<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diduga Diseret Polisi, Demonstran Gegar Otak</title><description>Buntut dari demonstrasi di depan Gedung DPR, Ketua Majelis Demokrasi Prodem, Bambang &amp;ldquo;Beathor&amp;rdquo; Suryadi terbaring kritis.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/03/338/308523/diduga-diseret-polisi-demonstran-gegar-otak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/03/338/308523/diduga-diseret-polisi-demonstran-gegar-otak"/><item><title>Diduga Diseret Polisi, Demonstran Gegar Otak</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/03/338/308523/diduga-diseret-polisi-demonstran-gegar-otak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/03/338/308523/diduga-diseret-polisi-demonstran-gegar-otak</guid><pubDate>Rabu 03 Maret 2010 01:04 WIB</pubDate><dc:creator>Amirul Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/03/338/308523/UNR2ashFfH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Massa merusak mobil polisi saat unjuk rasa memperingati hari antikorupsi internasional tahun lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: Koran SI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/03/338/308523/UNR2ashFfH.jpg</image><title>Massa merusak mobil polisi saat unjuk rasa memperingati hari antikorupsi internasional tahun lalu di Makassar, Sulawesi Selatan. (Foto: Koran SI)</title></images><description>JAKARTA - Buntut dari demonstrasi di depan Gedung DPR, Ketua Majelis Demokrasi Prodem, Bambang &amp;ldquo;Beathor&amp;rdquo; Suryadi terbaring kritis.
&amp;nbsp;
Kepalanya mengalami luka memar dan gegar otak saat mengikuti unjuk rasa di Gedung DPR kemarin.  
&amp;ldquo;Informasi yang saya dapat dia diseret polisi sejauh 200 meter,&amp;rdquo; kata aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi (Kompak), Ray Rangkuti saat dikonfirmasi okezone, Selasa (2/3/2010).  
Saat ini, Beathor yang kerap kali ditahan polisi karena melakukan unjuk rasa ini tangah dirawat di Klinik Baruna, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. &amp;nbsp;  
Menanggapi insiden ini, Ray Rangkuti sangat menyayangkan tindakan represif aparat. Dia meminta kepolisian mengusut dan memeriksa anggotanya yang melakukan tindakan yang dianggap berlebihan ini.  
&amp;ldquo;Tindakan yang tidak perlu dilakukan oleh polisi yang profesional,&amp;rdquo; ungkap Ray. Menurut dia, apa yang dilakukan demonstran masih dalam tahap wajar ketika terjadi aksi dorong dengan polisi. Justru polisi yang dianggap memulai menyemprot massa dengan water canon dan gas air mata sehingga memicu kericuhan.  
&amp;ldquo;Menurut saya, tindakan polisi ini berlebihan, perlakukan ini mendekati pelecehan terhadap HAM,&amp;rdquo; pungkas Ray.</description><content:encoded>JAKARTA - Buntut dari demonstrasi di depan Gedung DPR, Ketua Majelis Demokrasi Prodem, Bambang &amp;ldquo;Beathor&amp;rdquo; Suryadi terbaring kritis.
&amp;nbsp;
Kepalanya mengalami luka memar dan gegar otak saat mengikuti unjuk rasa di Gedung DPR kemarin.  
&amp;ldquo;Informasi yang saya dapat dia diseret polisi sejauh 200 meter,&amp;rdquo; kata aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Anti-Korupsi (Kompak), Ray Rangkuti saat dikonfirmasi okezone, Selasa (2/3/2010).  
Saat ini, Beathor yang kerap kali ditahan polisi karena melakukan unjuk rasa ini tangah dirawat di Klinik Baruna, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat. &amp;nbsp;  
Menanggapi insiden ini, Ray Rangkuti sangat menyayangkan tindakan represif aparat. Dia meminta kepolisian mengusut dan memeriksa anggotanya yang melakukan tindakan yang dianggap berlebihan ini.  
&amp;ldquo;Tindakan yang tidak perlu dilakukan oleh polisi yang profesional,&amp;rdquo; ungkap Ray. Menurut dia, apa yang dilakukan demonstran masih dalam tahap wajar ketika terjadi aksi dorong dengan polisi. Justru polisi yang dianggap memulai menyemprot massa dengan water canon dan gas air mata sehingga memicu kericuhan.  
&amp;ldquo;Menurut saya, tindakan polisi ini berlebihan, perlakukan ini mendekati pelecehan terhadap HAM,&amp;rdquo; pungkas Ray.</content:encoded></item></channel></rss>
