<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terlindas Kereta Api, Kepala Copet Putus</title><description>Seorang pria tak dikenal digilas Kereta Api (KA) Matarmaja jurusan Jakarta-Malang di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Kamis (18/2/2010).</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/18/340/304877/terlindas-kereta-api-kepala-copet-putus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/18/340/304877/terlindas-kereta-api-kepala-copet-putus"/><item><title>Terlindas Kereta Api, Kepala Copet Putus</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/18/340/304877/terlindas-kereta-api-kepala-copet-putus</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/18/340/304877/terlindas-kereta-api-kepala-copet-putus</guid><pubDate>Kamis 18 Februari 2010 12:47 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/18/340/304877/OrLf1qn0dB.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/18/340/304877/OrLf1qn0dB.jpg</image><title></title></images><description>TULUNGAGUNG - Seorang pria tak dikenal digilas Kereta Api (KA) Matarmaja jurusan Jakarta-Malang di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Kamis (18/2/2010).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Hampir sekujur tubuh lelaki yang mengenakan kaos merah, celana gelap, dan bersepatu cat ini remuk. Bahkan, batok kepalanya terpisah sekitar 100 meter dari ceceran  tulang belulangnya.
&amp;nbsp;
Menurut keterangan Kepala Desa Kromasan Purwanto, jasad korban ditemukan sekitar 300 meter dari perlintasan KA yang tidak berpalang pintu.
&amp;nbsp;
&quot;Yang pertama kali tahu warga saya yang sedang mencari cacing di sawah. Ia melapor kalau ada orang terlindas kereta,&quot; ujarnya kepada wartawan. Melihat kondisinya yang teramat parah, selain ditabrak, tubuh korban terseret dan tergilas roda kereta.
&amp;nbsp;
Petugas yang tiba dilokasi menemukan sebuah dompet yang didalamnya tersimpan KTP beratas nama Deni Utomo (30), warga Kenayan, Tulungagung. Namun setelah dicek, pemilik nama dan alamat tersebut masih hidup.
&amp;nbsp;
Menurut keterangan Kepala SPK Polres Tulungagung Aiptu Sugito, korban diduga seseorang yang berprofesi  copet. Sebab, pemilik KTP yang ada di dalam dompet korban, mengaku pernah kecopetan. &quot;Kita kesulitan mengidentifikasi korban karena kondisinya memang sangat parah,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>TULUNGAGUNG - Seorang pria tak dikenal digilas Kereta Api (KA) Matarmaja jurusan Jakarta-Malang di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Kamis (18/2/2010).
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Hampir sekujur tubuh lelaki yang mengenakan kaos merah, celana gelap, dan bersepatu cat ini remuk. Bahkan, batok kepalanya terpisah sekitar 100 meter dari ceceran  tulang belulangnya.
&amp;nbsp;
Menurut keterangan Kepala Desa Kromasan Purwanto, jasad korban ditemukan sekitar 300 meter dari perlintasan KA yang tidak berpalang pintu.
&amp;nbsp;
&quot;Yang pertama kali tahu warga saya yang sedang mencari cacing di sawah. Ia melapor kalau ada orang terlindas kereta,&quot; ujarnya kepada wartawan. Melihat kondisinya yang teramat parah, selain ditabrak, tubuh korban terseret dan tergilas roda kereta.
&amp;nbsp;
Petugas yang tiba dilokasi menemukan sebuah dompet yang didalamnya tersimpan KTP beratas nama Deni Utomo (30), warga Kenayan, Tulungagung. Namun setelah dicek, pemilik nama dan alamat tersebut masih hidup.
&amp;nbsp;
Menurut keterangan Kepala SPK Polres Tulungagung Aiptu Sugito, korban diduga seseorang yang berprofesi  copet. Sebab, pemilik KTP yang ada di dalam dompet korban, mengaku pernah kecopetan. &quot;Kita kesulitan mengidentifikasi korban karena kondisinya memang sangat parah,&quot; terangnya.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
