<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Bencana, Bupati Bogor Tutup Pintu Bagi Wartawan</title><description>Informasi penanganan bencana di wilayah Kabupaten Bogor dipastikan terhambat. Pasalnya Bupati Bogor menutup informasi bagi para wartawan yang mempublikasikan informasi penanganan tersebut.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/16/338/304126/soal-bencana-bupati-bogor-tutup-pintu-bagi-wartawan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/16/338/304126/soal-bencana-bupati-bogor-tutup-pintu-bagi-wartawan"/><item><title>Soal Bencana, Bupati Bogor Tutup Pintu Bagi Wartawan</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/16/338/304126/soal-bencana-bupati-bogor-tutup-pintu-bagi-wartawan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/16/338/304126/soal-bencana-bupati-bogor-tutup-pintu-bagi-wartawan</guid><pubDate>Selasa 16 Februari 2010 13:13 WIB</pubDate><dc:creator>Endang Gunawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/16/338/304126/z68rsuCT04.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bupati Bogor Rachmat Yasin. (Foto: kapd.bogorkab.go.id)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/16/338/304126/z68rsuCT04.jpg</image><title>Bupati Bogor Rachmat Yasin. (Foto: kapd.bogorkab.go.id)</title></images><description>BOGOR - Informasi penanganan bencana di wilayah Kabupaten Bogor dipastikan terhambat. Pasalnya Bupati Bogor menutup informasi bagi para wartawan yang mempublikasikan informasi penanganan tersebut.Seperti yang dialami salah satu wartawan elektronik Usep Saripudin dan Heru Yustanto. Kedua wartawan ini ingin meminta konfirmasi tentang bencana longsor yang menimpa beberapa wilayah di Kabupaten Bogor seperti longsor Cisarua dan Babakan Madang.Namun konfirmasi yang seharusnya selayaknya dikeluarkan dari mulut Bupati Bogor Rachmat Yasin, sama sekali tidak didapatkan mereka.&quot;Kami sudah berusaha untuk meminta ketarangan mengenai penanganan bencana alam, tapi Bupati tak mau menerima,&quot; jelas Usep, Selasa (16/2/2010).Menurut Usep setelah mendapat penolakan dari Bupati, Usep terus berusaha mencari keterangan ke bawahan Bupati, Sekda Kabupaten Bogor Nurhayati. Namun juga tidak membuahkan hasil.&quot;Maaf saya sedang rapat,&quot; kata Nurhayati lewat sms yang dikirim Sekda.Para wartawan kecewa, karena dalam menunaikan tugasnya, mereka tidak diberikan kesempatan untuk melakukan pemberitaan secara berimbang. Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB) mewakili wartawan yang bertugas di Kota Bogor menyebutkan sikap Bupati Bogor arogan dan menghalangi tugas kewartawanan untuk memperoleh informasi.Sikap tertutup para pejabat Pemkab Bogor ini dinilai FWHB sangat merugikan masyarakat. Karena hak masyarakat untuk mendapatkan informasi, terutama soal penanganan bencana sudah dihalangi oleh pemerintah.Sementara itu Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Bogor Yoseh Hermawan berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut ke Bupati. Menurutnya dalam waktu dekat UU keterbukaan informasi akan segera di sahkan.&quot;Isi UU itu berisi bahwa semua harus terbuka kepada masyarakat, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak terbuka,&quot; kata Yosep.</description><content:encoded>BOGOR - Informasi penanganan bencana di wilayah Kabupaten Bogor dipastikan terhambat. Pasalnya Bupati Bogor menutup informasi bagi para wartawan yang mempublikasikan informasi penanganan tersebut.Seperti yang dialami salah satu wartawan elektronik Usep Saripudin dan Heru Yustanto. Kedua wartawan ini ingin meminta konfirmasi tentang bencana longsor yang menimpa beberapa wilayah di Kabupaten Bogor seperti longsor Cisarua dan Babakan Madang.Namun konfirmasi yang seharusnya selayaknya dikeluarkan dari mulut Bupati Bogor Rachmat Yasin, sama sekali tidak didapatkan mereka.&quot;Kami sudah berusaha untuk meminta ketarangan mengenai penanganan bencana alam, tapi Bupati tak mau menerima,&quot; jelas Usep, Selasa (16/2/2010).Menurut Usep setelah mendapat penolakan dari Bupati, Usep terus berusaha mencari keterangan ke bawahan Bupati, Sekda Kabupaten Bogor Nurhayati. Namun juga tidak membuahkan hasil.&quot;Maaf saya sedang rapat,&quot; kata Nurhayati lewat sms yang dikirim Sekda.Para wartawan kecewa, karena dalam menunaikan tugasnya, mereka tidak diberikan kesempatan untuk melakukan pemberitaan secara berimbang. Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB) mewakili wartawan yang bertugas di Kota Bogor menyebutkan sikap Bupati Bogor arogan dan menghalangi tugas kewartawanan untuk memperoleh informasi.Sikap tertutup para pejabat Pemkab Bogor ini dinilai FWHB sangat merugikan masyarakat. Karena hak masyarakat untuk mendapatkan informasi, terutama soal penanganan bencana sudah dihalangi oleh pemerintah.Sementara itu Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Bogor Yoseh Hermawan berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut ke Bupati. Menurutnya dalam waktu dekat UU keterbukaan informasi akan segera di sahkan.&quot;Isi UU itu berisi bahwa semua harus terbuka kepada masyarakat, jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak terbuka,&quot; kata Yosep.</content:encoded></item></channel></rss>
