<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komnas Anak Terima 100 Laporan Korban Facebook</title><description>Kasus anak baru gede (ABG) hilang akibat pertemanan di Facebook makin menjamur. Hingga kini, Komnas Perlindungan Anak telah menerima lebih dari 100 laporan ABG hilang.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/16/338/304063/komnas-anak-terima-100-laporan-korban-facebook</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/16/338/304063/komnas-anak-terima-100-laporan-korban-facebook"/><item><title>Komnas Anak Terima 100 Laporan Korban Facebook</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/16/338/304063/komnas-anak-terima-100-laporan-korban-facebook</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/16/338/304063/komnas-anak-terima-100-laporan-korban-facebook</guid><pubDate>Selasa 16 Februari 2010 11:21 WIB</pubDate><dc:creator>Marieska Harya Virdhani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/16/338/304063/kcVDSVSinY.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/16/338/304063/kcVDSVSinY.jpg</image><title></title></images><description>DEPOK - Kasus anak baru gede (ABG) hilang akibat pertemanan di Facebook makin menjamur. Hingga kini, Komnas Perlindungan Anak telah menerima lebih dari 100 laporan ABG hilang.Ketua Komnas PA Seto Mulyadi usai seminar di Balai Sidang Univeristas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, menjelaskan, hal tersebut menunjukkan minimnya komunikasi antara orangtua dan remaja.&quot;Ini fenomena gunung es. Facebook telah menjadi varian anak dan remaja,&quot; ungkap pria yang akrab disapa Kak Seto itu, Selasa (16/2/2010).Kasus korban penculikan melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, lanjut Kak Seto, paling banyak terjadi di Jakarta, Surabaya, Solo, dan Medan.&quot;Kalau zaman dulu kan masih pakai surat-suratan atau orari. Kalau sekarang, anak lebih senang lari dari orangtua,&quot; imbuhnya.Kak Seto juga menyayangkan kasus empat pelajar di SMUN 4 Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dikeluarkan dari sekolah, karena dianggap menghina gurunya lewat status yang ditulis di Facebook.Seharusnya, menurut Kak Seto, guru justru perlu menginstropeksi diri agar mendapat penilaian positif dari muridnya.&amp;nbsp;</description><content:encoded>DEPOK - Kasus anak baru gede (ABG) hilang akibat pertemanan di Facebook makin menjamur. Hingga kini, Komnas Perlindungan Anak telah menerima lebih dari 100 laporan ABG hilang.Ketua Komnas PA Seto Mulyadi usai seminar di Balai Sidang Univeristas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, menjelaskan, hal tersebut menunjukkan minimnya komunikasi antara orangtua dan remaja.&quot;Ini fenomena gunung es. Facebook telah menjadi varian anak dan remaja,&quot; ungkap pria yang akrab disapa Kak Seto itu, Selasa (16/2/2010).Kasus korban penculikan melalui jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, lanjut Kak Seto, paling banyak terjadi di Jakarta, Surabaya, Solo, dan Medan.&quot;Kalau zaman dulu kan masih pakai surat-suratan atau orari. Kalau sekarang, anak lebih senang lari dari orangtua,&quot; imbuhnya.Kak Seto juga menyayangkan kasus empat pelajar di SMUN 4 Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang dikeluarkan dari sekolah, karena dianggap menghina gurunya lewat status yang ditulis di Facebook.Seharusnya, menurut Kak Seto, guru justru perlu menginstropeksi diri agar mendapat penilaian positif dari muridnya.&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
