<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pegawai BPR Gasak Uang Nasabah Ratusan Juta</title><description>Ratusan juta uang nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) cabang Pabuaran, Subang, Jawa Barat, digasak oleh salah seorang pegawainya bernama Nurahman (40), warga Kampung Sukaresmi Rt 47/5 Desa/Kecamatan Paburan, Subang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/11/340/293003/pegawai-bpr-gasak-uang-nasabah-ratusan-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/01/11/340/293003/pegawai-bpr-gasak-uang-nasabah-ratusan-juta"/><item><title>Pegawai BPR Gasak Uang Nasabah Ratusan Juta</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/11/340/293003/pegawai-bpr-gasak-uang-nasabah-ratusan-juta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/01/11/340/293003/pegawai-bpr-gasak-uang-nasabah-ratusan-juta</guid><pubDate>Senin 11 Januari 2010 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Annas Nasrullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/11/340/293003/WEsHUTQWe5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas Kepolisian melakukan penjagaan terhadap Kantor BPR Cabang Pabuaran, setelah peristiwa penggelapan dana nasabah ratusan juta rupiah. (Foto: Annas Nashrullah/Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/11/340/293003/WEsHUTQWe5.jpg</image><title>Petugas Kepolisian melakukan penjagaan terhadap Kantor BPR Cabang Pabuaran, setelah peristiwa penggelapan dana nasabah ratusan juta rupiah. (Foto: Annas Nashrullah/Koran SI)</title></images><description>SUBANG - Ratusan juta uang nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) cabang Pabuaran, Subang, Jawa Barat, digasak oleh salah seorang pegawainya bernama Nurahman (40), warga Kampung Sukaresmi Rt 47/5 Desa/Kecamatan Paburan, Subang. Akibat aksi oknum pegawai BPR, pihak perbankan mengalami kerugian sebesar Rp494 juta.Angka tersebut baru berasal delapan nasabah. Sehingga tidak menutup kemungkinan kerugian yang diderita pihak BPR akan terus bertambah hingga capai miliaran rupiah. Sebab hingga saat ini banyak nasabah yang menjadi korban ulah Nurahman belum berani melaporkan ke pihak kepolisian maupun pihak BPR.Data sementara dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pabuaran, jumlah nasabah BPR Pabuaran yang telah melapor baru sebanyak delapan nasabah dengan total seluruh kerugian mencapai Rp494 juta. Tiga dari delapan nasabah yang merupakan nasabah terbesar adalah Hj Fatimah sebesar Rp100 juta, H Dalim Rp80 juta, dan dan Dedeh Rp60 juta, ketiganya merupakan warga setempat.Menurut Kapolsek Pabuaran AKP Agus Eka Wijaya, peluang bertambahnya angka kerugian sangat besar. Karena jumlah korban yang belum melapor berkisar antara 40 hingga 70 nasabah. &quot;Masih banyak nasabah yang belum melapor ke kami, sehingga uang yang digelapkan oleh oknum pegawai bank itu bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar,&quot; ujar Agus Eka, Senin (11/1/2010).Modus yang dilancarkan pelaku untuk meraup uang nasabah BPR itu dengan memanfaatkan kapasitasnya yang melayani nasabah yang hendak menyetor. Ratusan juta uang nasabah yang seharusnya masuk ke kas BPR, digondol pelaku. Tidak itu saja, pelaku tidak memberikan bunga tabungan kepada nasabah.Untuk mengejar pelaku, pihak kepolisian melakukan berbagai upaya di antaranya dengan menetapkan pelaku sebagai daftar pencarian orang (DPO), dan sudah menyebar sketsa wajah pelaku ke sejumlah daerah dan tempat. Demikian juga upaya pengejaran sudah dilakukan ke sejumlah tempat termasuk antisipasi kemungkinan pelaku ke luar negeri.&quot;Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, kami sudah nyatakan DPO dan telah menyebar poto pelaku. Kami juga mengantisipasi pelaku kabur ke luar negeri dengan mengejar ke Bandara Soekarno-Hatta,&quot; papar Kapolsek.Sementara itu Kepala BPR Cabang Pabuaran, Makmun Sukardi menuturkan, pelaku Nurrahman merupakan pegawainya yang sudah bekerja selama 20 tahun lalu. &quot;Selama menjalani profesinya, tidak ada perilaku yang mencurigakan ditunjukan oleh Nurrahman. Biasa saja seperti yang lainnya. Tapi pada Jumat 8 Januari lalu sampai hari ini dia tidak masuk kantor tanpa ada pemberitahuan,&quot; ujar Makmun.Akibat aksi penggelapan dana nasabah itu, BPR menanggung kerugian ratusan juta rupiah. Bahkan tidak menutup kemungkinan kerugian itu akan semakin bertambah besar. Mengingat masih ada puluhan korban yang belum melaporkan kasus penggelapan dana nasabah tersebut.Informasi yang dihimpun, akibat tindakan pelaku tersebut, selain melaporkan ke aparat kepolisian, sejumlah korban mendatangi rumah pelaku yang masih tinggal bersama orangtuanya di Kampung Sukaresmi Rt 47/5 Desa Pabuaran, Kecamatan Paburan, Subang. Kedatangan mereka untuk mengambil seluruh isi perabotan rumah, termasuk barang elektronik. Melihat aksi kemarahan nasabah itu, orangtua pelaku shock, bahkan untuk menghindari aksi anarkistis, orangtua dan keluarga pelaku terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya.Sejumlah sumber menyebutkan, meskipun usianya sudah 40 tahun, namun status pernikahan pelaku masih bujangan. Tersiar kabar pelaku memiliki kelainan seks, menyukai lawan jenis. Sehingga muncul spekulasi jika dana hasil aksinya itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup pasangan kekasih sesama jenisnya dan memenuhi kebutuhan seks menyimpangnya.