<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puisi untuk Gus Dur di Perayaan Imlek Nasional</title><description>Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid mendapatkan tempat khusus di hati warga Tionghoa Indonesia.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/20/337/305569/puisi-untuk-gus-dur-di-perayaan-imlek-nasional</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/20/337/305569/puisi-untuk-gus-dur-di-perayaan-imlek-nasional"/><item><title>Puisi untuk Gus Dur di Perayaan Imlek Nasional</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/20/337/305569/puisi-untuk-gus-dur-di-perayaan-imlek-nasional</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/20/337/305569/puisi-untuk-gus-dur-di-perayaan-imlek-nasional</guid><pubDate>Sabtu 20 Februari 2010 16:14 WIB</pubDate><dc:creator>Amirul Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/20/337/305569/w5a1sQyhLf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gus Dur (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/20/337/305569/w5a1sQyhLf.jpg</image><title>Gus Dur (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid mendapatkan tempat khusus di hati warga Tionghoa Indonesia.&amp;nbsp;Di masa pemerintahannya, warga Tionghoa bisa mengekspresikan keberadaannya dengan keluarnya Keppres Nomor 6/2000 tentang pengakuan agama ini. Sejak itu perayaan Tahun Baru Imlek digelar secara terbuka. Pada perayaan Imlek nasional tahun ini, warga Tionghoa akan diingatkan dengan jasa-jasa Gus Dur melalui sebuah puisi.Sebelum acara dimulai, slide yang menayangkan foto Gus Dur berkali-kali diputar. Berikut cuplikan puisi yang berjudul &quot;Selamat Beristirahat Gus, Semoga Sampeyan Tidak Melupakan Kami.&quot;Gus,Sudah 53 hari sampeyan pulang ke rumah Gusti Yang Maha Sempurna Maha Hangat, Maha Murah Senyum, Maha Welas Asih, dan Maha Bijaksana....Kami berharap Gus,Semoga sampeyan kerasan,Damai, nyaman, tenteram,Dan beristirahat dengan tenang...Puisi dengan panjang 13 bait ini mengajak semua untuk mengenang jasa, tingkah laku dan sepak terjang mantan Ketua Umum PBNU ini.Gus,Selamat beristirahatKini saatnya sampeyan hidup sejahteraDi samping Gusti junjungan kita.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid mendapatkan tempat khusus di hati warga Tionghoa Indonesia.&amp;nbsp;Di masa pemerintahannya, warga Tionghoa bisa mengekspresikan keberadaannya dengan keluarnya Keppres Nomor 6/2000 tentang pengakuan agama ini. Sejak itu perayaan Tahun Baru Imlek digelar secara terbuka. Pada perayaan Imlek nasional tahun ini, warga Tionghoa akan diingatkan dengan jasa-jasa Gus Dur melalui sebuah puisi.Sebelum acara dimulai, slide yang menayangkan foto Gus Dur berkali-kali diputar. Berikut cuplikan puisi yang berjudul &quot;Selamat Beristirahat Gus, Semoga Sampeyan Tidak Melupakan Kami.&quot;Gus,Sudah 53 hari sampeyan pulang ke rumah Gusti Yang Maha Sempurna Maha Hangat, Maha Murah Senyum, Maha Welas Asih, dan Maha Bijaksana....Kami berharap Gus,Semoga sampeyan kerasan,Damai, nyaman, tenteram,Dan beristirahat dengan tenang...Puisi dengan panjang 13 bait ini mengajak semua untuk mengenang jasa, tingkah laku dan sepak terjang mantan Ketua Umum PBNU ini.Gus,Selamat beristirahatKini saatnya sampeyan hidup sejahteraDi samping Gusti junjungan kita.</content:encoded></item></channel></rss>
