<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Butuh Rp10 M Atasi Kemacetan di Makam Gus Dur</title><description>DPRD mendesak kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mencairkan dana Rp10 miliar untuk memperbaiki infrastruktur di sekitar makam Abdurrahman Wahid.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/18/340/304814/butuh-rp10-m-atasi-kemacetan-di-makam-gus-dur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/18/340/304814/butuh-rp10-m-atasi-kemacetan-di-makam-gus-dur"/><item><title>Butuh Rp10 M Atasi Kemacetan di Makam Gus Dur</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/18/340/304814/butuh-rp10-m-atasi-kemacetan-di-makam-gus-dur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/18/340/304814/butuh-rp10-m-atasi-kemacetan-di-makam-gus-dur</guid><pubDate>Kamis 18 Februari 2010 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Amir Tejo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/18/340/304814/s4r1u6riOd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tahlilan tujuh hari kematian Abdurrahman Wahid di Semarang. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/18/340/304814/s4r1u6riOd.jpg</image><title>Tahlilan tujuh hari kematian Abdurrahman Wahid di Semarang. (Foto: Koran SI)</title></images><description>SURABAYA - Komisi D DPRD mendesak kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mencairkan dana Rp10 miliar untuk memperbaiki infrastruktur di sekitar makam Abdurrahman Wahid.
Dana yang diambil dari APBD Provinsi Jawa Timur, rencananya akan digunakan untuk memperbaiki jalan, tempat parkir peziarah, pondok pesantren, serta area untuk pedagang kaki lima (PKL).

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Mahdi menyatakan berdasarkan kunjungan anggota DPRD Jatim ke makam Gus Dur, kebutuhan untuk infrastruktur di sekitar makam dianggap sudah sangat mendesak. &amp;ldquo;Jumlah pengunjung makam setiap harinya mencapai ribuan. 

Sedangkan infrastruktur di sana masih belum didesain untuk menampung ribuan peziarah,&amp;rdquo; ujarnya, Kamis (18/02/2010).

Akibatnya jalanan menuju ke makam di kompleks Tebu Ireng Jombang setiap hari selalu macet. Pemerintah Kabupaten Jombang telah menyediakan lahan seluas satu hektar. Lahan yang berada tak jauh dari kompleks pesantren ini sedianya diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

Berdasarkan perhitungan kasar, makam Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, setiap harinya dikunjungi kurang lebih antara 2.000 sampai 3.000 peziarah. 

Dana sebesar Rp10 miliar, jelas Mahdi, hanya untuk kebutuhan jangka pendek karena Pemkab Jombang juga berencana membangun makam Gus Dur sebagai wisata religi.</description><content:encoded>SURABAYA - Komisi D DPRD mendesak kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera mencairkan dana Rp10 miliar untuk memperbaiki infrastruktur di sekitar makam Abdurrahman Wahid.
Dana yang diambil dari APBD Provinsi Jawa Timur, rencananya akan digunakan untuk memperbaiki jalan, tempat parkir peziarah, pondok pesantren, serta area untuk pedagang kaki lima (PKL).

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Mahdi menyatakan berdasarkan kunjungan anggota DPRD Jatim ke makam Gus Dur, kebutuhan untuk infrastruktur di sekitar makam dianggap sudah sangat mendesak. &amp;ldquo;Jumlah pengunjung makam setiap harinya mencapai ribuan. 

Sedangkan infrastruktur di sana masih belum didesain untuk menampung ribuan peziarah,&amp;rdquo; ujarnya, Kamis (18/02/2010).

Akibatnya jalanan menuju ke makam di kompleks Tebu Ireng Jombang setiap hari selalu macet. Pemerintah Kabupaten Jombang telah menyediakan lahan seluas satu hektar. Lahan yang berada tak jauh dari kompleks pesantren ini sedianya diperuntukkan untuk pembangunan infrastruktur tersebut.

Berdasarkan perhitungan kasar, makam Gus Dur di kompleks Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang, setiap harinya dikunjungi kurang lebih antara 2.000 sampai 3.000 peziarah. 

Dana sebesar Rp10 miliar, jelas Mahdi, hanya untuk kebutuhan jangka pendek karena Pemkab Jombang juga berencana membangun makam Gus Dur sebagai wisata religi.</content:encoded></item></channel></rss>
