<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pansus Jadi Ajang Pengadilan, SBY Terus Cermati</title><description>Penyebutan nama terhadap pihak-pihak yang bertangung jawab dalam skandal Bank Century memicu perdebatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/26/339/307324/pansus-jadi-ajang-pengadilan-sby-terus-cermati</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/02/26/339/307324/pansus-jadi-ajang-pengadilan-sby-terus-cermati"/><item><title>Pansus Jadi Ajang Pengadilan, SBY Terus Cermati</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/02/26/339/307324/pansus-jadi-ajang-pengadilan-sby-terus-cermati</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/02/26/339/307324/pansus-jadi-ajang-pengadilan-sby-terus-cermati</guid><pubDate>Jum'at 26 Februari 2010 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Dadan Muhammad Ramdan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/02/26/339/307324/3oYnm9Zo15.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/02/26/339/307324/3oYnm9Zo15.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Penyebutan nama terhadap pihak-pihak yang bertangung jawab dalam skandal Bank Century memicu perdebatan.
&amp;nbsp;
Partai Demokrat sebagai pendukung utama pemerintahan paling keras bersuara jika penyebutan nama tersebut melanggar asas praduga tak bersalah lantaran Pansus Angket Century bukan lembaga penegak hukum.
&amp;nbsp;
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok menilai tidak semestinya pansus menjadi ajang pengadilan bagi Boediono, Sri Mulyani, dan lainnya. &quot;Yang diharapkan Demokrat ini semestinya pansus bukan dijadikan ajang pengadilan,&quot; ujarnya kepada okezone, Jumat (26/2/2010).
&amp;nbsp;
Menurut Mubarok, terkait perkembangan Century dan sikap partai mitra koalisi, SBY masih mencermati dan memperhatikan sampai akhir. Setelah itu, kata dia, SBY baru akan bersikap. &quot;Hanya memerhatikan, masih menungu sampai akhir. Setelah pansus berakhir. Tapi saya tidak tahu bagaimana sikap nanti SBY,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Mubarok juga mengaku tidak heran dengan sikap elite politik yang keukeuh menilai salah kebijakan bailout Century tersebut. &quot;Kalau sekarang dunia sangat mengapresiasi Indonesia yang tidak ada krisis, tapi kok elitenya pada begini,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Hal itu, menurut dia, dikarenakan tidak ada rasa mencintai negara ini dan tidak berpikir jangka panjang. &quot;Hanya memikirkan jangka pendek partainya,&quot; pungkas Mubarok.</description><content:encoded>JAKARTA - Penyebutan nama terhadap pihak-pihak yang bertangung jawab dalam skandal Bank Century memicu perdebatan.
&amp;nbsp;
Partai Demokrat sebagai pendukung utama pemerintahan paling keras bersuara jika penyebutan nama tersebut melanggar asas praduga tak bersalah lantaran Pansus Angket Century bukan lembaga penegak hukum.
&amp;nbsp;
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok menilai tidak semestinya pansus menjadi ajang pengadilan bagi Boediono, Sri Mulyani, dan lainnya. &quot;Yang diharapkan Demokrat ini semestinya pansus bukan dijadikan ajang pengadilan,&quot; ujarnya kepada okezone, Jumat (26/2/2010).
&amp;nbsp;
Menurut Mubarok, terkait perkembangan Century dan sikap partai mitra koalisi, SBY masih mencermati dan memperhatikan sampai akhir. Setelah itu, kata dia, SBY baru akan bersikap. &quot;Hanya memerhatikan, masih menungu sampai akhir. Setelah pansus berakhir. Tapi saya tidak tahu bagaimana sikap nanti SBY,&quot; ungkapnya.
&amp;nbsp;
Mubarok juga mengaku tidak heran dengan sikap elite politik yang keukeuh menilai salah kebijakan bailout Century tersebut. &quot;Kalau sekarang dunia sangat mengapresiasi Indonesia yang tidak ada krisis, tapi kok elitenya pada begini,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;
Hal itu, menurut dia, dikarenakan tidak ada rasa mencintai negara ini dan tidak berpikir jangka panjang. &quot;Hanya memikirkan jangka pendek partainya,&quot; pungkas Mubarok.</content:encoded></item></channel></rss>
