<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orantua Bilqis Yakin Pemerintah Bantu Penuh</title><description>Dewi Farida, ibunda Bilqis Anindya Passa memastikan bahwa pemerintah sanggup dan akan membantu biaya pengobatan anaknya seumur hidup.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/10/340/302088/orantua-bilqis-yakin-pemerintah-bantu-penuh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/10/340/302088/orantua-bilqis-yakin-pemerintah-bantu-penuh"/><item><title>Orantua Bilqis Yakin Pemerintah Bantu Penuh</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/10/340/302088/orantua-bilqis-yakin-pemerintah-bantu-penuh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/10/340/302088/orantua-bilqis-yakin-pemerintah-bantu-penuh</guid><pubDate>Rabu 10 Februari 2010 06:26 WIB</pubDate><dc:creator>Thomas Joko</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/10/340/302088/CUEAoGYZsk.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/10/340/302088/CUEAoGYZsk.jpg</image><title></title></images><description>SEMARANG - Dewi Farida, ibunda Bilqis Anindya Passa memastikan bahwa pemerintah sanggup dan akan membantu biaya pengobatan anaknya seumur hidup.&amp;nbsp;&quot;Pemerintah akan menanggung biaya pengobatan Bilqis hingga dia dewasa bahkan seumur hidupnya,&quot; terang Dewi Farida, Selasa (9/2/2010).Ketika ditanya untuk apa uang Rp1,3 miliar yang terkumpul dari program Koin Cinta Bilqis, dia mengatakan akan menggunakannya bagi anak-anak yang nasibnya sama dengan Bilqis.&quot;Tapi sebelumnya saya akan konsentrasi dulu pada operasi Bilqis hingga dia sembuh dan sehat. Setelah itu baru saya akan memikirkan uang Rp1,3 miliar itu untuk membantu Bilqis-Bilqis yang lain di seluruh Indonesia yang harus menjalani cangkok hati,&quot; katanya.Sementara itu pihak RSUP dr Kariadi mengakui memang sangat banyak anak-anak yang memerlukan cangkok hati guna mempertahankan hidupnya. Mereka juga punya hak untuk medapatkan operasi seperti Bilqis.Namun saat ini pihak rumah sakit mengaku belum bisa menerima pasien operasi cangkok hati. &quot;Kami konsentrasi penuh dulu pada Bilqis. Itu karena yang dirawat di rumah sakit ini adalah Bilqis,&quot; kata dr Bambang Sudarmanto.Pada prinsipnya RSUD dr Kariadi tidak bisa menolak pasien yang akan menjalani cangkok hati. Tapi pihaknya memikirkan apakah mampu menerima semua pasien itu.&quot;Kita menerima pasien tergantung dari kemampuan. Ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Kalau dalam setahun kita melakukan operasi cangkok hati pada dua pasien maka bisa-bisa kita tidak dapat tidur. Kita akan tangani pasien satu per satu,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>SEMARANG - Dewi Farida, ibunda Bilqis Anindya Passa memastikan bahwa pemerintah sanggup dan akan membantu biaya pengobatan anaknya seumur hidup.&amp;nbsp;&quot;Pemerintah akan menanggung biaya pengobatan Bilqis hingga dia dewasa bahkan seumur hidupnya,&quot; terang Dewi Farida, Selasa (9/2/2010).Ketika ditanya untuk apa uang Rp1,3 miliar yang terkumpul dari program Koin Cinta Bilqis, dia mengatakan akan menggunakannya bagi anak-anak yang nasibnya sama dengan Bilqis.&quot;Tapi sebelumnya saya akan konsentrasi dulu pada operasi Bilqis hingga dia sembuh dan sehat. Setelah itu baru saya akan memikirkan uang Rp1,3 miliar itu untuk membantu Bilqis-Bilqis yang lain di seluruh Indonesia yang harus menjalani cangkok hati,&quot; katanya.Sementara itu pihak RSUP dr Kariadi mengakui memang sangat banyak anak-anak yang memerlukan cangkok hati guna mempertahankan hidupnya. Mereka juga punya hak untuk medapatkan operasi seperti Bilqis.Namun saat ini pihak rumah sakit mengaku belum bisa menerima pasien operasi cangkok hati. &quot;Kami konsentrasi penuh dulu pada Bilqis. Itu karena yang dirawat di rumah sakit ini adalah Bilqis,&quot; kata dr Bambang Sudarmanto.Pada prinsipnya RSUD dr Kariadi tidak bisa menolak pasien yang akan menjalani cangkok hati. Tapi pihaknya memikirkan apakah mampu menerima semua pasien itu.&quot;Kita menerima pasien tergantung dari kemampuan. Ini sangat menguras tenaga dan pikiran. Kalau dalam setahun kita melakukan operasi cangkok hati pada dua pasien maka bisa-bisa kita tidak dapat tidur. Kita akan tangani pasien satu per satu,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
