<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>&quot;Kompromi Politik di Balik Isu Pesawat Kepresidenan&quot;</title><description>Direktur Indonesian Budget Center Arif Nur Alam mensinyalir adanya kompromi politik di balik rencana pembelian pesawat kepresidenan bernilai Rp700 miliar. Persetujuan Komisi II dan Badan Anggaran DPR adalah buktinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/29/337/298794/kompromi-politik-di-balik-isu-pesawat-kepresidenan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/01/29/337/298794/kompromi-politik-di-balik-isu-pesawat-kepresidenan"/><item><title>&quot;Kompromi Politik di Balik Isu Pesawat Kepresidenan&quot;</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/01/29/337/298794/kompromi-politik-di-balik-isu-pesawat-kepresidenan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/01/29/337/298794/kompromi-politik-di-balik-isu-pesawat-kepresidenan</guid><pubDate>Jum'at 29 Januari 2010 08:44 WIB</pubDate><dc:creator>Amirul Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/01/29/337/298794/TS7LWpNF5q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Abror Rizki/Presidensby.info)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/01/29/337/298794/TS7LWpNF5q.jpg</image><title>(Foto: Abror Rizki/Presidensby.info)</title></images><description>JAKARTA - Direktur Indonesian Budget Center Arif Nur Alam mensinyalir adanya kompromi politik di balik rencana pembelian pesawat kepresidenan bernilai Rp700 miliar. Persetujuan Komisi II dan Badan Anggaran DPR adalah buktinya.&quot;Ada indikasi orientasinya proyek,&quot; kata Arif saat berbincang dengan okezone melalui sambungan telepon, Jumat (29/1/2010).Dia menilai, apa yang dilakukan DPR sebagai bentuk legitimasi yang buruk. Apapun alasannya, pengadaan pesawat kepresidenan belum layak dilakukan kerena pemerintah belum menjawab pelayanan dasar masyarakat. &quot;Semestinya mereka memiliki sense of crisis,&quot; tegas Arif.Kebijakan anggaran, menurut Arif, seharusnya mengedepankan kepentingan rakyat kecil. Kesehatan murah, pendidikan gratis dan program kesejahteraan lainnya.&quot;Apakah pesawat ini digunakan untuk menonton rakyat kita yang kelaparan, ini tidak indah dan tidak pantas,&quot; tukasnya.
&amp;nbsp;
Seperti diberitakan, pembelian pesawat kepresidenan ini hamper pasti terealisasi. Anggaran yang digelontorkan sebesar USD75 juta atau setara dengan Rp700 miliar.
&amp;nbsp;
DPR berdalih, program ini sudah direncanakan sejak anggoda DPR perode 2004-2009 berkantor di Senayan. Dan rencana pengadaan ini disetujui dengan alasan efesiensi dan keamanan.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktur Indonesian Budget Center Arif Nur Alam mensinyalir adanya kompromi politik di balik rencana pembelian pesawat kepresidenan bernilai Rp700 miliar. Persetujuan Komisi II dan Badan Anggaran DPR adalah buktinya.&quot;Ada indikasi orientasinya proyek,&quot; kata Arif saat berbincang dengan okezone melalui sambungan telepon, Jumat (29/1/2010).Dia menilai, apa yang dilakukan DPR sebagai bentuk legitimasi yang buruk. Apapun alasannya, pengadaan pesawat kepresidenan belum layak dilakukan kerena pemerintah belum menjawab pelayanan dasar masyarakat. &quot;Semestinya mereka memiliki sense of crisis,&quot; tegas Arif.Kebijakan anggaran, menurut Arif, seharusnya mengedepankan kepentingan rakyat kecil. Kesehatan murah, pendidikan gratis dan program kesejahteraan lainnya.&quot;Apakah pesawat ini digunakan untuk menonton rakyat kita yang kelaparan, ini tidak indah dan tidak pantas,&quot; tukasnya.
&amp;nbsp;
Seperti diberitakan, pembelian pesawat kepresidenan ini hamper pasti terealisasi. Anggaran yang digelontorkan sebesar USD75 juta atau setara dengan Rp700 miliar.
&amp;nbsp;
DPR berdalih, program ini sudah direncanakan sejak anggoda DPR perode 2004-2009 berkantor di Senayan. Dan rencana pengadaan ini disetujui dengan alasan efesiensi dan keamanan.</content:encoded></item></channel></rss>
