<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Roy Suryo Tuding TV Lakukan Pembunuhan Karakter</title><description>Kata Roy, &quot;ada satu TV berita memang &quot;terlalu cinta&quot; ke saya demi pesanan tertentu membuat character assasination.&quot;</description><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/06/339/309871/roy-suryo-tuding-tv-lakukan-pembunuhan-karakter</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2010/03/06/339/309871/roy-suryo-tuding-tv-lakukan-pembunuhan-karakter"/><item><title>Roy Suryo Tuding TV Lakukan Pembunuhan Karakter</title><link>https://news.okezone.com/read/2010/03/06/339/309871/roy-suryo-tuding-tv-lakukan-pembunuhan-karakter</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2010/03/06/339/309871/roy-suryo-tuding-tv-lakukan-pembunuhan-karakter</guid><pubDate>Sabtu 06 Maret 2010 19:21 WIB</pubDate><dc:creator>Insaf Albert Tarigan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2010/03/06/339/309871/EhIxD1GN9S.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2010/03/06/339/309871/EhIxD1GN9S.jpg</image><title></title></images><description>JAKARTA - Legislator dari Fraksi Partai Demokrat Roy Suryo menuding adanya upaya sistematis pihak tertentu untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap dirinya. Hal itu dikatakan Roy terkait penayangan video rekaman ketika dirinya berteriak &amp;ldquo;huuuuu&amp;rdquo; di Sidang Paripurna DPR, Selasa 2 Maret lalu.Waktu itu Roy meneriaki pimpinan Pansus Bank Century Idrus Marham yang sedang membacakan laporan akhir. Belakangan, foto pengamat telematika itu sedang &amp;ndash;maaf- mengupil juga beredar luas di mailing-list dan situs jejaring sosial di internet.Meski tidak jelas pihak tertentu yang dia maksud, namun Roy menuduh kamerawati salah satu stasiun televisi berita yang terus menyorot dirinya sepanjang acara karena ada pesanan tertentu membuat pembunuhan karakter.&amp;ldquo;Dan sekarang ditambah dengan diedarkannya foto capture ketika saya sedang &amp;ndash;maaf- &amp;nbsp;mengorek hidung (ngupil),&amp;rdquo; katanya dalam rilis yang diterima okezone, Sabtu (6/3/2010).Roy mengaku telah mengetahui identitas kamerawati tersebut bahkan memiliki fotonya. Terhadap rekaman gambar tersebut, Roy mengatakan dirinya sudah meminta maaf pada hari kedua sidang paripurna DPR.&amp;ldquo;Namun, hal itu tidak pernah ditayangkan kembali atau dimuat media massa secara proporsional, hanya diketahui pada saat siaran live pagi harinya,&amp;rdquo; katanya. (abe)&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Legislator dari Fraksi Partai Demokrat Roy Suryo menuding adanya upaya sistematis pihak tertentu untuk melakukan pembunuhan karakter terhadap dirinya. Hal itu dikatakan Roy terkait penayangan video rekaman ketika dirinya berteriak &amp;ldquo;huuuuu&amp;rdquo; di Sidang Paripurna DPR, Selasa 2 Maret lalu.Waktu itu Roy meneriaki pimpinan Pansus Bank Century Idrus Marham yang sedang membacakan laporan akhir. Belakangan, foto pengamat telematika itu sedang &amp;ndash;maaf- mengupil juga beredar luas di mailing-list dan situs jejaring sosial di internet.Meski tidak jelas pihak tertentu yang dia maksud, namun Roy menuduh kamerawati salah satu stasiun televisi berita yang terus menyorot dirinya sepanjang acara karena ada pesanan tertentu membuat pembunuhan karakter.&amp;ldquo;Dan sekarang ditambah dengan diedarkannya foto capture ketika saya sedang &amp;ndash;maaf- &amp;nbsp;mengorek hidung (ngupil),&amp;rdquo; katanya dalam rilis yang diterima okezone, Sabtu (6/3/2010).Roy mengaku telah mengetahui identitas kamerawati tersebut bahkan memiliki fotonya. Terhadap rekaman gambar tersebut, Roy mengatakan dirinya sudah meminta maaf pada hari kedua sidang paripurna DPR.&amp;ldquo;Namun, hal itu tidak pernah ditayangkan kembali atau dimuat media massa secara proporsional, hanya diketahui pada saat siaran live pagi harinya,&amp;rdquo; katanya. (abe)&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
