<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Boni Hargens Duga Visum Ramadhan Rekayasa</title><description>Pengamat politik UI Boni Hargens mempertanyakan kebenaran visum yang diajukan Ramadhan Pohan, untuk melaporkan dugaan pemukulan yang dilakukan George.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/25/339/307092/boni-hargens-duga-visum-ramadhan-rekayasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/25/339/307092/boni-hargens-duga-visum-ramadhan-rekayasa"/><item><title>Boni Hargens Duga Visum Ramadhan Rekayasa</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/25/339/307092/boni-hargens-duga-visum-ramadhan-rekayasa</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/25/339/307092/boni-hargens-duga-visum-ramadhan-rekayasa</guid><pubDate>Kamis 25 Februari 2010 12:45 WIB</pubDate><dc:creator>Nina Dwi Antika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/25/339/307092/KOTsFzMBw0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">George Junus (Foto: Heru Haryono/okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/25/339/307092/KOTsFzMBw0.jpg</image><title>George Junus (Foto: Heru Haryono/okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengamat politik UI Boni Hargens mempertanyakan kebenaran visum yang diajukan Ramadhan Pohan, untuk melaporkan dugaan pemukulan yang dilakukan George Junus Aditjondro dalam peluncuran buku &amp;ldquo;Gurita Cikeas&amp;rdquo;.&amp;ldquo;Karena saat bertemu dengan Ramadhan Pohan {nyelawat} Gus Dur, tidak terlihat bukti penganiayaan terhadap dia,&amp;rdquo; kata Boni di Mapores Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Jakarta, Kamis (25/2/2010).Oleh karenanya, dia menduga ada rekayasa visum yang diberikan politisi Partai Demokrat itu kepada polisi.&amp;ldquo;Seharusnya visum itu dari polisi. Saat itu dia harus melapor ke polisi dahulu dan mendapat rekomendasi visusm dari polisi, tetapi saat ini visum itu dari dua rumah sakit,&amp;rdquo; tandasnya.Kita, tambah Bone, akan melakukan penelusuran apakah visum tersebut sudah sesuai dengan hukum atau belum.&amp;ldquo;Kita akan menelusuri, apakah hasil visum itu didapat melalui mekanisme hukum atau tidak. Apakah ada surat dari polisi, karena bisa saja ada rekayasa kerja sama dengan dokter,&amp;rdquo; kilahnya.Ramadhan melaporkan George ke Polres Jakarta karena dirinya mendapat perlakukan tidak menyenangakn dari penulis buku &amp;ldquo;Gurita Cikeas&amp;rdquo; itu. Pasalnya dalam peluncuran buku tersebut, buku yang dipegang George mengarah ke muka Ramdahan.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengamat politik UI Boni Hargens mempertanyakan kebenaran visum yang diajukan Ramadhan Pohan, untuk melaporkan dugaan pemukulan yang dilakukan George Junus Aditjondro dalam peluncuran buku &amp;ldquo;Gurita Cikeas&amp;rdquo;.&amp;ldquo;Karena saat bertemu dengan Ramadhan Pohan {nyelawat} Gus Dur, tidak terlihat bukti penganiayaan terhadap dia,&amp;rdquo; kata Boni di Mapores Jakarta Selatan, Jalan Wijaya, Jakarta, Kamis (25/2/2010).Oleh karenanya, dia menduga ada rekayasa visum yang diberikan politisi Partai Demokrat itu kepada polisi.&amp;ldquo;Seharusnya visum itu dari polisi. Saat itu dia harus melapor ke polisi dahulu dan mendapat rekomendasi visusm dari polisi, tetapi saat ini visum itu dari dua rumah sakit,&amp;rdquo; tandasnya.Kita, tambah Bone, akan melakukan penelusuran apakah visum tersebut sudah sesuai dengan hukum atau belum.&amp;ldquo;Kita akan menelusuri, apakah hasil visum itu didapat melalui mekanisme hukum atau tidak. Apakah ada surat dari polisi, karena bisa saja ada rekayasa kerja sama dengan dokter,&amp;rdquo; kilahnya.Ramadhan melaporkan George ke Polres Jakarta karena dirinya mendapat perlakukan tidak menyenangakn dari penulis buku &amp;ldquo;Gurita Cikeas&amp;rdquo; itu. Pasalnya dalam peluncuran buku tersebut, buku yang dipegang George mengarah ke muka Ramdahan.</content:encoded></item></channel></rss>
