<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SBY Harus Dengar Suara Rakyat</title><description>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak perlu mempertahankan Boediono dan Sri Mulyani demi pencitraan di mata dunia internasional. Namun sebaiknya, SBY mendengar suara rakyat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/10/339/302107/sby-harus-dengar-suara-rakyat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/10/339/302107/sby-harus-dengar-suara-rakyat"/><item><title>SBY Harus Dengar Suara Rakyat</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/10/339/302107/sby-harus-dengar-suara-rakyat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/10/339/302107/sby-harus-dengar-suara-rakyat</guid><pubDate>Rabu 10 Februari 2010 08:51 WIB</pubDate><dc:creator>Dadan Muhammad Ramdan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/10/339/302107/MTtPbQMmjK.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/10/339/302107/MTtPbQMmjK.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak perlu mempertahankan Boediono dan Sri Mulyani demi pencitraan di mata dunia internasional. Namun sebaiknya, SBY mendengar suara rakyat.&amp;nbsp;Demikian dikemukakan Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) Fadjroel Rachman saat berbincang dengan okezone, Rabu (10/2/2010).Menurut dia, SBY jangan mengorbankan rakyat hanya untuk memelihara kepercayaan pihak asing dengan mempertahankannya. Padahal keduanya sudah semakin terang pihak yang paling bertanggung jawab dalam skandal Century ini. &quot;Tidak ada rezim yang mampu menghadapi kekuatan rakyat. Rezim Soeharto juga runtuh,&quot; tandasnya.Fadjroel mengungkapkan, mayoritas Pansus Century sepakat ada pelanggaran hukum dalam bailout tersebut, dari mulai merjer, pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP), sampai pencairan Penyertaan Modal Sementara (PMS).Sebab itu, Boediono dan Sri Mulyani harus dicopot karena dugaan keterlibatannya semakin jelas, dan tidak menutup kemungkinan keduanya keliru mengeluarkan kebijakan karena arahan dari atasannya.&quot;Belum tentu mereka mengambil 1 rupiah pun, tapi keduanya ada di balik kebijakan yang keliru sehingga dikategorikan melakukan perbuatan tercela terhadap undang-undang,&quot; beber dia.Fadjroel juga mengemukakan ancaman, tekanan, atau iming-iming kekuasaan dari kubu pemerintah dan Partai Demokrat kepada partai koalisi juga tidak bermanfaat lagi. Pasalnya, publik sudah melihat bagaimana sikap anggota pansus dalam menyikapi skandal Century ini.Pengamat ekonomi politik Kwik Kian Gie juga mempertanyakan alasan mengapa Boediono dan Sri Mulyani begitu dipertahankan oleh SBY dan Partai Demokrat. Padahal keduanya bukanlah kader utama partai. &amp;rdquo;Mengapa Partai Demokrat membela dua orang nonkader? Apakah mereka begitu hebatnya? Inilah yang patut kita pertanyakan,&amp;rdquo; ujarnya.Kwik beralasan, terkait soal Century dirinya cenderung sepakat dengan kesimpulan PKS di mana Boediono lebih bertanggung jawab dari pada Sri Mulyani.Ini didasarkan pada setiap rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani selalu ragu dan mempertanyakan soal kondisi Bank Century sementara Boediono cenderung ingin cepat dengan menyatakan bahwa kegagalan Bank Century berdampak sistemik dan harus segera diselamatkan.Namun pandangan berbeda dikemukakan pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicate Sukardi Rinakit. Dia menilai Presiden SBY akan tetap mempertahankan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.Ini terkait posisi keduanya di mata dunia internasional, meski Boediono dan Sri Mulyani menjadi beban pemerintah di tingkat domestik karena dipersepsikan bersalah dalam skandal Bank Century.&amp;rdquo;Tapi, sepertinya SBY akan tetap mempertahankan Boediono dan Sri Mulyani. Dia akan memilih kepercayaan dunia internasional, ketimbang tekanan domestik. Karena kalau kaitannya dengan tekanan politik domestik, SBY pasti bisa mengatasinya lewat elit koalisi,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak perlu mempertahankan Boediono dan Sri Mulyani demi pencitraan di mata dunia internasional. Namun sebaiknya, SBY mendengar suara rakyat.&amp;nbsp;Demikian dikemukakan Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi (Kompak) Fadjroel Rachman saat berbincang dengan okezone, Rabu (10/2/2010).Menurut dia, SBY jangan mengorbankan rakyat hanya untuk memelihara kepercayaan pihak asing dengan mempertahankannya. Padahal keduanya sudah semakin terang pihak yang paling bertanggung jawab dalam skandal Century ini. &quot;Tidak ada rezim yang mampu menghadapi kekuatan rakyat. Rezim Soeharto juga runtuh,&quot; tandasnya.Fadjroel mengungkapkan, mayoritas Pansus Century sepakat ada pelanggaran hukum dalam bailout tersebut, dari mulai merjer, pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP), sampai pencairan Penyertaan Modal Sementara (PMS).Sebab itu, Boediono dan Sri Mulyani harus dicopot karena dugaan keterlibatannya semakin jelas, dan tidak menutup kemungkinan keduanya keliru mengeluarkan kebijakan karena arahan dari atasannya.&quot;Belum tentu mereka mengambil 1 rupiah pun, tapi keduanya ada di balik kebijakan yang keliru sehingga dikategorikan melakukan perbuatan tercela terhadap undang-undang,&quot; beber dia.Fadjroel juga mengemukakan ancaman, tekanan, atau iming-iming kekuasaan dari kubu pemerintah dan Partai Demokrat kepada partai koalisi juga tidak bermanfaat lagi. Pasalnya, publik sudah melihat bagaimana sikap anggota pansus dalam menyikapi skandal Century ini.Pengamat ekonomi politik Kwik Kian Gie juga mempertanyakan alasan mengapa Boediono dan Sri Mulyani begitu dipertahankan oleh SBY dan Partai Demokrat. Padahal keduanya bukanlah kader utama partai. &amp;rdquo;Mengapa Partai Demokrat membela dua orang nonkader? Apakah mereka begitu hebatnya? Inilah yang patut kita pertanyakan,&amp;rdquo; ujarnya.Kwik beralasan, terkait soal Century dirinya cenderung sepakat dengan kesimpulan PKS di mana Boediono lebih bertanggung jawab dari pada Sri Mulyani.Ini didasarkan pada setiap rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Sri Mulyani selalu ragu dan mempertanyakan soal kondisi Bank Century sementara Boediono cenderung ingin cepat dengan menyatakan bahwa kegagalan Bank Century berdampak sistemik dan harus segera diselamatkan.Namun pandangan berbeda dikemukakan pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicate Sukardi Rinakit. Dia menilai Presiden SBY akan tetap mempertahankan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.Ini terkait posisi keduanya di mata dunia internasional, meski Boediono dan Sri Mulyani menjadi beban pemerintah di tingkat domestik karena dipersepsikan bersalah dalam skandal Bank Century.&amp;rdquo;Tapi, sepertinya SBY akan tetap mempertahankan Boediono dan Sri Mulyani. Dia akan memilih kepercayaan dunia internasional, ketimbang tekanan domestik. Karena kalau kaitannya dengan tekanan politik domestik, SBY pasti bisa mengatasinya lewat elit koalisi,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
