<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Dradjad Mundur dari Pencalonan Ketum PAN?</title><description>Pertama, dia gagal menjaring dukungan pengurus daerah. Kedua, peran Amien Rais yang meyakinnya untuk mundur.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/10/339/292559/mengapa-dradjad-mundur-dari-pencalonan-ketum-pan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/01/10/339/292559/mengapa-dradjad-mundur-dari-pencalonan-ketum-pan"/><item><title>Mengapa Dradjad Mundur dari Pencalonan Ketum PAN?</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/10/339/292559/mengapa-dradjad-mundur-dari-pencalonan-ketum-pan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/01/10/339/292559/mengapa-dradjad-mundur-dari-pencalonan-ketum-pan</guid><pubDate>Minggu 10 Januari 2010 05:01 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA - Mundurnya Dradjad Wibowo pada menit-menit akhir pemilihan ketua umum Partai Amanat Nasional disebabkan oleh dua hal. Pertama, dia gagal menjaring dukungan pengurus daerah sehingga semangatnya yang tampak berapi-api di awal menjadi loyo sebelum mencapai puncak pertarungan.
&amp;nbsp;
Kedua, peran Amien Rais yang berhasil meyakinkan Dradjad bahwa kalaupun dia maju dalam bursa pencalonan pasti akan kalah karena hanya memperoleh dukungan minim. Demikian dikatakan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi saat dihubungi Okezone, Sabtu (9/1/2010).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau hanya memperoleh dukungan minim atau tidak mendapat suara sama sekali maka akan mengurangi posisi tawar Dradjad dalam penyusunan kepengurusan,&amp;rdquo; ujar Burhan.
&amp;nbsp;
Burhan menambahkan, langkah Dradjad sebenarnya menguntungkan dirinya. Dia membandingkan sikap Dradjad dengan Yuddi Chrisnandi yang mencalonkan diri menjadi ketua umum Partai Golkar beberapa waktu lalu. Yuddi yang ngotot maju ternyata tidak mendapat dukungan satu suara pun.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Akhirnya nilai tawarnya enggak ada untuk menjadi pengurus partai,&amp;rdquo; ujar Burhan.
&amp;nbsp;
Menurut Burhan, kegagalan Dradjad memperoleh dukungan tidaklah mengherankan. Sebab, ekonom yang dikenal kritis itu selama ini hanya besar di media. &quot;Tetapi tidak punya akar di basis massa PAN,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Hal ini berbeda jauh dengan Hatta Radjasa. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II itu dikenal memiliki pengaruh kuat hingga pengurus PAN paling bawah. Salah satu penyebabnya adalah Hatta telah lama berkiprah dan membangun karir politiknya di PAN dari tingkat bawah.</description><content:encoded>JAKARTA - Mundurnya Dradjad Wibowo pada menit-menit akhir pemilihan ketua umum Partai Amanat Nasional disebabkan oleh dua hal. Pertama, dia gagal menjaring dukungan pengurus daerah sehingga semangatnya yang tampak berapi-api di awal menjadi loyo sebelum mencapai puncak pertarungan.
&amp;nbsp;
Kedua, peran Amien Rais yang berhasil meyakinkan Dradjad bahwa kalaupun dia maju dalam bursa pencalonan pasti akan kalah karena hanya memperoleh dukungan minim. Demikian dikatakan pengamat politik Burhanuddin Muhtadi saat dihubungi Okezone, Sabtu (9/1/2010).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kalau hanya memperoleh dukungan minim atau tidak mendapat suara sama sekali maka akan mengurangi posisi tawar Dradjad dalam penyusunan kepengurusan,&amp;rdquo; ujar Burhan.
&amp;nbsp;
Burhan menambahkan, langkah Dradjad sebenarnya menguntungkan dirinya. Dia membandingkan sikap Dradjad dengan Yuddi Chrisnandi yang mencalonkan diri menjadi ketua umum Partai Golkar beberapa waktu lalu. Yuddi yang ngotot maju ternyata tidak mendapat dukungan satu suara pun.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Akhirnya nilai tawarnya enggak ada untuk menjadi pengurus partai,&amp;rdquo; ujar Burhan.
&amp;nbsp;
Menurut Burhan, kegagalan Dradjad memperoleh dukungan tidaklah mengherankan. Sebab, ekonom yang dikenal kritis itu selama ini hanya besar di media. &quot;Tetapi tidak punya akar di basis massa PAN,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;
Hal ini berbeda jauh dengan Hatta Radjasa. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II itu dikenal memiliki pengaruh kuat hingga pengurus PAN paling bawah. Salah satu penyebabnya adalah Hatta telah lama berkiprah dan membangun karir politiknya di PAN dari tingkat bawah.</content:encoded></item></channel></rss>
