<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Harimau Tertangkap Kamera </title><description>Video jebak (video trap) yang dipasang oleh tim riset WWF-Indonesia di Sumatera Bagian Tengah mendapatkan keluarga Harimau Sumatera.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/08/340/292256/keluarga-harimau-tertangkap-kamera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/01/08/340/292256/keluarga-harimau-tertangkap-kamera"/><item><title>Keluarga Harimau Tertangkap Kamera </title><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/08/340/292256/keluarga-harimau-tertangkap-kamera</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/01/08/340/292256/keluarga-harimau-tertangkap-kamera</guid><pubDate>Jum'at 08 Januari 2010 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Banda Haruddin Tanjung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/08/340/292256/JGMBSiSJNz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(foto: WWF)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/08/340/292256/JGMBSiSJNz.jpg</image><title>(foto: WWF)</title></images><description>PEKANBARU - Video jebak (video trap) yang dipasang oleh tim riset WWF-Indonesia di Sumatera Bagian Tengah mendapatkan keluarga  Harimau Sumatera.Harimau itu terlihat di wilayah konservasi Suaka Margasatwa Rimbang Baling dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di Propinsi Riau dan Jambi.Rilis Wolrd Wild Fund (WWF) yang diterima okezone Jumat, (8/1/2010) menerangkan kamera yang segaja dipasang untuk melihat populasi harimau berhasil merekam gambar harimau betina dan dua anaknya.Selain mendapatkan gambar harimau betina dan dua anaknya, video yang dilengkapi dengan dengan sensor infra merah  juga mendapatkan gambar harimau jantan dan satwa buruannya yaitu babi hutan dan rusa, dan satwa lainnya seperti tapir, monyet ekor panjang, landak, dan luwak.Menurut catatan WWF  temuan ini memberikan informasi ilmiah dan mengenai tingkah laku satwa dilindungi. Saat tertangkap kamera yang dipasang di berbagai tempat, terlihat keluarga harimau Sumatera saat mereka berjalan melintasi di salah satu kawasan.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Berdasarkan hasil survei beberapa tahun ini kita perkirakan populasi Harimau Sumatera tak lebih dari 400 ekor yang terdiri dari harimau di taman nasional maupun harimau liar. Saat  ini jumlah harimau jauh berkurang dari beberapa tahun yang lebih dari 400 ekor,&amp;rdquo;  kata Koordinator Tim Riset Harimau WWF-Indonesia Karmila Parakkasi.Dia menjelaskan saat ini kehidupan raja hutan berstatus  kritis atau terancam punah (critically endangered). Hal itu tak lain disebabkan  dimana keberadaan mereka terus terancam oleh rusaknya habitat, dan perdagangan serta perburuan ilegal.&amp;ldquo;Selain itu yang mengancam populasi harimau juga yakni penyempitan kawasan konservasi harimau akibat alih fungsi lahan,&amp;rdquo; terangnya.WWF dan sejumlah mitra lainnya yang tergabung dalam the Global Tiger Initiative menerangkan. Saat ini spesies harimau di seluruh dunia hanya tersisa 3.200 ekor yang meliputi enam sub-spesies yaitu Harimau Sumatera, Bengal, Amur, Indochina, China Selatan, dan Malaya.(fit)</description><content:encoded>PEKANBARU - Video jebak (video trap) yang dipasang oleh tim riset WWF-Indonesia di Sumatera Bagian Tengah mendapatkan keluarga  Harimau Sumatera.Harimau itu terlihat di wilayah konservasi Suaka Margasatwa Rimbang Baling dan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di Propinsi Riau dan Jambi.Rilis Wolrd Wild Fund (WWF) yang diterima okezone Jumat, (8/1/2010) menerangkan kamera yang segaja dipasang untuk melihat populasi harimau berhasil merekam gambar harimau betina dan dua anaknya.Selain mendapatkan gambar harimau betina dan dua anaknya, video yang dilengkapi dengan dengan sensor infra merah  juga mendapatkan gambar harimau jantan dan satwa buruannya yaitu babi hutan dan rusa, dan satwa lainnya seperti tapir, monyet ekor panjang, landak, dan luwak.Menurut catatan WWF  temuan ini memberikan informasi ilmiah dan mengenai tingkah laku satwa dilindungi. Saat tertangkap kamera yang dipasang di berbagai tempat, terlihat keluarga harimau Sumatera saat mereka berjalan melintasi di salah satu kawasan.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Berdasarkan hasil survei beberapa tahun ini kita perkirakan populasi Harimau Sumatera tak lebih dari 400 ekor yang terdiri dari harimau di taman nasional maupun harimau liar. Saat  ini jumlah harimau jauh berkurang dari beberapa tahun yang lebih dari 400 ekor,&amp;rdquo;  kata Koordinator Tim Riset Harimau WWF-Indonesia Karmila Parakkasi.Dia menjelaskan saat ini kehidupan raja hutan berstatus  kritis atau terancam punah (critically endangered). Hal itu tak lain disebabkan  dimana keberadaan mereka terus terancam oleh rusaknya habitat, dan perdagangan serta perburuan ilegal.&amp;ldquo;Selain itu yang mengancam populasi harimau juga yakni penyempitan kawasan konservasi harimau akibat alih fungsi lahan,&amp;rdquo; terangnya.WWF dan sejumlah mitra lainnya yang tergabung dalam the Global Tiger Initiative menerangkan. Saat ini spesies harimau di seluruh dunia hanya tersisa 3.200 ekor yang meliputi enam sub-spesies yaitu Harimau Sumatera, Bengal, Amur, Indochina, China Selatan, dan Malaya.(fit)</content:encoded></item></channel></rss>
