<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puskesmas di DKI Akan Dipasang CCTV</title><description>Pemprov DKI Jakarta akan memasang kamera pengintai atau closed-circuit television (CCTV) di setiap puskesmas. Hal ini dilakukan agar kasus penculikan bayi yang baru berusia 12 jam di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, tidak terulang lagi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/15/338/294282/puskesmas-di-dki-akan-dipasang-cctv</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/01/15/338/294282/puskesmas-di-dki-akan-dipasang-cctv"/><item><title>Puskesmas di DKI Akan Dipasang CCTV</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/15/338/294282/puskesmas-di-dki-akan-dipasang-cctv</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/01/15/338/294282/puskesmas-di-dki-akan-dipasang-cctv</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2010 05:49 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SI</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/15/338/294282/u5qEdmeSYd.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/15/338/294282/u5qEdmeSYd.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemprov DKI Jakarta akan memasang kamera pengintai atau closed-circuit television (CCTV) di setiap puskesmas. Hal ini dilakukan agar kasus penculikan bayi yang baru berusia 12 jam di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, tidak terulang lagi.
&amp;nbsp;
Selain puskesmas, beberapa rumah sakit umum daerah (RSUD) juga akan dipasangi CCTV. Menurut Gubernur DKI Jakarta FauziBowo, kamera pengintai tersebut nantinya akan berfungsi membantu petugas di masing-masing puskesmas atau RSUD untuk memantau setiap aktivitas yang terjadi di dalam,terutama di ruang bersalin.
&amp;nbsp;
Selain memasang CCTV, lanjut Fauzi, pemprov juga akan memperketat prosedur tetap (protap).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Misalnya waktu kunjung/besuk terhadap pasien di seluruh puskesmas atau RSUD di wilayah DKI akan diperketat. Sebab, faktor kurang ketatnya protap tersebut diduga turut membantu melancarkan aksi penculikan di Puskesmas Kembangan,&amp;rdquo; papar Fauzi kepada wartawan, kemarin.
&amp;nbsp;
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati menyatakan, sedikitnya terdapat 62 puskesmas (kecamatan dan kelurahan) dan RSUD di wilayah DKI yang akan dipasangi CCTV.
&amp;nbsp;
Jumlah tersebut merupakan prioritas dari total 338 puskesmas dan RSUD di seluruh Ibu Kota. Masing-masing akan dipasang sedikitnya delapan monitor.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami prioritaskan (terhadap Puskesmas dan RSUD) yang ada ruang bersalinnya. Karena itu akan kami pasang secepatnya, mudah-mudahan akhir Januari ini sudah selesai,&amp;rdquo; tandas Dien. Ia belum memastikan jumlah anggaran untuk pengadaan CCTV tersebut.
&amp;nbsp;
Namun, Dien memastikan bahwa untuk delapan monitor di setiap puskesmas, biaya pengadaan CCTV-nya tidak lebih dari Rp20 juta. &amp;ldquo;Kalau untuk rumah sakit daerah (RSUD), kita lihat luasnya dulu, bisa jadi lebih dari delapan monitor,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Selain CCTV, untuk menghindari kasus serupa terulang lagi, Dinkes akan memperketat proses rekrutmen tenaga medis, khususnya bidan. Meliputi, di antaranya, uji kompetensi, sikap (attitude) dan tes psikologi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tes psikologi itu akan menentukan seseorang ada kelainan atau tidak.Tes tersebut yang bisa menyaring dari seleksi kompetensi dan attitudeitu.Hal itu prioritas,&amp;rdquo;paparnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemprov DKI Jakarta akan memasang kamera pengintai atau closed-circuit television (CCTV) di setiap puskesmas. Hal ini dilakukan agar kasus penculikan bayi yang baru berusia 12 jam di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat, tidak terulang lagi.
&amp;nbsp;
Selain puskesmas, beberapa rumah sakit umum daerah (RSUD) juga akan dipasangi CCTV. Menurut Gubernur DKI Jakarta FauziBowo, kamera pengintai tersebut nantinya akan berfungsi membantu petugas di masing-masing puskesmas atau RSUD untuk memantau setiap aktivitas yang terjadi di dalam,terutama di ruang bersalin.
&amp;nbsp;
Selain memasang CCTV, lanjut Fauzi, pemprov juga akan memperketat prosedur tetap (protap).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Misalnya waktu kunjung/besuk terhadap pasien di seluruh puskesmas atau RSUD di wilayah DKI akan diperketat. Sebab, faktor kurang ketatnya protap tersebut diduga turut membantu melancarkan aksi penculikan di Puskesmas Kembangan,&amp;rdquo; papar Fauzi kepada wartawan, kemarin.
&amp;nbsp;
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati menyatakan, sedikitnya terdapat 62 puskesmas (kecamatan dan kelurahan) dan RSUD di wilayah DKI yang akan dipasangi CCTV.
&amp;nbsp;
Jumlah tersebut merupakan prioritas dari total 338 puskesmas dan RSUD di seluruh Ibu Kota. Masing-masing akan dipasang sedikitnya delapan monitor.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami prioritaskan (terhadap Puskesmas dan RSUD) yang ada ruang bersalinnya. Karena itu akan kami pasang secepatnya, mudah-mudahan akhir Januari ini sudah selesai,&amp;rdquo; tandas Dien. Ia belum memastikan jumlah anggaran untuk pengadaan CCTV tersebut.
&amp;nbsp;
Namun, Dien memastikan bahwa untuk delapan monitor di setiap puskesmas, biaya pengadaan CCTV-nya tidak lebih dari Rp20 juta. &amp;ldquo;Kalau untuk rumah sakit daerah (RSUD), kita lihat luasnya dulu, bisa jadi lebih dari delapan monitor,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;
Selain CCTV, untuk menghindari kasus serupa terulang lagi, Dinkes akan memperketat proses rekrutmen tenaga medis, khususnya bidan. Meliputi, di antaranya, uji kompetensi, sikap (attitude) dan tes psikologi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Tes psikologi itu akan menentukan seseorang ada kelainan atau tidak.Tes tersebut yang bisa menyaring dari seleksi kompetensi dan attitudeitu.Hal itu prioritas,&amp;rdquo;paparnya.</content:encoded></item></channel></rss>
