<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPOM Kembali Temukan Jajanan Berbahaya di Sekolah</title><description>Dari pengujian di enam ibukota Provinsi, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) masih menemukan 30 persen jajanan berbahaya di warung dan kantin sekolah yang tak layak dikonsumsi.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/12/337/303019/bpom-kembali-temukan-jajanan-berbahaya-di-sekolah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/12/337/303019/bpom-kembali-temukan-jajanan-berbahaya-di-sekolah"/><item><title>BPOM Kembali Temukan Jajanan Berbahaya di Sekolah</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/12/337/303019/bpom-kembali-temukan-jajanan-berbahaya-di-sekolah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/12/337/303019/bpom-kembali-temukan-jajanan-berbahaya-di-sekolah</guid><pubDate>Jum'at 12 Februari 2010 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/12/337/303019/Vm2FU7xEBl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Beberapa sampel makanan berbahaya (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/12/337/303019/Vm2FU7xEBl.jpg</image><title>Beberapa sampel makanan berbahaya (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Pengawasan terhadap jajanan berbahaya di sejumlah Sekolah Dasar  (SD) terus dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Dari pengujian di enam ibukota Provinsi, BPOM masih menemukan 30 persen jajanan berbahaya di warung dan kantin sekolah yang tak layak dikonsumsi.Demikian disampaikan Kepala BPOM Kustantina dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Percetakan Negara, Jakarta, Jumat (12/2/2010).&quot;Kami melakukan pengambilan sample dan kajian terhadap bahan berbahaya yang dilarang untuk dimakan seperti Formalin, Boraks, Kromadin, dan Metanil,&amp;rdquo;. Ujar Kustantina dikantornya Jakarta (12/02/10).Menurut dia, bahan makanan tersebut antara lain terdapat pada beberapa jenis jajanan seperti kerupuk, mie bakso, dan saos.&quot;Kami juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan pihak sekolah untuk melakukan informasi dan edukasi (kepada para pedagang),&amp;rdquo; imbuh Kusntantina.Sebelumnya, pada akhir Juli 2009, BPOM juga mendapatkan temuan bahwa 40 persen jajanan di kantin SD, di seluruh Indonesia tidak memenuhi syarat dan mengandung bahan tambahan pangan berbahaya.Bahan tambahan pangan berbahaya yang dipakai umumnya adalah formalin, boraks, siklamat, methanil yellow, rodhamin B, atau pewarna tekstil.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengawasan terhadap jajanan berbahaya di sejumlah Sekolah Dasar  (SD) terus dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Dari pengujian di enam ibukota Provinsi, BPOM masih menemukan 30 persen jajanan berbahaya di warung dan kantin sekolah yang tak layak dikonsumsi.Demikian disampaikan Kepala BPOM Kustantina dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Percetakan Negara, Jakarta, Jumat (12/2/2010).&quot;Kami melakukan pengambilan sample dan kajian terhadap bahan berbahaya yang dilarang untuk dimakan seperti Formalin, Boraks, Kromadin, dan Metanil,&amp;rdquo;. Ujar Kustantina dikantornya Jakarta (12/02/10).Menurut dia, bahan makanan tersebut antara lain terdapat pada beberapa jenis jajanan seperti kerupuk, mie bakso, dan saos.&quot;Kami juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan pihak sekolah untuk melakukan informasi dan edukasi (kepada para pedagang),&amp;rdquo; imbuh Kusntantina.Sebelumnya, pada akhir Juli 2009, BPOM juga mendapatkan temuan bahwa 40 persen jajanan di kantin SD, di seluruh Indonesia tidak memenuhi syarat dan mengandung bahan tambahan pangan berbahaya.Bahan tambahan pangan berbahaya yang dipakai umumnya adalah formalin, boraks, siklamat, methanil yellow, rodhamin B, atau pewarna tekstil.</content:encoded></item></channel></rss>