&quot;Bisa jadi uang hasil yang didapat dari hasil aksinya itu untuk itu. Karena kerap kali ada seorang pria yang datang ke rumahnya,&quot; ujar salah satu sumber yang enggan dicantumkan identitasnya.</description><content:encoded>SUBANG - Ratusan juta uang nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) cabang Pabuaran, Subang, Jawa Barat, digasak oleh salah seorang pegawainya bernama Nurahman (40), warga Kampung Sukaresmi Rt 47/5 Desa/Kecamatan Paburan, Subang. Akibat aksi oknum pegawai BPR, pihak perbankan mengalami kerugian sebesar Rp494 juta.Angka tersebut baru berasal delapan nasabah. Sehingga tidak menutup kemungkinan kerugian yang diderita pihak BPR akan terus bertambah hingga capai miliaran rupiah. Sebab hingga saat ini banyak nasabah yang menjadi korban ulah Nurahman belum berani melaporkan ke pihak kepolisian maupun pihak BPR.Data sementara dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Pabuaran, jumlah nasabah BPR Pabuaran yang telah melapor baru sebanyak delapan nasabah dengan total seluruh kerugian mencapai Rp494 juta. Tiga dari delapan nasabah yang merupakan nasabah terbesar adalah Hj Fatimah sebesar Rp100 juta, H Dalim Rp80 juta, dan dan Dedeh Rp60 juta, ketiganya merupakan warga setempat.Menurut Kapolsek Pabuaran AKP Agus Eka Wijaya, peluang bertambahnya angka kerugian sangat besar. Karena jumlah korban yang belum melapor berkisar antara 40 hingga 70 nasabah. &quot;Masih banyak nasabah yang belum melapor ke kami, sehingga uang yang digelapkan oleh oknum pegawai bank itu bisa mencapai lebih dari Rp1 miliar,&quot; ujar Agus Eka, Senin (11/1/2010).Modus yang dilancarkan pelaku untuk meraup uang nasabah BPR itu dengan memanfaatkan kapasitasnya yang melayani nasabah yang hendak menyetor. Ratusan juta uang nasabah yang seharusnya masuk ke kas BPR, digondol pelaku. Tidak itu saja, pelaku tidak memberikan bunga tabungan kepada nasabah.Untuk mengejar pelaku, pihak kepolisian melakukan berbagai upaya di antaranya dengan menetapkan pelaku sebagai daftar pencarian orang (DPO), dan sudah menyebar sketsa wajah pelaku ke sejumlah daerah dan tempat. Demikian juga upaya pengejaran sudah dilakukan ke sejumlah tempat termasuk antisipasi kemungkinan pelaku ke luar negeri.&quot;Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, kami sudah nyatakan DPO dan telah menyebar poto pelaku. Kami juga mengantisipasi pelaku kabur ke luar negeri dengan mengejar ke Bandara Soekarno-Hatta,&quot; papar Kapolsek.Sementara itu Kepala BPR Cabang Pabuaran, Makmun Sukardi menuturkan, pelaku Nurrahman merupakan pegawainya yang sudah bekerja selama 20 tahun lalu. &quot;Selama menjalani profesinya, tidak ada perilaku yang mencurigakan ditunjukan oleh Nurrahman. Biasa saja seperti yang lainnya. Tapi pada Jumat 8 Januari lalu sampai hari ini dia tidak masuk kantor tanpa ada pemberitahuan,&quot; ujar Makmun.Akibat aksi penggelapan dana nasabah itu, BPR menanggung kerugian ratusan juta rupiah. Bahkan tidak menutup kemungkinan kerugian itu akan semakin bertambah besar. Mengingat masih ada puluhan korban yang belum melaporkan kasus penggelapan dana nasabah tersebut.Informasi yang dihimpun, akibat tindakan pelaku tersebut, selain melaporkan ke aparat kepolisian, sejumlah korban mendatangi rumah pelaku yang masih tinggal bersama orangtuanya di Kampung Sukaresmi Rt 47/5 Desa Pabuaran, Kecamatan Paburan, Subang. Kedatangan mereka untuk mengambil seluruh isi perabotan rumah, termasuk barang elektronik. Melihat aksi kemarahan nasabah itu, orangtua pelaku shock, bahkan untuk menghindari aksi anarkistis, orangtua dan keluarga pelaku terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya.Sejumlah sumber menyebutkan, meskipun usianya sudah 40 tahun, namun status pernikahan pelaku masih bujangan. Tersiar kabar pelaku memiliki kelainan seks, menyukai lawan jenis. Sehingga muncul spekulasi jika dana hasil aksinya itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup pasangan kekasih sesama jenisnya dan memenuhi kebutuhan seks menyimpangnya.&quot;Bisa jadi uang hasil yang didapat dari hasil aksinya itu untuk itu. Karena kerap kali ada seorang pria yang datang ke rumahnya,&quot; ujar salah satu sumber yang enggan dicantumkan identitasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
