<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tim Dokter Bilqis Waspadai Virus Ganas</title><description>Tim dokter cangkok hati RSUP dr Karyadi, Semarang, Jawa Tengah mewaspadai virus berbahaya baik bagi Dewi Farida sebagai pendonor, maupun Bilqis sebagai resipien (penerima).</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/09/340/301935/tim-dokter-bilqis-waspadai-virus-ganas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/09/340/301935/tim-dokter-bilqis-waspadai-virus-ganas"/><item><title>Tim Dokter Bilqis Waspadai Virus Ganas</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/09/340/301935/tim-dokter-bilqis-waspadai-virus-ganas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/09/340/301935/tim-dokter-bilqis-waspadai-virus-ganas</guid><pubDate>Selasa 09 Februari 2010 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Thomas Joko</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/09/340/301935/VT0AgkCqGh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bilqis saat tiba di RSUP Dr Kariadi Semarang (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/09/340/301935/VT0AgkCqGh.jpg</image><title>Bilqis saat tiba di RSUP Dr Kariadi Semarang (Foto: Koran SI)</title></images><description>SEMARANG - Tim dokter cangkok hati RSUP dr Karyadi, Semarang, Jawa Tengah mewaspadai virus berbahaya baik bagi Dewi Farida sebagai pendonor, maupun Bilqis sebagai resipien (penerima).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Virus itu bernama Ebstein Barr Virus yang efeknya bisa memporak porandakan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Virus ini sangat sulit diberantas. Tapi harapan kami supaya dalam darah Bilqis maupun Dewi tidak terdapat virus ini,&amp;rdquo; jelas dr Hartantyo, salah satu tim dokter di Semarang, Selasa (9/2/2010).
&amp;nbsp;
Sementara itu, dr Sumantri menyatakan bahwa sampel darah Bilqis dan Dewi sudah diperiksa di Amerika Serikat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Hari Rabu kemarin sampel darah donor dan resipien sudah dikirim ke USA untuk diperiksa. Dan kami akan terus pantau lewat telepon,&amp;rdquo; papar dr. Sumantri.
&amp;nbsp;
Sedangkan kondisi Bilqis saat ini juga dijelaskan oleh tim dokter hari ini. Hasil tes yang dilakukan Senin 8 Februari kemarin, menunjukkan kulit tetap berwarna kuning. Sedangkan pemeriksaan terhadap liver kalau diukur dari batas tulang iga yang paling bawah adalah 4 sentimeter.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Juga terjadi pembesaran limpa 2,5 cm di bawah tulang rusuk kiri yang terbawah. Ada juga gambaran-gambaran pembuluh darah kecil-kecil berwarna biru kehijauan,&amp;rdquo; papar Hartantyo.
&amp;nbsp;
Namun begitu, ada kabar baik di balik itu semua yaitu lingkar perut Bilqis sudah mengecil dari 52 cm menjadi 51 cm.
&amp;nbsp;
Sementara hasil tes laboratorium, masih hampir sama dengan tes di Jakarta yang menunjukkan bahwa Bilqis mencapai tahap akhir pada penyakit yang diidapnya.
&amp;nbsp;
Hal ini membuat tim dokter harus segera mengumpulkan data yang diperlukan dan didiskusikan sehingga dapat disimpulkan apakah layak dioperasi dan kemudian ditentukan waktu dilakukan operasi terhadap Bilqis.</description><content:encoded>SEMARANG - Tim dokter cangkok hati RSUP dr Karyadi, Semarang, Jawa Tengah mewaspadai virus berbahaya baik bagi Dewi Farida sebagai pendonor, maupun Bilqis sebagai resipien (penerima).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Virus itu bernama Ebstein Barr Virus yang efeknya bisa memporak porandakan.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Virus ini sangat sulit diberantas. Tapi harapan kami supaya dalam darah Bilqis maupun Dewi tidak terdapat virus ini,&amp;rdquo; jelas dr Hartantyo, salah satu tim dokter di Semarang, Selasa (9/2/2010).
&amp;nbsp;
Sementara itu, dr Sumantri menyatakan bahwa sampel darah Bilqis dan Dewi sudah diperiksa di Amerika Serikat.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Hari Rabu kemarin sampel darah donor dan resipien sudah dikirim ke USA untuk diperiksa. Dan kami akan terus pantau lewat telepon,&amp;rdquo; papar dr. Sumantri.
&amp;nbsp;
Sedangkan kondisi Bilqis saat ini juga dijelaskan oleh tim dokter hari ini. Hasil tes yang dilakukan Senin 8 Februari kemarin, menunjukkan kulit tetap berwarna kuning. Sedangkan pemeriksaan terhadap liver kalau diukur dari batas tulang iga yang paling bawah adalah 4 sentimeter.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Juga terjadi pembesaran limpa 2,5 cm di bawah tulang rusuk kiri yang terbawah. Ada juga gambaran-gambaran pembuluh darah kecil-kecil berwarna biru kehijauan,&amp;rdquo; papar Hartantyo.
&amp;nbsp;
Namun begitu, ada kabar baik di balik itu semua yaitu lingkar perut Bilqis sudah mengecil dari 52 cm menjadi 51 cm.
&amp;nbsp;
Sementara hasil tes laboratorium, masih hampir sama dengan tes di Jakarta yang menunjukkan bahwa Bilqis mencapai tahap akhir pada penyakit yang diidapnya.
&amp;nbsp;
Hal ini membuat tim dokter harus segera mengumpulkan data yang diperlukan dan didiskusikan sehingga dapat disimpulkan apakah layak dioperasi dan kemudian ditentukan waktu dilakukan operasi terhadap Bilqis.</content:encoded></item></channel></rss>
