp;amp; Cari Sensasi, George Revisi Buku karya Setiyardi siang ini diluncurkan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Berbeda dengan peluncuran buku Membongkar Gurita Cikeas pekan lalu yang dihadiri politisi Partai Demokrat Ramadhan Pohan dan pengamat politik Boni Hargens, peluncuran buku tandingan ini sepi dari kedatangan politisi.
&amp;nbsp;
Pantauan okezone, di tempat peluncuran, Hotel Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2010), tak satu pun politisi hadir di sana. Tampak pengunjung hanya dari kalangan wartawan dan masyarakat umum.
&amp;nbsp;
Sementara, penulis buku tandingan itu yakni Setiyardi telah hadir di sana. Begitu pula pakar komunikasi Suyanto.
&amp;nbsp;
Sedianya, peluncuran buku ini berlangsung pukul 14.00 WIB namun hingga berita ini diturunkan, belum juga digelar.
&amp;nbsp;
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelak buku ini akan dibagikan secara gratis bagi para pengunjung yang hadir di sana.
&amp;nbsp;
Setiyardi menyoroti dua hal pokok yang menjadi kesalahan fatal George dalam menulis buku Membongkar Gurita Cikeas. Pertama, penggunaan metodologi yang tidak kredibel yakni penggunaan sumber-sumber sekunder seperti koran, majalah, dan internet.
&amp;nbsp;
Kedua, isi buku yang banyak berisi data tidak valid dan tidak diverifikasi sehingga menghasilkan kesimpulan serampangan.
&amp;nbsp;
Selain itu, buku karya George itu diterbitkan sangat tergesa-gesa untuk mengejar momen Century. &amp;ldquo;Belum diverifikasi sudah di-launching,&amp;rdquo; kata Setiyardi saat diwawancarai okezone, kemarin.</content:encoded></item></channel></rss>
