<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proposal Fiktif Modus Utama Korupsi Bansos</title><description>Indonesia Corruption Watch (ICW) mengingatkan bahwa dana bantuan sosial (bansos) menjadi ladang paling subur bagi para koruptor.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/15/339/294257/proposal-fiktif-modus-utama-korupsi-bansos</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/01/15/339/294257/proposal-fiktif-modus-utama-korupsi-bansos"/><item><title>Proposal Fiktif Modus Utama Korupsi Bansos</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/15/339/294257/proposal-fiktif-modus-utama-korupsi-bansos</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/01/15/339/294257/proposal-fiktif-modus-utama-korupsi-bansos</guid><pubDate>Jum'at 15 Januari 2010 03:04 WIB</pubDate><dc:creator>muh sahlan</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia Corruption Watch (ICW) mengingatkan bahwa dana bantuan sosial (bansos) menjadi ladang paling subur bagi para koruptor.
&amp;nbsp;
Dalam penelitian ICW di sembilan daerah, terdapat 122 tersangka dari 65 kasus korupsi dana bansos sepanjang tahun 2009.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Proposal fiktif menjadi modus utama yang dilakukan untuk mengeruk dana bansos. Korupsi dana bansos ini cenderung meningkat tiap tahun. Ini hasil temuan kami berdasarkan penelitian tahun 2009,&amp;rdquo; kata Kepala Divisi Investigasi ICW Agus Sunaryanto di Jakarta, Kamis (14/1/2010).
&amp;nbsp;
Agus menambahkan, kasus korupsi dana bansos terjadi karena program bansos sangat beragam dan dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah tanpa terkoordinasi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Panduan umum penyaluran dana bansos juga tidak ada sehingga mudah ditunggangi partai politik. Ini terbukti karena korupsi bansos ini semakin tinggi menjelang Pemilu 2009,&amp;rdquo; pungkas Agus.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia Corruption Watch (ICW) mengingatkan bahwa dana bantuan sosial (bansos) menjadi ladang paling subur bagi para koruptor.
&amp;nbsp;
Dalam penelitian ICW di sembilan daerah, terdapat 122 tersangka dari 65 kasus korupsi dana bansos sepanjang tahun 2009.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Proposal fiktif menjadi modus utama yang dilakukan untuk mengeruk dana bansos. Korupsi dana bansos ini cenderung meningkat tiap tahun. Ini hasil temuan kami berdasarkan penelitian tahun 2009,&amp;rdquo; kata Kepala Divisi Investigasi ICW Agus Sunaryanto di Jakarta, Kamis (14/1/2010).
&amp;nbsp;
Agus menambahkan, kasus korupsi dana bansos terjadi karena program bansos sangat beragam dan dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah tanpa terkoordinasi.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Panduan umum penyaluran dana bansos juga tidak ada sehingga mudah ditunggangi partai politik. Ini terbukti karena korupsi bansos ini semakin tinggi menjelang Pemilu 2009,&amp;rdquo; pungkas Agus.</content:encoded></item></channel></rss>
