<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasutri Itu Hilang Saat Menyebrang Sungai</title><description>Sepasang suami istri Derin (75) dan Subai (65), warga Dukuh Slalang, RT 01, RW 07, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, hanyut terseret aliran sungai Logung, Jumat (5/2) lalu. Mayat Subai berhasil ditemukan di bawah jembatan Jeratun Gadu, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo sekira pukul 11.00 WIB. Sedangkan, Derin masih dalam pencarian.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/07/340/301092/pasutri-itu-hilang-saat-menyebrang-sungai</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/07/340/301092/pasutri-itu-hilang-saat-menyebrang-sungai"/><item><title>Pasutri Itu Hilang Saat Menyebrang Sungai</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/07/340/301092/pasutri-itu-hilang-saat-menyebrang-sungai</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/07/340/301092/pasutri-itu-hilang-saat-menyebrang-sungai</guid><pubDate>Minggu 07 Februari 2010 00:31 WIB</pubDate><dc:creator>Sundoyo Hardi (Koran Sindo)</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>KUDUS - Sepasang suami istri Derin (75) dan Subai (65), warga Dukuh Slalang, RT 01, RW 07, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, hanyut terseret aliran sungai Logung, Jumat (5/2) lalu. Mayat Subai berhasil ditemukan di bawah jembatan Jeratun Gadu, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo sekira pukul 11.00 WIB. Sedangkan, Derin masih dalam pencarian.Kabar hilangnya suami istri tersebut muncul setelah hingga sore hari keduanya belum sampai di rumah. Sebab, jika Derin dan Subai pergi ke sawah yang berada dipinggiran sungai Logung, selalu pulang sebelum petang. Salah seorang keluarga korban, Kasmin mencoba mencarinya di sawah. Namun, pencarian tidak membuahkan hasil dan Kasmin hanya menemukan caping yang biasa dipakai Subai tergeletak di pinggir sungai.Setelah sore hari pasangan suami istri yang sudah dikaruniai 8 anak itu tidak pulang, keluarganya mulai curiga. Dengan dibantu warga sekitar keluarganya mulai mencari dengan menyisir aliran sungai Logung dan sebagian melapor ke polisi.&quot;Setelah salat Jumat, mereka (korban) berangkat ke sawah untuk menengok lahan pertaniannya. Saat anaknya mengirim makanan, keduanya masih di sawah. Kami lantas menyimpulkan mereka hanyut di sungai saat menyeberang dalam perjalanan pulang,&quot; kata Kasmin kepada wartawan, Sabtu (6/2/2010).Tidak lama berselang, tim SAR Kabupaten Kudus dibantu puluhan warga setempat menyusuri sungai Logung mencari korban. Akhirnya, korban Subaik ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tersangkut onggokan kayu yang ada di sungai.Dilihat dari lokasi penemuan, diduga korban terseret arus kurang lebih 10 km. Dari hasil pemeriksaan petugas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal akibat tenggelam. Sedangkan Derin masih dalam pencarian dan diduga terseret arus hingga ke hilir sungai Jeratun.Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Kudus, Atok Darmobroto mengatakan, pencarian menggunakan perahu karet dilakukan sejak pukul Jumat pukul 20.00 WIB. &quot;Pencarian tidak bisa maksimal karena cuaca gelap dan hanya menggunakan penerangan senter. Arus sungai yang lumayan deras juga menambah tingkat kesulitan di lapangan,&quot; pungkasnya.(bul)</description><content:encoded>KUDUS - Sepasang suami istri Derin (75) dan Subai (65), warga Dukuh Slalang, RT 01, RW 07, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, hanyut terseret aliran sungai Logung, Jumat (5/2) lalu. Mayat Subai berhasil ditemukan di bawah jembatan Jeratun Gadu, Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo sekira pukul 11.00 WIB. Sedangkan, Derin masih dalam pencarian.Kabar hilangnya suami istri tersebut muncul setelah hingga sore hari keduanya belum sampai di rumah. Sebab, jika Derin dan Subai pergi ke sawah yang berada dipinggiran sungai Logung, selalu pulang sebelum petang. Salah seorang keluarga korban, Kasmin mencoba mencarinya di sawah. Namun, pencarian tidak membuahkan hasil dan Kasmin hanya menemukan caping yang biasa dipakai Subai tergeletak di pinggir sungai.Setelah sore hari pasangan suami istri yang sudah dikaruniai 8 anak itu tidak pulang, keluarganya mulai curiga. Dengan dibantu warga sekitar keluarganya mulai mencari dengan menyisir aliran sungai Logung dan sebagian melapor ke polisi.&quot;Setelah salat Jumat, mereka (korban) berangkat ke sawah untuk menengok lahan pertaniannya. Saat anaknya mengirim makanan, keduanya masih di sawah. Kami lantas menyimpulkan mereka hanyut di sungai saat menyeberang dalam perjalanan pulang,&quot; kata Kasmin kepada wartawan, Sabtu (6/2/2010).Tidak lama berselang, tim SAR Kabupaten Kudus dibantu puluhan warga setempat menyusuri sungai Logung mencari korban. Akhirnya, korban Subaik ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tersangkut onggokan kayu yang ada di sungai.Dilihat dari lokasi penemuan, diduga korban terseret arus kurang lebih 10 km. Dari hasil pemeriksaan petugas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan. Korban dinyatakan meninggal akibat tenggelam. Sedangkan Derin masih dalam pencarian dan diduga terseret arus hingga ke hilir sungai Jeratun.Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Kudus, Atok Darmobroto mengatakan, pencarian menggunakan perahu karet dilakukan sejak pukul Jumat pukul 20.00 WIB. &quot;Pencarian tidak bisa maksimal karena cuaca gelap dan hanya menggunakan penerangan senter. Arus sungai yang lumayan deras juga menambah tingkat kesulitan di lapangan,&quot; pungkasnya.(bul)</content:encoded></item></channel></rss>
