<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>33 Kambing di Bantul Mati Digigit </title><description>Setidaknya 33 kambing milik warga di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, mati misterius.</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/05/340/309566/33-kambing-di-bantul-mati-digigit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/05/340/309566/33-kambing-di-bantul-mati-digigit"/><item><title>33 Kambing di Bantul Mati Digigit </title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/05/340/309566/33-kambing-di-bantul-mati-digigit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/05/340/309566/33-kambing-di-bantul-mati-digigit</guid><pubDate>Jum'at 05 Maret 2010 15:43 WIB</pubDate><dc:creator>Daru Waskita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/05/340/309566/KO9MhnHlIe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Ilustrasi:ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/05/340/309566/KO9MhnHlIe.jpg</image><title>(Ilustrasi:ist)</title></images><description>YOGYAKARTA - Dalam kurun waktu bulan pertengahan bulan Desember 2009 hingga bulan Maret 2010, setidaknya 33 kambing milik warga di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mati secara misterius.
&amp;nbsp;
Kambing yang dipelihara oleh masyarakat tersebut mati dengan luka di bagian leher dan terdapat bekas luka gigitan seperti digigit binatang buas.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jika kejadian kambing mati mendadak ini berlangsung cukup lama mulai pertengahan bulan Desember 2009 yang lalu dengan bekas luka dileher,&amp;rdquo; terang Surya Wiji Harto, tokoh masyarakat di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat (5/3/2010).
&amp;nbsp;
Menurut Surya, kambing terakhir yang mati misterius adalah milik Ngadiman (65) warga Dusun Dukuh, dengan luka menganga dibagian lehernya. Kejadian itu terjadi pada hari selasa 2 Maret malam yang lalu.
&amp;nbsp;
Sedangkan seekor kambing milik Atmorejo (70) juga nyaris mati akibat gigitan di leher bagian atas. Namun kambing tersebut dapat diselamatkan oleh pemiliknya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sepekan ini kambing mati misterius terjadi satu kali yang menimpa kambing milik bapak Ngadiman,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Warga sendiri kata Surya sangat bingung dengan penyebab kematian kambing yang misterius, apakah disebabkan oleh binatang buasa atau binatang jadi-jadian karena selama dilakukan ronda malam tidak ditemui binatang buas jenis apa yang mengigit leher kambing hingga kambing mati.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Warga masih bingung dengan binatang apa yang menyebabkan kambing mereka mati secara misterius,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;
Untuk mengantisipasi dan mengetahui secara pasti penyebab kematian kambing secara misterius ini, warga setiap malam melakukan ronda. Bahkan ada 7 warga masyarakat selama satu minggu ini melakukan ritual keliling kampung selama 7 kali setiap malamnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ritual ini dilakukan untuk mengetahui apakah penyebab kambing itu mati karena binantang buas atau karena binatang jadi-jadian,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan, Pemkab Bantul, Edi Suhariyanta menyatakan pihaknya hingga saat ini sangat kesulitan untuk memastikan penyebab pasti kematian kambing yang sangat misterius ini.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami kesulitan karena selama ini tidak ada bangkai dari kambing yang mati misterius itu,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Edi berharap bahwa warga yang nantinya mendapatkan kambingnya mati misterius agar memberitahu kepada dinas agar petugas dapat memeriksa bangkai dari kambing yang mati misterius itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Selama tidak ada bangkai kambing yang mati misterius itu, kita kesulitan untuk menentukan penyebab pasti kematian kambing. Apakah karena binatang buas atau karena binatang jadi-jadian,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Dalam kurun waktu bulan pertengahan bulan Desember 2009 hingga bulan Maret 2010, setidaknya 33 kambing milik warga di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mati secara misterius.
&amp;nbsp;
Kambing yang dipelihara oleh masyarakat tersebut mati dengan luka di bagian leher dan terdapat bekas luka gigitan seperti digigit binatang buas.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Jika kejadian kambing mati mendadak ini berlangsung cukup lama mulai pertengahan bulan Desember 2009 yang lalu dengan bekas luka dileher,&amp;rdquo; terang Surya Wiji Harto, tokoh masyarakat di Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul, DIY, Jumat (5/3/2010).
&amp;nbsp;
Menurut Surya, kambing terakhir yang mati misterius adalah milik Ngadiman (65) warga Dusun Dukuh, dengan luka menganga dibagian lehernya. Kejadian itu terjadi pada hari selasa 2 Maret malam yang lalu.
&amp;nbsp;
Sedangkan seekor kambing milik Atmorejo (70) juga nyaris mati akibat gigitan di leher bagian atas. Namun kambing tersebut dapat diselamatkan oleh pemiliknya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Sepekan ini kambing mati misterius terjadi satu kali yang menimpa kambing milik bapak Ngadiman,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;
Warga sendiri kata Surya sangat bingung dengan penyebab kematian kambing yang misterius, apakah disebabkan oleh binatang buasa atau binatang jadi-jadian karena selama dilakukan ronda malam tidak ditemui binatang buas jenis apa yang mengigit leher kambing hingga kambing mati.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Warga masih bingung dengan binatang apa yang menyebabkan kambing mereka mati secara misterius,&amp;rdquo; tandasnya.
&amp;nbsp;
Untuk mengantisipasi dan mengetahui secara pasti penyebab kematian kambing secara misterius ini, warga setiap malam melakukan ronda. Bahkan ada 7 warga masyarakat selama satu minggu ini melakukan ritual keliling kampung selama 7 kali setiap malamnya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ritual ini dilakukan untuk mengetahui apakah penyebab kambing itu mati karena binantang buas atau karena binatang jadi-jadian,&amp;rdquo; pungkasnya.
&amp;nbsp;
Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Peternakan, Pemkab Bantul, Edi Suhariyanta menyatakan pihaknya hingga saat ini sangat kesulitan untuk memastikan penyebab pasti kematian kambing yang sangat misterius ini.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kami kesulitan karena selama ini tidak ada bangkai dari kambing yang mati misterius itu,&amp;rdquo; terangnya.
&amp;nbsp;
Edi berharap bahwa warga yang nantinya mendapatkan kambingnya mati misterius agar memberitahu kepada dinas agar petugas dapat memeriksa bangkai dari kambing yang mati misterius itu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Selama tidak ada bangkai kambing yang mati misterius itu, kita kesulitan untuk menentukan penyebab pasti kematian kambing. Apakah karena binatang buas atau karena binatang jadi-jadian,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
